This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Selasa, 23 Juni 2026

Regenerasi Kemanusiaan: PMR Wira Markas PMI Grobogan Sukses Gelar Reorganisasi dan Cetak Pemimpin Baru Masa Depan

 


Regenerasi Kemanusiaan: PMR Wira Markas PMI Grobogan Sukses Gelar Reorganisasi dan Cetak Pemimpin Baru Masa Depan

GROBOGAN – Penumpukan semangat kemanusiaan dan estafet kepemimpinan relawan muda di Kabupaten Grobogan resmi bergulir. Pengurus Palang Merah Remaja (PMR) Wira Unit Markas PMI Kabupaten Grobogan sukses menyelenggarakan agenda krusial Reorganisasi Pengurus Periode 2026/2027 yang berlangsung selama dua hari penuh, yakni pada Sabtu hingga Minggu, 20–21 Juni 2026.

Mengusung tema besar “Mewujudkan Kepengurusan PMR yang Aktif, Berintegritas, Humanis, dan Berjiwa Kepemimpinan dalam Semangat Kemanusiaan,” kegiatan ini menjadi momentum penting penanaman nilai tanggung jawab, loyalitas, dan proses kaderisasi bagi anggota PMR.

Sinergi Dua Lokasi dan Kolaborasi Lintas Generasi

Reorganisasi kali ini mengombinasikan dua atmosfer lokasi yang strategis, yaitu Markas PMI Kabupaten Grobogan untuk pendalaman materi forum dan pemungutan suara, serta Lapangan Belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebagai ruang terbuka hijau untuk kegiatan lapangan.

Sebanyak 37 peserta terlibat aktif dalam agenda ini, yang memadukan kolaborasi apik lintas generasi: 4 orang panitia dari kelas XII, 13 orang panitia dari kelas XI, serta 20 orang anggota baru PMR Wira yang berasal dari berbagai SMA/SMK/MA negeri maupun swasta se-Kabupaten Grobogan yang bernaung di bawah Unit Markas PMI.

Hari Pertama: Adu Gagasan, Voting Pengurus, hingga Tantangan Jelajah Malam

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi dan pembukaan formal di Markas PMI Grobogan. Sejak siang, para peserta digembleng dengan materi padat seputar Keorganisasian, Kepemimpinan, hingga teknik penyusunan Program Kerja.

Atmosfer ketegangan positif mulai memuncak pada malam hari setelah jeda Ishoma. Memasuki agenda inti, para kandidat ketua terlebih dahulu memaparkan visi-misi mereka dalam sesi debat yang interaktif. Tak butuh waktu lama, forum langsung bergerak menuju bilik suara untuk melakukan proses voting (pemungutan suara) malam itu juga guna menentukan nakhoda baru PMR Markas.

Namun, malam tidak berhenti di situ. Setelah hak suara tersalurkan, adrenalin para peserta kembali dipacu lewat agenda Jelajah Malam. Melalui rute yang telah disiapkan, fisik, mental, dan wawasan para calon pengurus diuji melalui beberapa pos penting, mulai dari pendalaman materi Kepemimpinan, pemahaman Gerakan Palang Merah, hingga ketangkasan dalam Pertolongan Pertama (PP).

Hari Kedua: Fajar Demokrasi dan Outbound Kepemimpinan

Memasuki hari kedua, kegiatan berpindah ke Lapangan Belakang RSUD. Setelah melewati evaluasi malam sebelumnya, agenda pagi diawali dengan pengumuman dan penetapan ketua terpilih berdasarkan hasil voting semalam, yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan sisa struktur kepengurusan baru.

Sebagai penutup yang membakar semangat, seluruh peserta langsung diterjunkan dalam Outbound Kepemimpinan dan dinamika kelompok di area lapangan terbuka. Menggunakan media sederhana seperti bambu dan atribut kepalangmerahan, kekompakan, komunikasi, serta jiwa korsa relawan muda ini benar-benar diuji melalui simulasi-simulasi kerja sama tim.

Langkah Baru Menuju PMR yang Progresif

Kegiatan reorganisasi ini akhirnya resmi ditutup dengan evaluasi menyeluruh dan aksi bersih-bersih lingkungan pada Minggu sore. Melalui rilis resminya, panitia berharap agar pengurus yang baru terbentuk dapat menjadi motor penggerak yang membawa PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan semakin solid, disiplin, progresif, dan terus berdampak nyata dalam semangat kemanusiaan.

Selamat bertugas untuk Pengurus PMR Wira Markas PMI Kabupaten Grobogan Periode 2026/2027! Siamo Tutti Fratelli!

Aliffya Ayunugraheningtias Terpilih sebagai Ketua PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan Periode 2026/2027

 


Aliffya Ayunugraheningtias Terpilih sebagai Ketua PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan Periode 2026/2027

Purwodadi, 20 Juni 2026 — Palang Merah Remaja (PMR) Markas PMI Kabupaten Grobogan telah melaksanakan kegiatan Pemilihan Ketua PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan Periode 2026/2027 pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Markas PMI Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi sekaligus sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi anggota PMR.

