iklan

iklan

Selasa, 23 Juni 2026

PMI Grobogan Serahkan Santunan Kematian untuk Keluarga PMI di Hong Kong

 

PMI Kabupaten Grobogan Salurkan Santunan Kematian untuk Keluarga Almarhumah Yasmiati, Wujud Kepedulian bagi Pekerja Migran dan Keluarga

GROBOGAN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Pada Sabtu, 20 Juni 2026, PMI Kabupaten Grobogan menyalurkan santunan kematian kepada keluarga almarhumah Yasmiati, seorang pekerja migran asal Kabupaten Grobogan yang meninggal dunia akibat insiden kebakaran apartemen di Hong Kong pada November 2025.

Penyerahan santunan dilaksanakan di kediaman keluarga almarhumah di Desa Guyangan, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Bantuan diterima langsung oleh suami almarhumah, Karnoto, sebagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi keluarga yang sedang berduka.

Santunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PMI Kabupaten Grobogan, PMI Pusat, dan Hong Kong Red Cross (HRC). Bantuan yang disalurkan meliputi biaya pemakaman sebesar Rp21.460.000 serta bantuan dana bulan Juni sebesar Rp10.730.000. Selain bantuan finansial, keluarga almarhumah juga akan mendapatkan dukungan psikososial selama satu tahun, terhitung mulai Juni 2026 hingga Juni 2027.


Ketua PMI Kabupaten Grobogan, Dr. Ir. Moh. Sumarsono, M.Si., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian gerakan kemanusiaan kepada keluarga pekerja migran yang mengalami musibah di luar negeri. Menurutnya, kehadiran PMI bukan hanya sebatas pada saat terjadi bencana atau keadaan darurat, tetapi juga dalam mendampingi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.

“Bantuan ini bukan sekadar santunan secara materi, tetapi juga bentuk empati dan kepedulian kemanusiaan kepada keluarga almarhumah. PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan terima kasih kepada PMI Pusat dan Hong Kong Red Cross atas dukungan yang diberikan kepada keluarga almarhumah Yasmiati,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka menjadi perhatian penting, terutama ketika mereka menghadapi musibah di negara penempatan. Menurutnya, sinergi lintas lembaga sangat dibutuhkan agar keluarga pekerja migran tetap mendapatkan pendampingan, baik dalam proses pemulangan, bantuan kemanusiaan, maupun pemulihan psikologis pascakejadian.

Bagi keluarga almarhumah, bantuan ini menjadi penguat di tengah duka yang masih dirasakan. Suami almarhumah, Karnoto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan PMI dan Hong Kong Red Cross kepada keluarganya. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti, tidak hanya untuk membantu kebutuhan keluarga, tetapi juga sebagai bukti bahwa almarhumah dan keluarganya tidak sendiri menghadapi musibah ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pekerja migran Indonesia adalah bagian penting dari masyarakat yang juga membutuhkan perlindungan dan perhatian, terutama saat menghadapi risiko di luar negeri. PMI Kabupaten Grobogan memandang bahwa pelayanan kemanusiaan harus menjangkau siapa pun yang membutuhkan, tanpa memandang jarak maupun latar belakang, termasuk keluarga pekerja migran yang tengah mengalami masa sulit.

Melalui penyaluran santunan ini, PMI Kabupaten Grobogan menegaskan perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang hadir tidak hanya dalam penanganan bencana dan pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam memberikan dukungan sosial, empati, dan penguatan kepada masyarakat yang terdampak musibah. Semangat kemanusiaan inilah yang terus menjadi landasan PMI dalam melayani masyarakat, sejalan dengan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Untuk informasi lebih lanjut tentang layanan dan kegiatan PMI Grobogan, masyarakat dapat mengunjungi PMI Grobogan.

 

0 comments:

Posting Komentar