iklan

iklan

Senin, 10 Agustus 2026

PMI GROBOGAN PERKUAT PERAN REMAJA, GELAR KONFERENSI PMR DAN EDUKASI KEMARAU DI CFD

 


PMI GROBOGAN PERKUAT PERAN REMAJA, GELAR KONFERENSI PMR DAN EDUKASI KEMARAU DI CFD

GROBOGAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan terus mendorong peningkatan kapasitas dan peran aktif generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Konferensi Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Kabupaten Grobogan Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 8–9 Agustus 2026 di Markas PMI Kabupaten Grobogan, Purwodadi.

Kegiatan yang diikuti anggota PMR Wira dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Grobogan tersebut menjadi ruang bagi para remaja untuk menyampaikan aspirasi, melakukan evaluasi pembinaan PMR, menyusun gagasan program kerja berkelanjutan, sekaligus memperkuat jejaring antarunit PMR.


Konferensi dibuka pada Sabtu (8/8/2026) dan dilanjutkan dengan berbagai agenda, mulai dari dinamika kelompok, evaluasi program PMR tahun 2025–2026, penyampaian aspirasi peserta, hingga persidangan organisasi.

Selain membahas pengembangan PMR, konferensi juga menjadi bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan remaja melalui pemilihan Koordinator Forum Palang Merah Remaja (FORPIS) PMI Kabupaten Grobogan. Para calon menyampaikan visi dan misi sebelum mengikuti proses pemilihan secara demokratis melalui mekanisme voting.

PMI Kabupaten Grobogan berharap hasil konferensi tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi dapat diterapkan di masing-masing unit PMR sekolah. Peserta juga didorong menjadi penyampai informasi dan penggerak kegiatan kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kerangka kegiatan konferensi menempatkan PMR sebagai bagian penting dari proses pembinaan generasi muda PMI. PMR diharapkan mampu membentuk karakter remaja yang bersih, sehat, memiliki jiwa kepemimpinan, peduli, kreatif, mampu bekerja sama, bersahabat, dan ceria.


Edukasi Kemarau di CFD

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan keterlibatan anggota PMR dan relawan PMI dalam kegiatan edukasi masyarakat di area Car Free Day (CFD) Purwodadi, Minggu (9/8/2026).

Mengangkat tema “Kemarau Siaga: Hemat Air, Cegah Kebakaran”, PMI bersama PMR mengajak masyarakat, keluarga, anak-anak, dan remaja untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran pada musim kemarau.

Edukasi dikemas secara interaktif agar mudah diterima masyarakat. Peserta diajak memahami pentingnya menggunakan air secara bijak, tidak membiarkan keran terbuka, memperbaiki kebocoran, menggunakan kembali air yang masih layak untuk kebutuhan tertentu, serta menyimpan persediaan air untuk kebutuhan penting.

Pada sisi pencegahan kebakaran, PMI dan PMR mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di dekat lahan kering, tidak membuat api di sekitar rumput atau semak kering, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.


Pesan utama yang disampaikan adalah “Lihat, Kenali, Laporkan”. Masyarakat yang melihat asap atau kebakaran diimbau tidak mendekat hanya untuk melihat, tetapi mengutamakan keselamatan dan segera melaporkan kejadian kepada pihak yang berwenang.

Kegiatan edukasi juga dikemas melalui permainan interaktif “Pilih Aman atau Bahaya?”. Anak-anak dan pengunjung CFD diajak menentukan tindakan yang aman maupun berisiko, seperti penggunaan air secara hemat, membuang puntung rokok di tempat yang tidak semestinya, hingga tindakan yang tepat ketika melihat kebakaran.

Melalui kegiatan tersebut, PMI menegaskan bahwa peran organisasi kemanusiaan tidak hanya hadir ketika bencana terjadi. PMI hadir sebelum, saat, dan setelah bencana, termasuk melalui edukasi masyarakat, peningkatan kesiapsiagaan, pengurangan risiko, bantuan kepada masyarakat terdampak, serta dukungan dalam proses pemulihan.

Kegiatan di CFD juga memberikan ruang bagi anggota PMR untuk belajar menjadi fasilitator sebaya sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.


“Kemarau boleh datang, kesiapsiagaan jangan hilang,” menjadi pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut.

Melalui Konferensi PMR dan edukasi masyarakat di ruang publik, PMI Kabupaten Grobogan berharap semakin banyak remaja yang mampu mengambil peran dalam aksi kemanusiaan serta semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk mencegah risiko bencana sejak dini.

Dengan demikian, PMR tidak hanya menjadi wadah pembinaan di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

0 comments:

Posting Komentar