Pemilihan ketua PMR berlangsung dengan tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari penyampaian visi dan misi calon ketua, penyampaian gagasan program kerja, hingga proses pemungutan suara.

Berdasarkan hasil pemungutan suara, Aliffya Ayunugraheningtias dari SMA Negeri 1 Wirosari berhasil meraih 18 suara dan ditetapkan sebagai Ketua PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan Periode 2026/2027. Sementara itu, Annisa Sugi Rahmawati dari SMK Negeri 1 Purwodadi memperoleh 10 suara dan menempati posisi kedua.


Terpilihnya Aliffya Ayunugraheningtias menjadi harapan baru bagi keberlanjutan organisasi PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan. Dengan semangat muda, jiwa kepemimpinan, dan komitmen kemanusiaan, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa PMR semakin aktif, inovatif, serta berkontribusi nyata dalam berbagai kegiatan sosial dan kepalangmerahan.

Kegiatan pemilihan ini tidak hanya menjadi momentum pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, tanggung jawab, dan sportivitas anggota PMR. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan sikap saling mendukung demi terwujudnya regenerasi organisasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Grobogan kembali menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda melalui PMR sebagai wadah pembentukan relawan muda yang peduli, tangguh, dan siap beraksi untuk kemanusiaan.



Latihan Gabungan PMR, Tiga Sekolah Tingkatkan Keterampilan Perawatan Keluarga

 


Latihan Gabungan PMR Tiga Sekolah Tingkatkan Keterampilan Perawatan Keluarga

47 Anggota PMR dari SMA N 1 Gubug, MAN 2 Grobogan, dan SMK Yasiha Gubug Ikuti Pelatihan Praktik Penggantian Sprei Pasien Bersama PMI Kabupaten Grobogan

GUBUG — Semangat belajar dan jiwa kemanusiaan tampak menyala dalam kegiatan latihan gabungan Palang Merah Remaja (PMR) yang mempertemukan anggota PMR dari SMA Negeri 1 Gubug, MAN 2 Grobogan, dan SMK Yasiha Gubug. Kegiatan yang digelar di SMA Negeri 1 Gubug pada Minggu, 21 Juni 2026 ini diikuti oleh 47 peserta dan difokuskan pada peningkatan keterampilan Perawatan Keluarga, khususnya praktik mengganti sprei tanpa pasien dan mengganti sprei dengan pasien di tempat tidur.

Latihan gabungan ini menjadi ruang pembelajaran bersama bagi anggota PMR lintas sekolah untuk memperkuat pemahaman, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam pelayanan kemanusiaan. Selain sebagai sarana pengembangan kapasitas anggota PMR, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kolaborasi, serta membangun solidaritas antarremaja relawan di wilayah Kecamatan Gubug dan sekitarnya.

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh pemateri dari PMI Kabupaten Grobogan, yakni Ari Arwani dan Ahmad Kasan Manuri. Dalam sesi materi, keduanya menjelaskan pentingnya keterampilan perawatan keluarga sebagai bagian dari pendidikan dasar kepalangmerahan yang harus dimiliki anggota PMR. Peserta dibekali pemahaman bahwa menjaga kebersihan tempat tidur pasien bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kesehatan, mencegah infeksi, dan memberikan pelayanan yang manusiawi kepada orang yang sedang sakit.


Para pemateri memaparkan prosedur penggantian sprei secara runtut dan sesuai standar kesehatan, mulai dari persiapan alat dan bahan, kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga teknik penggantian sprei yang aman dan nyaman bagi pasien. Materi tidak hanya diberikan secara teoritis, tetapi juga diperkuat dengan demonstrasi langsung agar peserta dapat memahami setiap langkah secara lebih jelas dan aplikatif.

Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah membedakan teknik mengganti sprei tanpa pasien dan mengganti sprei dengan pasien di tempat tidur. Pada praktik penggantian sprei dengan pasien, peserta diajarkan bagaimana menjaga kenyamanan pasien, memperhatikan posisi tubuh pasien, menjaga privasi, serta tetap menerapkan prinsip keselamatan dan kebersihan selama proses berlangsung. Materi ini menjadi pengalaman penting bagi anggota PMR karena mendekatkan mereka pada situasi pelayanan yang nyata di lapangan.

Setelah sesi demonstrasi, seluruh peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung keterampilan yang telah dipelajari. Praktik dilakukan secara bergantian dengan pendampingan pemateri, dimulai dari menyiapkan alat, melakukan prosedur cuci tangan, menggunakan APD, hingga melaksanakan penggantian sprei sesuai urutan yang benar. Selama sesi praktik berlangsung, suasana pelatihan tampak aktif, interaktif, dan penuh semangat. Peserta tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan saling membantu dalam memahami teknik yang diajarkan.

