PMI
Grobogan Kenalkan PMR Mula dan Pertolongan Pertama kepada 150 Siswa MI Jabalul
Khoir Purwodadi
PURWODADI – Palang Merah
Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai
kemanusiaan, kepedulian terhadap sesama, serta kesiapsiagaan sejak usia dini.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Palang Merah
Remaja (PMR) Mula yang dilaksanakan di MI Unggulan Masjid Besar Jabalul
Khoir Purwodadi, Sabtu, 25 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul
08.00 WIB tersebut diikuti oleh 150 peserta didik, terdiri atas 63
siswa laki-laki dan 87 siswa perempuan. PMI Kabupaten Grobogan hadir
sebagai fasilitator dan narasumber untuk memberikan edukasi kepalangmerahan
kepada para peserta didik.
Sosialisasi ini bertujuan untuk
memperkenalkan Palang Merah Remaja (PMR) kepada peserta didik sejak usia dini
sekaligus memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai kemanusiaan, sikap peduli
dan tolong-menolong, perilaku hidup bersih dan sehat, kesiapsiagaan bencana,
serta pengetahuan dasar pertolongan pertama.
Dalam kegiatan tersebut, materi
disampaikan dengan metode yang interaktif dan disesuaikan dengan karakteristik
peserta didik usia sekolah dasar. Selain penyampaian materi melalui presentasi,
peserta juga mengikuti sesi tanya jawab, simulasi bencana, serta praktik dasar
pertolongan pertama.
Melalui sesi tanya jawab, para siswa
diberikan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan narasumber.
Peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai kondisi yang dapat terjadi
dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana sikap yang tepat ketika menghadapi
keadaan darurat.
Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi
bencana sebagai bentuk pembelajaran praktis. Dalam simulasi tersebut, peserta
dikenalkan dengan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika
menghadapi situasi darurat dengan tetap memperhatikan keselamatan diri dan
orang lain.
Selain kesiapsiagaan bencana, peserta
juga mendapatkan materi praktik dasar pertolongan pertama. Praktik tersebut
mencakup penanganan sederhana pada luka ringan serta tindakan awal yang dapat
dilakukan ketika menghadapi seseorang yang mengalami pingsan, termasuk kondisi
yang mungkin terjadi saat kegiatan sekolah seperti upacara.
Kepala MI Unggulan Masjid Besar Jabalul
Khoir, Dr. Budi Utomo, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas
pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang diberikan oleh PMI Kabupaten Grobogan.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki
manfaat penting dalam memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta didik
mengenai kepalangmerahan dan kemanusiaan. Selain itu, edukasi tentang
pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana juga dinilai penting untuk
membangun kesadaran siswa agar mampu bersikap tepat ketika menghadapi kondisi
darurat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya
memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga dapat menumbuhkan karakter
peduli terhadap sesama dan membangun kesadaran untuk selalu menjaga kesehatan
serta keselamatan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Dr. Budi
Utomo.
Ia juga berharap kegiatan sosialisasi
tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pembinaan PMR Mula di
lingkungan madrasah secara berkelanjutan, sehingga peserta didik memiliki
kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter
kemanusiaan sejak dini.
Sementara itu, selama kegiatan
berlangsung, para peserta terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap
rangkaian kegiatan. Antusiasme tersebut terlihat saat peserta mengikuti
penyampaian materi, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, hingga mengikuti
simulasi dan praktik pertolongan pertama.
Metode pembelajaran melalui simulasi
dan praktik memberikan pengalaman yang lebih nyata kepada peserta didik. Dengan
demikian, materi yang diberikan diharapkan tidak hanya dipahami secara teori,
tetapi juga dapat diingat dan diterapkan sesuai dengan kemampuan peserta dalam
kehidupan sehari-hari.
Pada akhir kegiatan, narasumber dari
PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar
senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga
kebersihan lingkungan, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta membangun
semangat untuk saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta juga diingatkan bahwa dalam
menghadapi keadaan darurat, setiap orang perlu mengutamakan keselamatan diri
terlebih dahulu dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan serta
pengetahuan yang dimiliki.
Kegiatan Sosialisasi PMR Mula kemudian
ditutup dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama antara peserta didik,
pihak madrasah, dan narasumber PMI Kabupaten Grobogan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Khoirul
Roziqin dan Rizka Indah Pratiwi sebagai narasumber dari PMI
Kabupaten Grobogan.
Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten
Grobogan berharap semakin banyak peserta didik yang mengenal kepalangmerahan
sejak dini dan memiliki karakter yang peduli, sehat, tanggap, serta memiliki
semangat kemanusiaan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari pembinaan
PMR Mula yang berkelanjutan di MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir
Purwodadi.
Sebagai tindak lanjut, PMI Kabupaten
Grobogan mendorong dilaksanakannya evaluasi pemahaman peserta, pelatihan
lanjutan, serta pembinaan PMR Mula di lingkungan madrasah. Dengan pembinaan
yang dilakukan secara berkelanjutan, nilai-nilai kemanusiaan dan
kepalangmerahan diharapkan dapat tumbuh dan menjadi bagian dari karakter
peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.












.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)







.jpeg)

.jpg)





.jpeg)
.jpeg)



