This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Kamis, 27 Agustus 2026

Kenalkan PMR Mula Sejak Dini, MI Unggulan Jabalul Khoir 2 Gelar Sosialisasi Kepalangmerahan

 


Kenalkan PMR Mula Sejak Dini, MI Unggulan Jabalul Khoir 2 Gelar Sosialisasi Kepalangmerahan

GROBOGAN, 22 Agustus 2026 — MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir 2 menggelar Sosialisasi Palang Merah Remaja (PMR) Mula pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah mengenalkan nilai-nilai kepalangmerahan sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama sejak usia sekolah dasar.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir 2 tersebut diikuti siswa kelas atas dan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Kepala Madrasah Nur Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I. turut hadir dan membuka kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak madrasah menekankan pentingnya pembinaan karakter melalui kegiatan PMR. Pengenalan kepalangmerahan sejak dini diharapkan dapat membantu siswa memahami nilai kemanusiaan, kepedulian, kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

PMI Grobogan Kenalkan PMR Mula

Untuk memberikan pemahaman yang sesuai dengan usia peserta, PMI Kabupaten Grobogan menghadirkan dua pemateri, yakni Ari Arwani dan Rizka.

Materi difokuskan pada pengenalan PMR Mula sesuai dengan panduan manajemen PMR. Peserta diperkenalkan dengan PMR sebagai wadah kegiatan bagi anak-anak untuk belajar, bermain, berkarya, dan mengembangkan kepedulian terhadap sesama melalui kegiatan kepalangmerahan.

Penyampaian materi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh siswa madrasah ibtidaiyah. Selain mengenalkan PMR, pemateri juga memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai yang menjadi bagian dari kegiatan kepalangmerahan, seperti kepedulian, saling membantu, kerja sama, hidup sehat, dan kesiapsiagaan.

Dalam sesi tersebut, siswa juga diajak mengenal peran anggota PMR Mula di lingkungan sekolah. Mereka diberikan pemahaman bahwa kegiatan PMR bukan sekadar belajar mengenai pertolongan pertama, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk kebiasaan positif dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti penjelasan, menjawab pertanyaan, dan berinteraksi dengan pemateri.


Ditutup dengan Praktik Pertolongan Pertama

Setelah sesi pengenalan PMR Mula, kegiatan dilanjutkan dengan materi Pertolongan Pertama.

Pada sesi ini, siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga diajak mengikuti praktik sederhana. Pemateri memberikan contoh tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan sesuai kemampuan anak ketika menghadapi kejadian ringan di lingkungan sekolah.

Siswa kemudian diberi kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung apa yang telah dipelajari dengan pendampingan dari pemateri. Praktik dilakukan secara sederhana dan disesuaikan dengan usia peserta, sehingga siswa dapat memahami langkah dasar meminta bantuan, bersikap tenang, dan memberikan bantuan sesuai kemampuan.

Kegiatan praktik menjadi salah satu sesi yang menarik perhatian peserta. Siswa terlihat antusias ketika mendapat kesempatan untuk mencoba secara langsung keterampilan yang baru diperkenalkan.

Membangun Karakter melalui PMR

Sosialisasi PMR Mula tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan di MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir 2.

Melalui pengenalan yang dilakukan sejak dini, siswa diharapkan memiliki pemahaman bahwa kepalangmerahan tidak hanya berkaitan dengan pertolongan pertama, tetapi juga dengan nilai kemanusiaan, kepedulian, kerja sama, kesehatan, dan kesiapsiagaan.

Madrasah dan PMI Kabupaten Grobogan juga diharapkan dapat melanjutkan pembinaan PMR secara berkelanjutan sehingga siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan kepalangmerahan melalui kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Dengan pembinaan yang konsisten, PMR Mula diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pendidikan karakter yang membantu membentuk generasi muda yang peduli, sehat, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kemanusiaan sejak dini.