Antusiasme peserta terlihat dari kesungguhan mereka saat mencoba setiap tahapan praktik. Beberapa peserta mengaku baru pertama kali mempelajari teknik penggantian sprei pasien secara langsung, sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain menambah wawasan, latihan ini juga melatih ketelitian, kesabaran, empati, dan kerja sama—nilai-nilai yang sangat penting dalam gerakan kepalangmerahan.

Melalui kegiatan latihan gabungan ini, diharapkan anggota PMR dari ketiga sekolah tidak hanya memahami teori pertolongan pertama dan perawatan keluarga, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun saat memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa PMR bukan sekadar organisasi ekstrakurikuler, melainkan wadah pembinaan generasi muda yang peduli, terampil, tangguh, dan siap hadir membantu sesama.

Dengan terlaksananya latihan gabungan ini, PMI Kabupaten Grobogan bersama pembina PMR dari masing-masing sekolah berharap sinergi pembinaan PMR di wilayah Grobogan dapat terus diperkuat melalui kegiatan-kegiatan bersama yang edukatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam latihan ini diharapkan menjadi modal penting dalam mencetak relawan muda yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga sigap dalam tindakan kemanusiaan.

PMI Grobogan Serahkan Santunan Kematian untuk Keluarga PMI di Hong Kong

 

PMI Kabupaten Grobogan Salurkan Santunan Kematian untuk Keluarga Almarhumah Yasmiati, Wujud Kepedulian bagi Pekerja Migran dan Keluarga

GROBOGAN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Pada Sabtu, 20 Juni 2026, PMI Kabupaten Grobogan menyalurkan santunan kematian kepada keluarga almarhumah Yasmiati, seorang pekerja migran asal Kabupaten Grobogan yang meninggal dunia akibat insiden kebakaran apartemen di Hong Kong pada November 2025.

Penyerahan santunan dilaksanakan di kediaman keluarga almarhumah di Desa Guyangan, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Bantuan diterima langsung oleh suami almarhumah, Karnoto, sebagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi keluarga yang sedang berduka.

Santunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PMI Kabupaten Grobogan, PMI Pusat, dan Hong Kong Red Cross (HRC). Bantuan yang disalurkan meliputi biaya pemakaman sebesar Rp21.460.000 serta bantuan dana bulan Juni sebesar Rp10.730.000. Selain bantuan finansial, keluarga almarhumah juga akan mendapatkan dukungan psikososial selama satu tahun, terhitung mulai Juni 2026 hingga Juni 2027.


Ketua PMI Kabupaten Grobogan, Dr. Ir. Moh. Sumarsono, M.Si., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian gerakan kemanusiaan kepada keluarga pekerja migran yang mengalami musibah di luar negeri. Menurutnya, kehadiran PMI bukan hanya sebatas pada saat terjadi bencana atau keadaan darurat, tetapi juga dalam mendampingi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.

“Bantuan ini bukan sekadar santunan secara materi, tetapi juga bentuk empati dan kepedulian kemanusiaan kepada keluarga almarhumah. PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan terima kasih kepada PMI Pusat dan Hong Kong Red Cross atas dukungan yang diberikan kepada keluarga almarhumah Yasmiati,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka menjadi perhatian penting, terutama ketika mereka menghadapi musibah di negara penempatan. Menurutnya, sinergi lintas lembaga sangat dibutuhkan agar keluarga pekerja migran tetap mendapatkan pendampingan, baik dalam proses pemulangan, bantuan kemanusiaan, maupun pemulihan psikologis pascakejadian.

Bagi keluarga almarhumah, bantuan ini menjadi penguat di tengah duka yang masih dirasakan. Suami almarhumah, Karnoto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan PMI dan Hong Kong Red Cross kepada keluarganya. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti, tidak hanya untuk membantu kebutuhan keluarga, tetapi juga sebagai bukti bahwa almarhumah dan keluarganya tidak sendiri menghadapi musibah ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pekerja migran Indonesia adalah bagian penting dari masyarakat yang juga membutuhkan perlindungan dan perhatian, terutama saat menghadapi risiko di luar negeri. PMI Kabupaten Grobogan memandang bahwa pelayanan kemanusiaan harus menjangkau siapa pun yang membutuhkan, tanpa memandang jarak maupun latar belakang, termasuk keluarga pekerja migran yang tengah mengalami masa sulit.

Melalui penyaluran santunan ini, PMI Kabupaten Grobogan menegaskan perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang hadir tidak hanya dalam penanganan bencana dan pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam memberikan dukungan sosial, empati, dan penguatan kepada masyarakat yang terdampak musibah. Semangat kemanusiaan inilah yang terus menjadi landasan PMI dalam melayani masyarakat, sejalan dengan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Untuk informasi lebih lanjut tentang layanan dan kegiatan PMI Grobogan, masyarakat dapat mengunjungi PMI Grobogan.