This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Senin, 10 Agustus 2026

Estafet Kepemimpinan KSR PMI Grobogan Berganti, Khoirul Roziqin dan Ayu Novi Pimpin Periode 2026–2028



PENGURUS BARU KSR PMI GROBOGAN PERIODE 2026–2028 RESMI DIBEKALI, KHOIRUL ROZIQIN DAN AYU NOVI PIMPIN KSR

GROBOGAN – Kepengurusan baru Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan masa bakti 2026–2028 resmi melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi relawan. Pergantian kepengurusan tersebut ditandai dengan serah terima jabatan sekaligus Pembekalan Manajemen Organisasi Pengurus KSR PMI Kabupaten Grobogan yang dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 8–9 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang Pengurus PMI Kabupaten Grobogan Lantai 2, Markas PMI Kabupaten Grobogan, Jalan P. Tendean No. 5A, Purwodadi.

Dalam kepengurusan baru, Khoirul Roziqin dipercaya sebagai Komandan KSR PMI Kabupaten Grobogan, didampingi Ayu Novi sebagai Wakil Komandan KSR, untuk masa bakti 2026–2028.

Keduanya diharapkan mampu membawa KSR PMI Kabupaten Grobogan semakin solid, aktif, dan mampu meningkatkan kontribusi relawan dalam berbagai kegiatan pelayanan kemanusiaan.

Pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi KSR. Sebelumnya, KSR PMI Kabupaten Grobogan dipimpin oleh Ramadhan Setya Putra Nugraha sebagai Komandan KSR dan Nurul Abdun sebagai Wakil Komandan KSR untuk periode 2024–2026.

PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ramadhan Setya Putra Nugraha dan Nurul Abdun atas pengabdian, kepemimpinan, kerja keras, serta dedikasi selama menjalankan amanah sebagai Komandan dan Wakil Komandan KSR PMI Kabupaten Grobogan.

Estafet kepemimpinan tersebut diharapkan tidak menjadi akhir dari pengabdian pengurus sebelumnya, tetapi menjadi bagian dari kesinambungan gerakan kerelawanan di PMI Kabupaten Grobogan.


Perkuat Kapasitas Pengurus Baru

Setelah serah terima jabatan, kegiatan dilanjutkan dengan Pembekalan Manajemen Organisasi Pengurus KSR. Pembekalan dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi selama masa kepengurusan.

Kegiatan diawali dengan arahan PMI Kabupaten Grobogan, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah materi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan organisasi KSR.

Materi pertama membahas Evaluasi dan Arah Pengembangan Organisasi KSR yang disampaikan Hari Wibowo. Peserta diajak melihat perkembangan organisasi sekaligus mengidentifikasi arah pengembangan KSR ke depan.

Materi berikutnya membahas Tata Kelola dan Kedudukan Organisasi KSR dalam PMI yang disampaikan Gesit Kristyawan. Materi ini memberikan pemahaman kepada pengurus mengenai kedudukan KSR serta tata kelola organisasi sebagai bagian dari PMI.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi Komunikasi, Koordinasi dan Kepemimpinan Pengurus KSR yang disampaikan Ahmad Dulrokhim.

Sementara itu, Happy Putra Pambudi menyampaikan materi mengenai Tugas, Fungsi dan Pembagian Peran Pengurus KSR. Pembagian tugas yang jelas diharapkan mampu menciptakan organisasi yang lebih efektif dan terarah.

Pada sesi malam, peserta juga mengikuti diskusi mengenai permasalahan dan kebutuhan KSR ke depan bersama Ramadhan dan Marten. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi pengurus untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, kebutuhan organisasi, serta gagasan pengembangan KSR.


Pengurus Menyusun Program Kerja

Pembekalan berlanjut pada Minggu (9/8/2026) dengan kegiatan yang lebih aplikatif. Pengurus mengikuti workshop penyusunan program kerja KSR 2026–2027 yang dipandu Hari Wibowo.

Pengurus kemudian menyusun pembagian tugas, PIC, dan target program dengan pendampingan Ahmad Dulrokhim. Tahapan berikutnya adalah penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama seluruh peserta.

Hasil penyusunan program kerja dan RTL kemudian dipresentasikan oleh pengurus KSR. Melalui proses tersebut, pengurus tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai manajemen organisasi secara teori, tetapi juga langsung menyusun rencana kerja yang akan menjadi bagian dari pelaksanaan program KSR.

Kegiatan kemudian ditutup dengan komitmen pengurus KSR PMI Kabupaten Grobogan dan penutupan oleh PMI Kabupaten Grobogan.