Diklat PMR MA Tajul Ulum Brabo Perkuat Keterampilan Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana

 


Diklat PMR MA Tajul Ulum Brabo Perkuat Keterampilan Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana

BRABO, 25 Agustus 2026 — Sebanyak 30 anggota Palang Merah Remaja (PMR) MA Tajul Ulum Brabo mengikuti Diklat Dasar dan Lanjutan PMR selama dua hari, Senin–Selasa (24–25 Agustus 2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana pembekalan bagi anggota PMR untuk meningkatkan pengetahuan kepalangmerahan, keterampilan pertolongan pertama, kepemimpinan, kesehatan remaja, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Diklat yang dilaksanakan di MA Tajul Ulum Brabo tersebut diisi dengan berbagai materi yang mengacu pada pembinaan PMR. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan merupakan laki-laki.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi Gerakan Kepalangmerahan yang disampaikan oleh Ari Arwani. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai sejarah gerakan kepalangmerahan, pengertian PMI dan PMR, serta peran PMR dalam kegiatan kemanusiaan.


“Pemahaman tentang kepalangmerahan menjadi dasar bagi anggota PMR sebelum mereka menjalankan berbagai kegiatan di sekolah maupun di masyarakat,” disampaikan dalam sesi pembelajaran.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi Kepemimpinan oleh Khoirul. Peserta diajak memahami karakter seorang pemimpin, kerja sama tim, komunikasi, pembagian tugas, hingga pengambilan keputusan dalam kelompok PMR.

Materi berikutnya adalah Donor Darah yang disampaikan oleh Vika. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai donor darah sukarela, manfaat donor darah, peran PMI, proses donor, persiapan dan pemeriksaan awal sebelum donor, serta cara PMR mengampanyekan donor darah.

Dalam sesi tersebut, peserta hanya mendapatkan edukasi dan tidak melakukan pengambilan darah.

Selanjutnya, Ilham Prabowo memberikan materi Sanitasi dan Kesehatan. Materi mencakup perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), cuci tangan pakai sabun, kebersihan diri dan lingkungan sekolah, air bersih, pengelolaan sampah, serta peran PMR dalam mengajak warga sekolah menerapkan perilaku hidup sehat.

Hari pertama ditutup dengan sesi review materi. Peserta bersama pemateri melakukan pengulangan dan pembahasan kembali materi yang telah disampaikan untuk memastikan pemahaman sebelum memasuki materi pada hari kedua.


Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi Ayo Siaga Bencana yang disampaikan oleh Ilham Prabowo. Peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis bencana, risiko, mitigasi, kesiapsiagaan, jalur evakuasi, titik kumpul, hingga peran PMR ketika terjadi bencana.

Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai pemetaan lokasi posko pengungsian sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.

Materi dilanjutkan dengan Remaja Sehat Peduli Sesama (PRS) yang disampaikan oleh Vika. Materi tersebut membahas kesehatan reproduksi remaja, perilaku hidup sehat, pencegahan NAPZA, HIV/AIDS, stigma, serta pentingnya dukungan teman sebaya.

Setelah itu, peserta mengikuti materi Pertolongan Pertama (PP) yang disampaikan oleh Ari Arwani. Sesi ini lebih banyak dilakukan melalui praktik langsung.


Peserta mempelajari prinsip dasar pertolongan pertama dengan tahapan AMAN, NILAI, TINDAK, BANTU, dan RUJUK. Mereka juga berlatih melakukan penilaian situasi, penanganan cedera patah tulang, pembalutan luka, serta berbagai keterampilan pertolongan pertama dasar.

Untuk menguji kemampuan peserta, pemateri memberikan simulasi kasus dan evaluasi praktik. Peserta diminta menerapkan langkah-langkah pertolongan pertama berdasarkan situasi yang diberikan.

Rangkaian diklat kemudian ditutup dengan Simulasi Tanggap Darurat Bencana yang disampaikan oleh Khoir. Simulasi menggunakan skenario gempa bumi yang terjadi di lingkungan sekolah.

Sebelum simulasi dimulai, peserta mendapatkan penjelasan skenario, pembagian kelompok, serta briefing keselamatan. Dalam simulasi tersebut, peserta mengikuti alur kejadian mulai dari terjadinya gempa, perlindungan diri, evakuasi menuju titik kumpul, hingga kegiatan pemetaan BKRK.

Simulasi tersebut memberikan pengalaman kepada peserta mengenai pentingnya koordinasi, komunikasi, perlindungan diri, evakuasi, dan pembagian peran saat menghadapi kondisi darurat.


