135
Anggota PMR Ikuti Seminar Edukasi Pencegahan Perkawinan Anak dan Kekerasan
Seksual di PMI Kabupaten Grobogan
Purwodadi, 27 Juni 2026 – Sebanyak 135
anggota Palang Merah Remaja (PMR) Madya dan PMR Wira dari berbagai sekolah
di Kabupaten Grobogan mengikuti kegiatan Seminar dan Edukasi PMR Tahun 2026
yang diselenggarakan oleh Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) PMI
Kabupaten Grobogan di Aula Markas PMI Kabupaten Grobogan, Sabtu (27/6).
Mengusung tema "Pendidikan
Pencegahan Perkawinan Anak (Nikah Dini) dan Kekerasan Seksual pada Remaja",
kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran generasi muda
mengenai pentingnya perlindungan diri, pencegahan perkawinan anak, dan upaya
mencegah berbagai bentuk kekerasan seksual di lingkungan sekolah maupun
masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala
Markas PMI Kabupaten Grobogan, Bapak Djasman, S.Pd. Dalam sambutannya,
beliau menyampaikan bahwa anggota PMR tidak hanya dituntut memiliki
keterampilan pertolongan pertama dan kepalangmerahan, tetapi juga harus
memiliki pemahaman yang baik mengenai berbagai persoalan sosial yang dihadapi
remaja saat ini.
"PMR adalah pelopor perilaku hidup
sehat dan agen perubahan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini kami
berharap para anggota PMR mampu menjadi contoh sekaligus menyebarkan edukasi
kepada teman sebaya mengenai bahaya perkawinan anak dan kekerasan
seksual,"
ujarnya.
Materi seminar disampaikan oleh Dr.
Siti Mutmainah, S.Sos., S.H., M.H., yang membahas berbagai aspek hukum,
sosial, dan dampak psikologis dari perkawinan anak serta kekerasan seksual
terhadap remaja. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai perlindungan hukum
bagi anak, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta langkah-langkah
pencegahan dan penanganan apabila terjadi tindak kekerasan seksual. Materi juga
mengulas bahwa praktik perkawinan anak merupakan bentuk kekerasan seksual
terhadap anak dan bertentangan dengan perlindungan hak anak berdasarkan
peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Seminar berlangsung secara interaktif.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama pada sesi diskusi
dan tanya jawab, di mana banyak peserta menyampaikan pertanyaan seputar
pergaulan remaja, perlindungan hukum, serta upaya menjaga diri dari berbagai
bentuk kekerasan.
Selain memperoleh materi edukatif,
seluruh peserta juga mendapatkan E-Sertifikat resmi yang diterbitkan oleh
PMI Kabupaten Grobogan, materi seminar, konsumsi, serta kesempatan
memperluas jejaring antaranggota PMR dari berbagai sekolah di Kabupaten
Grobogan.
Ketua Panitia menyampaikan harapannya
agar kegiatan ini mampu membentuk karakter anggota PMR yang lebih peduli
terhadap isu perlindungan anak dan remaja.
"Kami berharap seluruh peserta
dapat menjadi pelopor dan pendidik sebaya di sekolah masing-masing. Ilmu yang
diperoleh hari ini diharapkan tidak berhenti di ruang seminar, tetapi dapat
disebarluaskan kepada teman-teman sehingga semakin banyak remaja yang memahami
pentingnya menjaga diri, menghormati sesama, dan berani melaporkan apabila
terjadi tindak kekerasan," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten
Grobogan bersama FORPIS PMI Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya dalam
membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan peduli terhadap
nilai-nilai kemanusiaan. Seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam
menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan remaja sekaligus mendukung
terwujudnya generasi yang berkualitas, berprestasi, dan bebas dari perkawinan
anak maupun kekerasan seksual.
Remaja Peduli, Remaja Terlindungi, Masa Depan Gemilang! ❤
️











0 comments:
Posting Komentar