Uji
Kecakapan PMR Madya SMP Negeri 1 Gubug, PMI Kabupaten Grobogan Uji Kemampuan
Pertolongan Pertama 47 Siswa
Grobogan, 2 September 2026 – Palang Merah
Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan bersama SMP Negeri 1 Gubug melaksanakan
kegiatan Uji Kecakapan Palang Merah Remaja (PMR) Madya Tahun 2026 dengan mata
uji Pertolongan Pertama. Kegiatan tersebut diikuti oleh 47 anggota PMR Madya
SMP Negeri 1 Gubug dan dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026).
Uji kecakapan ini menjadi bagian dari
proses evaluasi pembinaan anggota PMR untuk mengetahui tingkat penguasaan
pengetahuan dan keterampilan peserta, khususnya dalam bidang Pertolongan
Pertama.
Sebanyak 47 peserta mengikuti kegiatan
tersebut, terdiri dari 19 peserta laki-laki dan 28 peserta perempuan. Seluruh
peserta hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan tingkat kehadiran
mencapai 100 persen.
Pelaksanaan ujian dilakukan melalui dua
tahapan, yaitu tes tertulis dan ujian praktik. Pada tahap pertama, peserta
mengerjakan 50 soal pilihan ganda mengenai materi Pertolongan Pertama PMR
Madya.
Tes tertulis dilaksanakan menggunakan
Google Forms yang diakses melalui telepon seluler masing-masing peserta dengan
waktu pengerjaan selama 60 menit.
Setelah menyelesaikan tes tertulis,
peserta melanjutkan ke tahap ujian praktik. Untuk mempermudah pelaksanaan,
peserta dibagi menjadi dua kelompok dan melaksanakan ujian pada ruangan yang
berbeda.
Pada ujian praktik, peserta diberikan
simulasi kasus pertolongan terhadap korban yang mengalami pingsan. Peserta
diminta menunjukkan kemampuan dalam melakukan penilaian keadaan, pemeriksaan
respons korban, pemeriksaan kondisi dasar, menentukan tindakan pertolongan,
melakukan pemantauan, hingga memberikan laporan hasil pertolongan.
Pelaksanaan ujian praktik juga
menekankan pentingnya kerja sama antarpenolong. Setiap kelompok terdiri dari
dua orang yang memiliki pembagian tugas sebagai penolong utama dan asisten
penolong.
Tim penguji dari PMI Kabupaten
Grobogan, Hari Wibowo dan Marten Krisando Legowo, melakukan pengamatan dan
penilaian terhadap kemampuan peserta selama proses ujian berlangsung.
Penilaian dilakukan berdasarkan
beberapa aspek, antara lain kemampuan memastikan keamanan lokasi, penggunaan
alat pelindung diri, pemeriksaan respons korban, pemeriksaan jalan napas dan
pernapasan, tindakan pertolongan, pemantauan korban, komunikasi, kerja sama
tim, serta sikap peserta selama melakukan pertolongan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya
menjadi sarana penilaian bagi anggota PMR Madya, tetapi juga memberikan
pengalaman kepada peserta untuk menerapkan pengetahuan Pertolongan Pertama
dalam situasi simulasi.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa
seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian Uji Kecakapan dengan baik.
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan, seluruh peserta yang telah direkap
memperoleh nilai akhir sesuai atau di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
yang ditetapkan, yaitu 70.
PMI Kabupaten Grobogan berharap hasil
Uji Kecakapan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan pembina PMR
dalam meningkatkan kualitas pembinaan anggota PMR ke depan.
Latihan dan pembinaan Pertolongan
Pertama secara rutin dinilai penting untuk meningkatkan pengetahuan,
keterampilan, kesiapsiagaan, serta rasa percaya diri anggota PMR dalam
memberikan pertolongan sesuai dengan kemampuan dan batas kewenangannya.
Melalui kegiatan ini, anggota PMR Madya
SMP Negeri 1 Gubug diharapkan semakin memahami bahwa keterampilan Pertolongan
Pertama tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga sikap tenang,
kemampuan bekerja sama, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan mengambil
tindakan yang tepat dan aman.
PMI Kabupaten Grobogan akan terus
mendorong penguatan pembinaan Palang Merah Remaja di satuan pendidikan sebagai
upaya membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kemanusiaan, keterampilan, dan
kesiapsiagaan untuk membantu sesama.





















.jpeg)