Kegiatan diakhiri dengan review seluruh materi yang telah diberikan selama dua hari. Evaluasi dilakukan untuk melihat kembali pemahaman peserta sekaligus menjadi bahan pembelajaran untuk kegiatan PMR selanjutnya.

Melalui Diklat Dasar dan Lanjutan tersebut, anggota PMR MA Tajul Ulum Brabo diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan tentang kepalangmerahan, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Pembinaan PMR juga diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama, mampu bekerja dalam tim, memahami pentingnya hidup sehat, serta memiliki kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat dan bencana.



PMI Grobogan Beri Edukasi NAPZA, Kesehatan Reproduksi, dan Pertolongan Pertama bagi PMR SMKN 2 Purwodadi

 


PURWODADI, 27 Agustus 2026 — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan bersama SMK Negeri 2 Purwodadi menggelar kegiatan Penyuluhan Palang Merah Remaja (PMR) selama dua hari, Rabu–Kamis (26–27 Agustus 2026). Kegiatan bertajuk “Generasi Sehat, Tangguh, dan Siaga Bencana” tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 2 Purwodadi, Jalan M.H. Thamrin Nomor 50, Kelurahan Danyang, Purwodadi.

Kegiatan diikuti oleh guru dan anggota PMR SMK Negeri 2 Purwodadi. Penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam bidang kesehatan remaja serta pertolongan pertama.

Kepala SMK Negeri 2 Purwodadi, Jaenur, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara SMK Negeri 2 Purwodadi dan PMI Kabupaten Grobogan dalam memberikan pembekalan kepada peserta didik.

Menurut Jaenur, kegiatan PMR memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, kedisiplinan, serta kemampuan menghadapi situasi darurat.

“Kami menyambut baik kegiatan penyuluhan ini. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat menjadi bekal ketika menghadapi kondisi darurat di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” ujar Jaenur.


Edukasi NAPZA dan Kesehatan Reproduksi

Pada hari pertama, Rabu (26/8), materi difokuskan pada Pendidikan Remaja Sebaya, bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), serta kesehatan reproduksi remaja.

Materi disampaikan oleh Kasi SDM dan Relawan PMI Kabupaten Grobogan, Hari Wibowo, yang menjadi pemateri utama selama kegiatan dua hari.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai jenis dan dampak penyalahgunaan NAPZA serta pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi remaja, termasuk cara mengenali dan menghindari penyalahgunaan zat berbahaya dalam lingkungan pergaulan.

Marten Krisando Legowo, Staf SDM dan Relawan PMI Kabupaten Grobogan, turut mendampingi kegiatan dan memberikan penguatan materi kepada peserta.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi. Sejumlah peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan menanggapi materi yang diberikan.

Salah satu anggota PMR SMK Negeri 2 Purwodadi, Patrisia, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.


Pembina PMR Dorong Siswa Aktif dalam Kegiatan Kemanusiaan

Pembina PMR SMK Negeri 2 Purwodadi, Billy Iskandar, menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut menjadi kesempatan bagi anggota PMR untuk mendapatkan pembelajaran langsung dari PMI.

Menurut Billy, materi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun kepedulian terhadap teman dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap anak-anak PMR tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya. Mereka harus berani peduli, mampu menolong sesuai kemampuan, dan menjadi contoh positif bagi teman-temannya,” kata Billy.

Ia juga berharap kerja sama antara SMK Negeri 2 Purwodadi dan PMI Kabupaten Grobogan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan PMR secara berkelanjutan.

Hari Kedua Diisi Praktik Pertolongan Pertama

Memasuki hari kedua, Kamis (27/8), kegiatan berlanjut dengan materi Pertolongan Pertama (PP). Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teori, tetapi juga mengikuti praktik dan simulasi penanganan korban.

Di bawah pendampingan Hari Wibowo dan tim PMI Kabupaten Grobogan, peserta mempraktikkan sejumlah keterampilan dasar pertolongan pertama, antara lain:

  • penanganan perdarahan dan luka;
  • teknik pembalutan;
  • penanganan korban dengan dugaan patah tulang; serta
  • teknik evakuasi dan pemindahan korban.

Praktik tersebut memberikan kesempatan kepada anggota PMR untuk memahami penerapan pertolongan pertama secara langsung. Peserta juga mendapatkan koreksi dan arahan dari pemateri selama proses simulasi.