Membangun KSR yang Solid dan Responsif

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PMI Kabupaten Grobogan berharap KSR semakin mampu menjadi wadah pengembangan kapasitas relawan sekaligus mendukung berbagai program pelayanan kemanusiaan.

Kepemimpinan Khoirul Roziqin dan Ayu Novi diharapkan dapat memperkuat kekompakan internal, meningkatkan komunikasi dan koordinasi, serta mendorong lahirnya program-program KSR yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Pergantian kepengurusan ini juga menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai hal baik yang telah dilakukan kepengurusan sebelumnya sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan kerelawanan.

“Regenerasi bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan proses melanjutkan pengabdian, memperkuat organisasi, dan menyiapkan relawan yang semakin siap memberikan pelayanan kemanusiaan.”

Dengan semangat “Bergerak Bersama untuk Kemanusiaan”, KSR PMI Kabupaten Grobogan masa bakti 2026–2028 diharapkan semakin solid, aktif, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 


RIA AMANDA JUNI PERMATASARI TERPILIH SEBAGAI KOORDINATOR FORPIS GROBOGAN 2026–2027

GROBOGAN – Regenerasi kepemimpinan Palang Merah Remaja (PMR) di Kabupaten Grobogan memasuki babak baru. Ria Amanda Juni Permatasari, anggota PMR dari SMA Negeri 1 Godong, terpilih sebagai Koordinator Forum Palang Merah Remaja (FORPIS) PMI Kabupaten Grobogan periode 2026–2027.

Ria terpilih dalam Konferensi Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Kabupaten Grobogan Tahun 2026 yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Markas PMI Kabupaten Grobogan, Purwodadi.

Konferensi tersebut diikuti 62 peserta yang memiliki hak suara, yang merupakan perwakilan PMR Wira dari 31 SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Grobogan. Forum tersebut menjadi ruang bagi para anggota PMR untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi program, membahas pengembangan PMR, sekaligus menentukan arah kepemimpinan FORPIS untuk periode berikutnya.


Raih 45 Suara dari 62 Hak Suara

Pemilihan Koordinator FORPIS dilaksanakan melalui tahapan penjaringan calon, penyampaian visi dan misi, serta pemungutan suara secara demokratis.

Dalam proses pemungutan suara, Ria Amanda Juni Permatasari memperoleh 45 suara dari total 62 hak suara dan ditetapkan sebagai Koordinator FORPIS PMI Kabupaten Grobogan periode 2026–2027.

Hasil tersebut mendapat apresiasi dari peserta konferensi. Terpilihnya Ria diharapkan mampu menjadi awal penguatan komunikasi dan kolaborasi antaranggota PMR dari berbagai sekolah di Kabupaten Grobogan.

Ria Amanda mengatakan keikutsertaannya dalam FORPIS menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman, memperluas relasi, sekaligus melatih kemampuan kepemimpinan.

Ia juga membawa harapan agar FORPIS dapat menjadi wadah yang semakin aktif dalam mengembangkan potensi remaja dan kegiatan kepalangmerahan.


“Semoga amanah dalam menjalankan tugas, menginspirasi rekan sebaya, dan membawa PMR serta FORPIS Grobogan semakin maju.”

Bagi Ria, kepercayaan yang diberikan melalui forum konferensi tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus belajar dan bekerja bersama rekan-rekan PMR.

“Percaya diri dan yakin adalah kunci dari masa depan,” menjadi pesan yang ia sampaikan sebagai semangat dalam menjalankan amanah barunya.

Diikuti 31 Sekolah se-Kabupaten Grobogan

Konferensi PMR Tahun 2026 diikuti oleh perwakilan dari 31 sekolah di Kabupaten Grobogan, yang terdiri dari madrasah aliyah, SMA, dan SMK.

Sekolah yang mengikuti konferensi tersebut meliputi:

