iklan

iklan

Selasa, 14 Juli 2026

Gempuran Materi Siaga Bencana Warnai MPLS SMAN 1 Purwodadi, PMI Grobogan Sapa 390 Siswa Baru Oleh: Tim Liputan Khusus Harian Grobogan

 

HEADLINE: Gempuran Materi Siaga Bencana Warnai MPLS SMAN 1 Purwodadi, PMI Grobogan Sapa 390 Siswa Baru

Oleh: Tim Liputan Khusus Harian Grobogan

GROBOGAN, Harian-Grobogan.com – Suasana Gedung Serbaguna SMA Negeri 1 Purwodadi bergema tidak seperti biasanya di hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (14/7/2026). Jika biasanya diisi dengan yel-yel dan pengenalan kurikulum, pagi itu ruangan dipenuhi oleh antusiasme tinggi para siswa baru ketika Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan hadir sebagai narasumber spesial.

Dalam laporan kegiatan yang diterima redaksi, sebanyak 390 siswa baru yang terdiri dari 175 pelajar laki-laki dan 215 pelajar perempuan mendapat suntikan pengetahuan vital mengenai kebencanaan, khususnya siaga bencana banjir. Kepala Markas PMI Kabupaten Grobogan, Djasman, S. Pd., menurunkan langsung dua pemateri andalannya, Fitri Kurniawan dan Khoirul Roziqin, untuk membekali generasi muda dengan ilmu penyelamatan diri.


Kegiatan yang berlangsung selama lima hari (13-17 Juli 2026) ini menghadirkan sesi interaktif yang dirancang untuk menghindari kebosanan. Pemateri tidak hanya tampil dengan presentasi statis, tetapi juga memutar video visual yang menggambarkan skenario nyata bencana banjir di lingkungan Kabupaten Grobogan.

"Awalnya anak-anak agak kaget dengan tema ini, tapi kami mencoba mengemasnya dengan komunikatif. Kami ajak mereka membedakan mana tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat banjir terjadi. Tidak lupa, kami selipkan ice breaking bernyanyi dan tepuk tangan sesuai jargon MPLS SMAN 1 Purwodadi agar suasana tetap cair," ujar Fitri Kurniawan kepada wartawan seusai acara.

Meskipun berjalan sukses, tim PMI mengakui adanya sejumlah kendala klasik di lapangan. Jumlah peserta yang tergolong banyak (390 orang) menjadi tantangan tersendiri. "Pengetahuan dasar peserta tentang kebencanaan masih beragam, ada yang sudah paham dan ada yang masih nol. Selain itu, ruangan yang panas dan waktu yang terbatas membuat kami harus memutar otak," jelas Khoirul Roziqin.

Namun, solusi cepat pun diambil. Panitia MPLS dilibatkan aktif dalam pengawasan peserta agar materi tetap fokus. Pemateri mempersingkat sesi teori dan memperbanyak tayangan visual agar lebih menarik. "Kami juga memanfaatkan kipas dan ventilasi udara untuk mengatasi hawa panas ruangan," tambahnya.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya kesadaran kolektif di lingkungan sekolah. Para siswa diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana, dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya.

Sebagai tindak lanjut, PMI Grobogan dan pihak sekolah sepakat untuk terus memantau perkembangan serta mengevaluasi hasil kegiatan ini. "Kami menyarankan adanya pelatihan lanjutan yang lebih mendalam terkait siaga bencana lingkup sekolah. Ini penting agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di ruang serbaguna, tetapi menjadi budaya di SMA Negeri 1 Purwodadi," pungkas Djasman, S. Pd., saat dikonfirmasi.

Sementara itu, panitia MPLS SMAN 1 Purwodadi mengapresiasi langkah PMI yang sigap membekali siswa baru dengan keterampilan non-akademis yang krusial di tengah kondisi geografis Grobogan yang rawan banjir. Dengan adanya bekal ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya.

0 comments:

Posting Komentar