Membentuk Remaja yang Sehat dan Siaga

Penyuluhan PMR di SMK Negeri 2 Purwodadi menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepalangmerahan. Pengetahuan mengenai kesehatan remaja, pencegahan penyalahgunaan NAPZA, kesehatan reproduksi, dan pertolongan pertama diharapkan dapat menjadi bekal bagi anggota PMR dalam menjalankan peran kemanusiaan di lingkungan sekolah.

PMI Kabupaten Grobogan bersama SMK Negeri 2 Purwodadi berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah sekaligus mendorong anggota PMR untuk menjadi remaja yang sehat, peduli, tangguh, dan mampu berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan.

Keberadaan PMR di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya menjadi wadah pembelajaran keterampilan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kepedulian sosial bagi generasi muda.

Senin, 10 Agustus 2026

Estafet Kepemimpinan KSR PMI Grobogan Berganti, Khoirul Roziqin dan Ayu Novi Pimpin Periode 2026–2028



PENGURUS BARU KSR PMI GROBOGAN PERIODE 2026–2028 RESMI DIBEKALI, KHOIRUL ROZIQIN DAN AYU NOVI PIMPIN KSR

GROBOGAN – Kepengurusan baru Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan masa bakti 2026–2028 resmi melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi relawan. Pergantian kepengurusan tersebut ditandai dengan serah terima jabatan sekaligus Pembekalan Manajemen Organisasi Pengurus KSR PMI Kabupaten Grobogan yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 8–9 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang Pengurus PMI Kabupaten Grobogan Lantai 2, Markas PMI Kabupaten Grobogan, Jalan P. Tendean No. 5A, Purwodadi.

Dalam kepengurusan baru, Khoirul Roziqin dipercaya sebagai Komandan KSR PMI Kabupaten Grobogan, didampingi Ayu Novi sebagai Wakil Komandan KSR, untuk masa bakti 2026–2028.

Keduanya diharapkan mampu membawa KSR PMI Kabupaten Grobogan semakin solid, aktif, dan mampu meningkatkan kontribusi relawan dalam berbagai kegiatan pelayanan kemanusiaan.

Pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi KSR. Sebelumnya, KSR PMI Kabupaten Grobogan dipimpin oleh Ramadhan Setya Putra Nugraha sebagai Komandan KSR dan Nurul Abdun sebagai Wakil Komandan KSR untuk periode 2024–2026.

PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ramadhan Setya Putra Nugraha dan Nurul Abdun atas pengabdian, kepemimpinan, kerja keras, serta dedikasi selama menjalankan amanah sebagai Komandan dan Wakil Komandan KSR PMI Kabupaten Grobogan.

Estafet kepemimpinan tersebut diharapkan tidak menjadi akhir dari pengabdian pengurus sebelumnya, tetapi menjadi bagian dari kesinambungan gerakan kerelawanan di PMI Kabupaten Grobogan.


Perkuat Kapasitas Pengurus Baru

Setelah serah terima jabatan, kegiatan dilanjutkan dengan Pembekalan Manajemen Organisasi Pengurus KSR. Pembekalan dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi selama masa kepengurusan.

Kegiatan diawali dengan arahan PMI Kabupaten Grobogan, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan organisasi KSR.

Materi pertama membahas Evaluasi dan Arah Pengembangan Organisasi KSR yang disampaikan Hari Wibowo. Peserta diajak melihat perkembangan organisasi sekaligus mengidentifikasi arah pengembangan KSR ke depan.

Materi berikutnya membahas Tata Kelola dan Kedudukan Organisasi KSR dalam PMI yang disampaikan Gesit Kristyawan. Materi ini memberikan pemahaman kepada pengurus mengenai kedudukan KSR serta tata kelola organisasi sebagai bagian dari PMI.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi Komunikasi, Koordinasi dan Kepemimpinan Pengurus KSR yang disampaikan Ahmad Dulrokhim.

Sementara itu, Happy Putra Pambudi menyampaikan materi mengenai Tugas, Fungsi dan Pembagian Peran Pengurus KSR. Pembagian tugas yang jelas diharapkan mampu menciptakan organisasi yang lebih efektif dan terarah.

Pada sesi malam, peserta juga mengikuti diskusi mengenai permasalahan dan kebutuhan KSR ke depan bersama Ramadhan dan Marten. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi pengurus untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, kebutuhan organisasi, serta gagasan pengembangan KSR.