1.   MA Al-Azhar

2.   MA Miftahut Thullab

3.   MA Nuril Huda

4.   MA Sunniyyah Selo

5.   MA Yasi Brati

6.   MA YPI Klambu

7.   MAN 1 Grobogan

8.   SMA Muhammadiyah Purwodadi

9.   SMA Negeri 1 Gabus

10.                 SMA Negeri 1 Geyer

11.                 SMA Negeri 1 Godong

12.                 SMA Negeri 1 Grobogan

13.                 SMA Negeri 1 Gubug

14.                 SMA Negeri 1 Karangrayung

15.                 SMA Negeri 1 Kradenan

16.                 SMA Negeri 1 Pulokulon

17.                 SMA Negeri 1 Toroh

18.                 SMA Negeri 1 Wirosari

19.                 SMA PGRI Kuwu

20.                 SMK Astramitra

21.                 SMK AT-Thoat Toroh

22.                 SMK Muhammadiyah Purwodadi

23.                 SMK Negeri 1 Purwodadi

24.                 SMK Negeri 1 Wirosari

25.                 SMK Negeri 2 Purwodadi

26.                 SMK Pancasila 2 Integral

27.                 SMK Pembangunan Nasional Purwodadi

28.                 SMK PGRI Kuwu

29.                 SMK Satya Bhakti Ilmu Grobogan

30.                 SMK Yasiha Gubug

31.                 SMK YATPI Godong

Keterlibatan puluhan sekolah tersebut menunjukkan luasnya jejaring pembinaan PMR di Kabupaten Grobogan sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat program kepalangmerahan di kalangan remaja.


Tidak Berhenti di Ruang Konferensi

Konferensi PMR tidak hanya berorientasi pada pemilihan Koordinator FORPIS. Para peserta juga mengikuti berbagai agenda, mulai dari evaluasi program PMR tahun 2025–2026, penyampaian aspirasi, persidangan organisasi, penyusunan rekomendasi, hingga pembahasan program PMR berkelanjutan.

PMI Kabupaten Grobogan mendorong agar hasil konferensi dapat dibawa kembali oleh peserta ke sekolah masing-masing dan dikembangkan menjadi kegiatan nyata.

Dengan terpilihnya Ria Amanda Juni Permatasari, FORPIS Kabupaten Grobogan diharapkan semakin mampu menjadi wadah komunikasi, koordinasi, pengembangan kepemimpinan, dan kreativitas remaja, sekaligus memperkuat keterlibatan PMR dalam kegiatan kemanusiaan.

Dari Konferensi Menuju Aksi di Masyarakat

Semangat kepemimpinan remaja tersebut kemudian dilanjutkan melalui keterlibatan anggota PMR dalam kegiatan edukasi masyarakat di Car Free Day (CFD) Purwodadi.

Dalam kegiatan bertema “Kemarau Siaga: Hemat Air, Cegah Kebakaran”, PMI bersama PMR mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekeringan dan kebakaran pada musim kemarau.

Edukasi dilakukan secara interaktif dengan mengajak masyarakat memahami penggunaan air secara bijak serta langkah-langkah pencegahan kebakaran. PMR juga menggunakan permainan “Pilih Aman atau Bahaya?” agar pesan kesiapsiagaan lebih mudah diterima anak-anak dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan PMR tidak berhenti pada kegiatan internal organisasi. Remaja juga diberi ruang untuk tampil, berkomunikasi, mengedukasi, dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Konferensi PMR Grobogan 2026 akhirnya bukan sekadar forum memilih pemimpin baru, tetapi menjadi momentum memperkuat regenerasi, membangun jejaring antarsekolah, dan menyiapkan generasi muda untuk terus hadir dalam gerakan kemanusiaan.

PMI GROBOGAN PERKUAT PERAN REMAJA, GELAR KONFERENSI PMR DAN EDUKASI KEMARAU DI CFD

 


PMI GROBOGAN PERKUAT PERAN REMAJA, GELAR KONFERENSI PMR DAN EDUKASI KEMARAU DI CFD

GROBOGAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan terus mendorong peningkatan kapasitas dan peran aktif generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Konferensi Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Kabupaten Grobogan Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 8–9 Agustus 2026 di Markas PMI Kabupaten Grobogan, Purwodadi.

Kegiatan yang diikuti anggota PMR Wira dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Grobogan tersebut menjadi ruang bagi para remaja untuk menyampaikan aspirasi, melakukan evaluasi pembinaan PMR, menyusun gagasan program kerja berkelanjutan, sekaligus memperkuat jejaring antarunit PMR.


Konferensi dibuka pada Sabtu (8/8/2026) dan dilanjutkan dengan berbagai agenda, mulai dari dinamika kelompok, evaluasi program PMR tahun 2025–2026, penyampaian aspirasi peserta, hingga persidangan organisasi.

Selain membahas pengembangan PMR, konferensi juga menjadi bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan remaja melalui pemilihan Koordinator Forum Palang Merah Remaja (FORPIS) PMI Kabupaten Grobogan. Para calon menyampaikan visi dan misi sebelum mengikuti proses pemilihan secara demokratis melalui mekanisme voting.

