PMI
Kabupaten Grobogan Tanggap Darurat Banjir, 9.736 KK Terdampak
GROBOGAN – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan,
Jawa Tengah, pada Minggu (16/2/2026) dini hari sekitar pukul 02.10 WIB.
Peristiwa ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah
tersebut sejak Sabtu (15/2/2026) pukul 21.00 WIB hingga Minggu (16/2/2026)
pukul 05.00 WIB.
Selain
curah hujan tinggi, kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang
menyebabkan debit air meningkat drastis hingga meluap. Sejumlah tanggul
dilaporkan jebol sehingga air merendam permukiman warga dan fasilitas umum.
Merespons
kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan menetapkan Status Tanggap
Darurat Bencana Banjir melalui Surat Keputusan Bupati Grobogan Tahun 2026 guna
mempercepat penanganan darurat dan mobilisasi sumber daya lintas sektor.
Berdasarkan
data terbaru per Selasa (18/2/2026), banjir berdampak pada 11 kecamatan dan 45
desa dengan total 9.736 kepala keluarga (KK) terdampak. Kerusakan yang tercatat
meliputi satu unit rumah rusak berat, tujuh titik tanggul jebol, serta lahan
pertanian terdampak seluas kurang lebih 230 hektare.
Selain
itu, genangan air juga merendam enam Sekolah Dasar Negeri (SDN), tiga fasilitas
kesehatan, dan 18 tempat ibadah.
Adapun
wilayah yang hingga kini masih tergenang antara lain Kecamatan Purwodadi (Desa
Cingkrong, Karanganyar, dan Kuripan), Kecamatan Tegowanu (Desa Mangunsari dan
Tajemsari), Kecamatan Godong (Desa Tinanding), serta Kecamatan Tawangharjo.
Sementara itu, Kecamatan Kedungjati, Karangrayung, Geyer, serta sebagian
wilayah Kecamatan Toroh dan Penawangan dilaporkan berangsur surut.
Respons Cepat PMI
Sejak
hari pertama kejadian, PMI Kabupaten Grobogan bersama Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta relawan bergerak melakukan
penanganan darurat.
Pada
Senin (16/2/2026) pukul 06.00–11.00 WIB, PMI bersama BPBD mengevakuasi warga
terdampak di Perumahan Permata Hijau dan Perumahan Griya Citra Dewata. Sebanyak
79 jiwa, termasuk delapan lanjut usia (lansia) dan anak-anak, berhasil dipindahkan
ke lokasi yang lebih aman.
Ketua
PMI Kabupaten Grobogan menyatakan bahwa seluruh personel dan relawan dikerahkan
untuk memastikan keselamatan warga terdampak.
“Sejak
dini hari kami langsung bergerak melakukan asesmen dan evakuasi. Fokus utama kami
adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak,
dan pasien dengan kebutuhan medis khusus. Kami juga memastikan distribusi
logistik dan layanan kesehatan berjalan optimal,” ujarnya.
Tim
ambulans PMI juga memberikan layanan kegawatdaruratan bagi pasien rawat jalan
cuci darah dari kawasan Simpang Lima Purwodadi yang dirujuk ke RS Permata
Bunda. Selain itu, petugas menangani korban terpeleset akibat banjir di Desa
Ngraji serta mengevakuasi warga yang terjebak saat pulang dari pasar di Desa
Karanganyar, Kecamatan Purwodadi.
Distribusi Logistik dan Pembersihan Fasilitas
Pada
Selasa (17/2/2026), PMI mendistribusikan bantuan logistik ke sejumlah dapur
umum dan wilayah terdampak, antara lain Desa Manggarmas (Kecamatan Godong),
Desa Karanganyar, Kelurahan Purwodadi, Kelurahan Kuripan, Desa Cingkrong,
Kelurahan Kalongan, serta Desa Getasrejo.
Bantuan
yang disalurkan meliputi beras, mi instan, minyak goreng, telur, selimut, serta
kebutuhan pokok lainnya guna mendukung kebutuhan warga terdampak dan
operasional dapur umum.
Memasuki
hari ketiga, Rabu (18/2/2026), PMI bersama BPBD, Pramuka Peduli, TNI/Polri, dan
relawan melaksanakan kerja bakti pembersihan fasilitas umum terdampak banjir,
seperti tempat ibadah dan sekolah dasar.
Bupati
Grobogan dalam keterangannya menegaskan bahwa pemerintah daerah akan
mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk percepatan pemulihan.
“Status
tanggap darurat telah kami tetapkan agar koordinasi lintas instansi lebih
efektif dan bantuan dapat segera tersalurkan. Kami mengimbau masyarakat tetap
waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas di
lapangan,” katanya.
Ia
juga memastikan pemerintah daerah akan melakukan pendataan lanjutan untuk
perbaikan tanggul, pemulihan lahan pertanian, serta bantuan bagi warga yang
rumahnya mengalami kerusakan.
PMI
Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan
pelayanan kemanusiaan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi hingga kondisi
benar-benar pulih.
















.jpg)



.jpg)

.jpg)
.jpg)

.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)