Pengurus Menyusun Program Kerja

Pembekalan berlanjut pada Minggu (9/8/2026) dengan kegiatan yang lebih aplikatif. Pengurus mengikuti workshop penyusunan program kerja KSR 2026–2027 yang dipandu Hari Wibowo.

Pengurus kemudian menyusun pembagian tugas, PIC, dan target program dengan pendampingan Ahmad Dulrokhim. Tahapan berikutnya adalah penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama seluruh peserta.

Hasil penyusunan program kerja dan RTL kemudian dipresentasikan oleh pengurus KSR. Melalui proses tersebut, pengurus tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai manajemen organisasi secara teori, tetapi juga langsung menyusun rencana kerja yang akan menjadi bagian dari pelaksanaan program KSR.

Kegiatan kemudian ditutup dengan komitmen pengurus KSR PMI Kabupaten Grobogan dan penutupan oleh PMI Kabupaten Grobogan.

Membangun KSR yang Solid dan Responsif

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PMI Kabupaten Grobogan berharap KSR semakin mampu menjadi wadah pengembangan kapasitas relawan sekaligus mendukung berbagai program pelayanan kemanusiaan.

Kepemimpinan Khoirul Roziqin dan Ayu Novi diharapkan dapat memperkuat kekompakan internal, meningkatkan komunikasi dan koordinasi, serta mendorong lahirnya program-program KSR yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Pergantian kepengurusan ini juga menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai hal baik yang telah dilakukan kepengurusan sebelumnya sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan kerelawanan.

“Regenerasi bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan proses melanjutkan pengabdian, memperkuat organisasi, dan menyiapkan relawan yang semakin siap memberikan pelayanan kemanusiaan.”

Dengan semangat “Bergerak Bersama untuk Kemanusiaan”, KSR PMI Kabupaten Grobogan masa bakti 2026–2028 diharapkan semakin solid, aktif, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 


RIA AMANDA JUNI PERMATASARI TERPILIH SEBAGAI KOORDINATOR FORPIS GROBOGAN 2026–2027

GROBOGAN – Regenerasi kepemimpinan Palang Merah Remaja (PMR) di Kabupaten Grobogan memasuki babak baru. Ria Amanda Juni Permatasari, anggota PMR dari SMA Negeri 1 Godong, terpilih sebagai Koordinator Forum Palang Merah Remaja (FORPIS) PMI Kabupaten Grobogan periode 2026–2027.

Ria terpilih dalam Konferensi Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Kabupaten Grobogan Tahun 2026 yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Markas PMI Kabupaten Grobogan, Purwodadi.

Konferensi tersebut diikuti 62 peserta yang memiliki hak suara, yang merupakan perwakilan PMR Wira dari 31 SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Grobogan. Forum tersebut menjadi ruang bagi para anggota PMR untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi program, membahas pengembangan PMR, sekaligus menentukan arah kepemimpinan FORPIS untuk periode berikutnya.


Raih 45 Suara dari 62 Hak Suara

Pemilihan Koordinator FORPIS dilaksanakan melalui tahapan penjaringan calon, penyampaian visi dan misi, serta pemungutan suara secara demokratis.

Dalam proses pemungutan suara, Ria Amanda Juni Permatasari memperoleh 45 suara dari total 62 hak suara dan ditetapkan sebagai Koordinator FORPIS PMI Kabupaten Grobogan periode 2026–2027.

Hasil tersebut mendapat apresiasi dari peserta konferensi. Terpilihnya Ria diharapkan mampu menjadi awal penguatan komunikasi dan kolaborasi antaranggota PMR dari berbagai sekolah di Kabupaten Grobogan.

Ria Amanda mengatakan keikutsertaannya dalam FORPIS menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman, memperluas relasi, sekaligus melatih kemampuan kepemimpinan.

Ia juga membawa harapan agar FORPIS dapat menjadi wadah yang semakin aktif dalam mengembangkan potensi remaja dan kegiatan kepalangmerahan.


“Semoga amanah dalam menjalankan tugas, menginspirasi rekan sebaya, dan membawa PMR serta FORPIS Grobogan semakin maju.”