PMI Kabupaten Grobogan berharap hasil konferensi tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi dapat diterapkan di masing-masing unit PMR sekolah. Peserta juga didorong menjadi penyampai informasi dan penggerak kegiatan kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kerangka kegiatan konferensi menempatkan PMR sebagai bagian penting dari proses pembinaan generasi muda PMI. PMR diharapkan mampu membentuk karakter remaja yang bersih, sehat, memiliki jiwa kepemimpinan, peduli, kreatif, mampu bekerja sama, bersahabat, dan ceria.


Edukasi Kemarau di CFD

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan keterlibatan anggota PMR dan relawan PMI dalam kegiatan edukasi masyarakat di area Car Free Day (CFD) Purwodadi, Minggu (9/8/2026).

Mengangkat tema “Kemarau Siaga: Hemat Air, Cegah Kebakaran”, PMI bersama PMR mengajak masyarakat, keluarga, anak-anak, dan remaja untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran pada musim kemarau.

Edukasi dikemas secara interaktif agar mudah diterima masyarakat. Peserta diajak memahami pentingnya menggunakan air secara bijak, tidak membiarkan keran terbuka, memperbaiki kebocoran, menggunakan kembali air yang masih layak untuk kebutuhan tertentu, serta menyimpan persediaan air untuk kebutuhan penting.

Pada sisi pencegahan kebakaran, PMI dan PMR mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di dekat lahan kering, tidak membuat api di sekitar rumput atau semak kering, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.


Pesan utama yang disampaikan adalah “Lihat, Kenali, Laporkan”. Masyarakat yang melihat asap atau kebakaran diimbau tidak mendekat hanya untuk melihat, tetapi mengutamakan keselamatan dan segera melaporkan kejadian kepada pihak yang berwenang.

Kegiatan edukasi juga dikemas melalui permainan interaktif “Pilih Aman atau Bahaya?”. Anak-anak dan pengunjung CFD diajak menentukan tindakan yang aman maupun berisiko, seperti penggunaan air secara hemat, membuang puntung rokok di tempat yang tidak semestinya, hingga tindakan yang tepat ketika melihat kebakaran.

Melalui kegiatan tersebut, PMI menegaskan bahwa peran organisasi kemanusiaan tidak hanya hadir ketika bencana terjadi. PMI hadir sebelum, saat, dan setelah bencana, termasuk melalui edukasi masyarakat, peningkatan kesiapsiagaan, pengurangan risiko, bantuan kepada masyarakat terdampak, serta dukungan dalam proses pemulihan.

Kegiatan di CFD juga memberikan ruang bagi anggota PMR untuk belajar menjadi fasilitator sebaya sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.


“Kemarau boleh datang, kesiapsiagaan jangan hilang,” menjadi pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut.

Melalui Konferensi PMR dan edukasi masyarakat di ruang publik, PMI Kabupaten Grobogan berharap semakin banyak remaja yang mampu mengambil peran dalam aksi kemanusiaan serta semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk mencegah risiko bencana sejak dini.

Dengan demikian, PMR tidak hanya menjadi wadah pembinaan di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Rabu, 29 Juli 2026

Kepala MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir Ikuti Donor Darah di PMI Grobogan

 


Kepala MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir Ikuti Donor Darah di PMI Grobogan

Grobogan – Wujud nyata kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Kepala MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir, Dr. Budi Utomo, S.Pd.I., M.Pd.I., dengan mengikuti kegiatan donor darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Grobogan.

Kegiatan donor darah tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui aksi kemanusiaan ini, Dr. Budi Utomo berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi sesama, khususnya bagi pasien yang sedang menjalani perawatan dan membutuhkan transfusi darah.

Menurut beliau, donor darah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang sederhana namun memiliki dampak yang sangat besar. Setiap kantong darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang untuk mempertahankan hidup.


"Donor darah bukan hanya tentang memberikan darah, tetapi juga tentang memberikan harapan dan kesempatan hidup bagi sesama. Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal kebaikan yang bermanfaat dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap kemanusiaan," ujar Dr. Budi Utomo.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir turut mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, wali murid, alumni, dan masyarakat yang memenuhi syarat kesehatan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan donor darah secara rutin.

PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendonor yang telah berkontribusi dalam menjaga ketersediaan darah. Setiap tetes darah yang didonorkan memiliki arti yang sangat besar bagi pasien yang membutuhkan, baik untuk penanganan darurat, operasi, maupun terapi berbagai penyakit.

