PMI
Kabupaten Grobogan Tanamkan Semangat Kemanusiaan kepada Siswa Baru MTs Yasuda
Putatsari melalui Pelatihan Dasar PMR
Grobogan, 15 Juli 2026 – Dalam rangka
mendukung pembentukan karakter peserta didik sejak awal masa pendidikan, Palang
Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan memberikan materi Pelatihan Dasar
Palang Merah Remaja (PMR) dan Sosialisasi Kepalangmerahan kepada siswa baru
MTs Yasuda Putatsari, Kecamatan Toroh, pada Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari
rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) ini berlangsung mulai
pukul 10.30 WIB dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik baru.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai
kemanusiaan, kepedulian sosial, kesiapsiagaan bencana, serta keterampilan dasar
pertolongan pertama.
Kepala MTs Yasuda Putatsari, Dr.
Wahyuningsih, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PMI
Kabupaten Grobogan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan pembinaan karakter
bagi peserta didik baru.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya
berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk
pribadi yang peduli, tanggap, dan memiliki jiwa kemanusiaan.
Materi disampaikan oleh Andika,
narasumber dari PMI Kabupaten Grobogan, yang mengajak para siswa
mengenal lebih dekat organisasi Palang Merah Remaja (PMR), sejarah
kepalangmerahan, serta peran penting generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan.
Dalam penyampaiannya, Andika
menjelaskan bahwa PMR merupakan wadah pembinaan remaja untuk mengembangkan
karakter, kepemimpinan, dan semangat kesukarelawanan.
"PMR bukan sekadar kegiatan
ekstrakurikuler, tetapi menjadi tempat belajar kepedulian, kedisiplinan, kerja
sama, dan keberanian untuk menolong sesama. Semangat kemanusiaan harus mulai
ditanamkan sejak usia sekolah," ungkapnya.
Selain pengenalan organisasi PMR,
peserta juga memperoleh materi mengenai Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang
Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, pengenalan Tri Bakti PMR,
serta pentingnya membangun budaya hidup sehat dan peduli terhadap lingkungan
sekitar.
Agar materi lebih mudah dipahami,
narasumber mengajak peserta mengikuti praktik dasar Pertolongan Pertama (PP).
Siswa dikenalkan pada teknik penanganan luka ringan, pembalutan, pembidaian
sederhana, penanganan mimisan, hingga tindakan awal ketika seseorang mengalami
pingsan.
Suasana pelatihan berlangsung
interaktif. Para siswa terlihat aktif bertanya, menjawab pertanyaan, serta
mencoba langsung setiap teknik yang diperagakan. Pendekatan pembelajaran yang
komunikatif membuat peserta lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan
rasa percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama secara sederhana.
Selain keterampilan pertolongan
pertama, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai kesiapsiagaan menghadapi
bencana. Melalui berbagai contoh situasi yang sering terjadi di lingkungan
sekitar, siswa diajak memahami pentingnya tetap tenang, mampu melindungi diri,
serta saling membantu ketika terjadi keadaan darurat.
Kepala MTs Yasuda Putatsari berharap
kegiatan ini menjadi langkah awal terbentuknya Unit PMR di lingkungan
madrasah sebagai wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial
bagi peserta didik.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto
bersama dan yel-yel penyemangat yang diikuti seluruh peserta. Melalui pelatihan
ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap nilai-nilai kemanusiaan dapat terus tumbuh
di kalangan generasi muda sehingga lahir kader-kader PMR yang memiliki karakter
peduli, tangguh, disiplin, serta siap memberikan pertolongan kepada sesama.
Sebagai organisasi kemanusiaan, PMI
Kabupaten Grobogan terus berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui
pembinaan Palang Merah Remaja sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk
generasi yang sehat, tangguh, dan berjiwa kemanusiaan.









0 comments:
Posting Komentar