Bagi Ria, kepercayaan yang diberikan melalui forum konferensi tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus belajar dan bekerja bersama rekan-rekan PMR.

“Percaya diri dan yakin adalah kunci dari masa depan,” menjadi pesan yang ia sampaikan sebagai semangat dalam menjalankan amanah barunya.

Diikuti 31 Sekolah se-Kabupaten Grobogan

Konferensi PMR Tahun 2026 diikuti oleh perwakilan dari 31 sekolah di Kabupaten Grobogan, yang terdiri dari madrasah aliyah, SMA, dan SMK.

Sekolah yang mengikuti konferensi tersebut meliputi:

1.   MA Al-Azhar

2.   MA Miftahut Thullab

3.   MA Nuril Huda

4.   MA Sunniyyah Selo

5.   MA Yasi Brati

6.   MA YPI Klambu

7.   MAN 1 Grobogan

8.   SMA Muhammadiyah Purwodadi

9.   SMA Negeri 1 Gabus

10.                 SMA Negeri 1 Geyer

11.                 SMA Negeri 1 Godong

12.                 SMA Negeri 1 Grobogan

13.                 SMA Negeri 1 Gubug

14.                 SMA Negeri 1 Karangrayung

15.                 SMA Negeri 1 Kradenan

16.                 SMA Negeri 1 Pulokulon

17.                 SMA Negeri 1 Toroh

18.                 SMA Negeri 1 Wirosari

19.                 SMA PGRI Kuwu

20.                 SMK Astramitra

21.                 SMK AT-Thoat Toroh

22.                 SMK Muhammadiyah Purwodadi

23.                 SMK Negeri 1 Purwodadi

24.                 SMK Negeri 1 Wirosari

25.                 SMK Negeri 2 Purwodadi

26.                 SMK Pancasila 2 Integral

27.                 SMK Pembangunan Nasional Purwodadi

28.                 SMK PGRI Kuwu

29.                 SMK Satya Bhakti Ilmu Grobogan

30.                 SMK Yasiha Gubug

31.                 SMK YATPI Godong

Keterlibatan puluhan sekolah tersebut menunjukkan luasnya jejaring pembinaan PMR di Kabupaten Grobogan sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat program kepalangmerahan di kalangan remaja.


Tidak Berhenti di Ruang Konferensi

Konferensi PMR tidak hanya berorientasi pada pemilihan Koordinator FORPIS. Para peserta juga mengikuti berbagai agenda, mulai dari evaluasi program PMR tahun 2025–2026, penyampaian aspirasi, persidangan organisasi, penyusunan rekomendasi, hingga pembahasan program PMR berkelanjutan.

PMI Kabupaten Grobogan mendorong agar hasil konferensi dapat dibawa kembali oleh peserta ke sekolah masing-masing dan dikembangkan menjadi kegiatan nyata.

Dengan terpilihnya Ria Amanda Juni Permatasari, FORPIS Kabupaten Grobogan diharapkan semakin mampu menjadi wadah komunikasi, koordinasi, pengembangan kepemimpinan, dan kreativitas remaja, sekaligus memperkuat keterlibatan PMR dalam kegiatan kemanusiaan.

Dari Konferensi Menuju Aksi di Masyarakat

Semangat kepemimpinan remaja tersebut kemudian dilanjutkan melalui keterlibatan anggota PMR dalam kegiatan edukasi masyarakat di Car Free Day (CFD) Purwodadi.

Dalam kegiatan bertema “Kemarau Siaga: Hemat Air, Cegah Kebakaran”, PMI bersama PMR mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekeringan dan kebakaran pada musim kemarau.

Edukasi dilakukan secara interaktif dengan mengajak masyarakat memahami penggunaan air secara bijak serta langkah-langkah pencegahan kebakaran. PMR juga menggunakan permainan “Pilih Aman atau Bahaya?” agar pesan kesiapsiagaan lebih mudah diterima anak-anak dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan PMR tidak berhenti pada kegiatan internal organisasi. Remaja juga diberi ruang untuk tampil, berkomunikasi, mengedukasi, dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Konferensi PMR Grobogan 2026 akhirnya bukan sekadar forum memilih pemimpin baru, tetapi menjadi momentum memperkuat regenerasi, membangun jejaring antarsekolah, dan menyiapkan generasi muda untuk terus hadir dalam gerakan kemanusiaan.