Semangat berbagi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Kepala MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir diharapkan dapat menjadi teladan bagi seluruh warga madrasah dan masyarakat luas. Dengan bergotong royong dalam aksi kemanusiaan, kita dapat menghadirkan harapan dan membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa.

"Setetes darah yang kita berikan hari ini dapat menjadi sejuta harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Minggu, 26 Juli 2026

PMI Grobogan Kenalkan PMR Mula dan Pertolongan Pertama kepada 150 Siswa MI Jabalul Khoir Purwodadi

 

PMI Grobogan Kenalkan PMR Mula dan Pertolongan Pertama kepada 150 Siswa MI Jabalul Khoir Purwodadi

PURWODADI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian terhadap sesama, serta kesiapsiagaan sejak usia dini. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Palang Merah Remaja (PMR) Mula yang dilaksanakan di MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir Purwodadi, Sabtu, 25 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh 150 peserta didik, terdiri atas 63 siswa laki-laki dan 87 siswa perempuan. PMI Kabupaten Grobogan hadir sebagai fasilitator dan narasumber untuk memberikan edukasi kepalangmerahan kepada para peserta didik.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan Palang Merah Remaja (PMR) kepada peserta didik sejak usia dini sekaligus memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai kemanusiaan, sikap peduli dan tolong-menolong, perilaku hidup bersih dan sehat, kesiapsiagaan bencana, serta pengetahuan dasar pertolongan pertama.

Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan dengan metode yang interaktif dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik usia sekolah dasar. Selain penyampaian materi melalui presentasi, peserta juga mengikuti sesi tanya jawab, simulasi bencana, serta praktik dasar pertolongan pertama.


Melalui sesi tanya jawab, para siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan narasumber. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai kondisi yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana sikap yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi bencana sebagai bentuk pembelajaran praktis. Dalam simulasi tersebut, peserta dikenalkan dengan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi darurat dengan tetap memperhatikan keselamatan diri dan orang lain.

Selain kesiapsiagaan bencana, peserta juga mendapatkan materi praktik dasar pertolongan pertama. Praktik tersebut mencakup penanganan sederhana pada luka ringan serta tindakan awal yang dapat dilakukan ketika menghadapi seseorang yang mengalami pingsan, termasuk kondisi yang mungkin terjadi saat kegiatan sekolah seperti upacara.

Kepala MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir, Dr. Budi Utomo, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang diberikan oleh PMI Kabupaten Grobogan.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki manfaat penting dalam memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta didik mengenai kepalangmerahan dan kemanusiaan. Selain itu, edukasi tentang pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana juga dinilai penting untuk membangun kesadaran siswa agar mampu bersikap tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga dapat menumbuhkan karakter peduli terhadap sesama dan membangun kesadaran untuk selalu menjaga kesehatan serta keselamatan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Dr. Budi Utomo.

Ia juga berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pembinaan PMR Mula di lingkungan madrasah secara berkelanjutan, sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter kemanusiaan sejak dini.

Sementara itu, selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Antusiasme tersebut terlihat saat peserta mengikuti penyampaian materi, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, hingga mengikuti simulasi dan praktik pertolongan pertama.

Metode pembelajaran melalui simulasi dan praktik memberikan pengalaman yang lebih nyata kepada peserta didik. Dengan demikian, materi yang diberikan diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diingat dan diterapkan sesuai dengan kemampuan peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhir kegiatan, narasumber dari PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta membangun semangat untuk saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta juga diingatkan bahwa dalam menghadapi keadaan darurat, setiap orang perlu mengutamakan keselamatan diri terlebih dahulu dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan serta pengetahuan yang dimiliki.

Kegiatan Sosialisasi PMR Mula kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama antara peserta didik, pihak madrasah, dan narasumber PMI Kabupaten Grobogan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Khoirul Roziqin dan Rizka Indah Pratiwi sebagai narasumber dari PMI Kabupaten Grobogan.

Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap semakin banyak peserta didik yang mengenal kepalangmerahan sejak dini dan memiliki karakter yang peduli, sehat, tanggap, serta memiliki semangat kemanusiaan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari pembinaan PMR Mula yang berkelanjutan di MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir Purwodadi.

Sebagai tindak lanjut, PMI Kabupaten Grobogan mendorong dilaksanakannya evaluasi pemahaman peserta, pelatihan lanjutan, serta pembinaan PMR Mula di lingkungan madrasah. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, nilai-nilai kemanusiaan dan kepalangmerahan diharapkan dapat tumbuh dan menjadi bagian dari karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.