PETUNJUK TEKNIS
OLIMPIADE PMR MADYA DAN WIRA
PMI KABUPATEN GROBOGAN
TAHUN 2026
TEMA
"Meningkatkan Kompetensi, Kepedulian, dan Semangat Kemanusiaan Relawan Muda Melalui Aksi Nyata"
SUBTEMA
"Terampil Menolong, Peduli Sesama, dan Siap Beraksi untuk Kemanusiaan"
Hari/Tanggal: Sabtu, 30 Januari 2026
Tempat: SMP Kristen Purwodadi
Alamat: Jl. Kapten Tendean No. 2, Purwodadi
PENYELENGGARA
PALANG MERAH INDONESIA KABUPATEN GROBOGAN
BAB I
KETENTUAN UMUM
A. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama:
OLIMPIADE PMR MADYA DAN WIRA PMI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2026
B. LATAR BELAKANG
Hari Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) diperingati setiap tanggal 26 Desember sebagai momentum untuk menghargai semangat, pengabdian, dan kontribusi para relawan dalam pelayanan kemanusiaan.
Peristiwa gempa bumi dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 menjadi salah satu peristiwa penting yang memperlihatkan besarnya peran relawan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak. Relawan PMI turut berperan dalam berbagai bentuk pelayanan kemanusiaan.
Momentum Hari Relawan PMI menjadi kesempatan untuk terus menumbuhkan semangat pengabdian, kepedulian, solidaritas, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam perkembangan pembinaan generasi muda, Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kepedulian, kreativitas, kepemimpinan, dan semangat kemanusiaan.
PMR Madya dan PMR Wira sebagai bagian dari pembinaan generasi muda PMI perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan yang edukatif, kompetitif, sportif, dan menyenangkan.
Atas dasar tersebut, PMI Kabupaten Grobogan menyelenggarakan:
"OLIMPIADE PMR MADYA DAN WIRA PMI KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2026"
sebagai salah satu kegiatan dalam rangka memperingati Hari Relawan PMI Tahun 2026.
Olimpiade ini tidak semata-mata diarahkan untuk memperoleh piala atau peringkat, tetapi menjadi sarana pembelajaran, evaluasi pembinaan, peningkatan kapasitas, pengembangan keterampilan, serta pembentukan karakter anggota PMR.
Melalui mata lomba Pertolongan Pertama, Perawatan Keluarga, dan Edukasi Donor Darah, peserta diharapkan mampu menunjukkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, komunikasi, kerja sama, kedisiplinan, dan kepedulian yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
C. TEMA
"Meningkatkan Kompetensi, Kepedulian, dan Semangat Kemanusiaan Relawan Muda Melalui Aksi Nyata"
D. SUBTEMA
"Terampil Menolong, Peduli Sesama, dan Siap Beraksi untuk Kemanusiaan"
E. MAKSUD
Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana pembinaan, pengembangan, evaluasi, dan peningkatan kapasitas anggota PMR melalui kompetisi yang edukatif, sportif, kreatif, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
F. TUJUAN
Kegiatan bertujuan untuk:
meningkatkan pengetahuan kepalangmerahan;
meningkatkan keterampilan Pertolongan Pertama;
meningkatkan keterampilan Perawatan Keluarga;
meningkatkan pengetahuan mengenai donor darah;
meningkatkan kemampuan edukasi donor darah;
meningkatkan kemampuan komunikasi;
meningkatkan kemampuan kerja sama;
melatih keberanian dan kepercayaan diri;
meningkatkan kepedulian terhadap sesama;
meningkatkan kedisiplinan;
menumbuhkan sportivitas;
memberikan pengalaman kompetisi yang sehat;
menjadi media evaluasi pembinaan PMR di sekolah;
mempererat persahabatan antaranggota PMR;
mendorong kreativitas anggota PMR; dan
menumbuhkan semangat kemanusiaan dan kerelawanan.
BAB II
PENYELENGGARAAN
A. PENYELENGGARA
Kegiatan diselenggarakan oleh:
PALANG MERAH INDONESIA KABUPATEN GROBOGAN
dengan melibatkan:
Pengurus PMI Kabupaten Grobogan;
Staf Markas PMI Kabupaten Grobogan;
KSR PMI Kabupaten Grobogan;
Dewan Juri;
panitia pelaksana; dan
unsur pendukung lainnya sesuai kebutuhan.
B. WAKTU DAN TEMPAT
1. Pelaksanaan
2. Technical Meeting
Technical Meeting digunakan untuk menyampaikan penjelasan teknis dan menyamakan pemahaman antara panitia, juri, Pembina Pendamping, dan peserta.
BAB III
PESERTA DAN KONTINGEN
A. KATEGORI PESERTA
Peserta terdiri atas:
PMR Madya — Anggota PMR tingkat SMP/MTs atau sederajat.
PMR Wira — Anggota PMR tingkat SMA/SMK/MA atau sederajat.
B. KOMPOSISI KONTINGEN
Setiap sekolah/unit dapat mengirimkan 1 (satu) kontingen.
Komposisi setiap kontingen:
Dengan demikian:
1 kontingen = 1 Pembina + 5 peserta lomba = 6 orang.
C. KETENTUAN PESERTA
Peserta merupakan anggota PMR aktif.
Peserta berasal dari sekolah/unit yang sama.
Setiap sekolah/unit mengirimkan satu kontingen.
Peserta tidak diperbolehkan berpindah kontingen.
Peserta wajib mengikuti ketentuan panitia.
Peserta wajib mengikuti Technical Meeting melalui Pembina Pendamping.
Peserta wajib menjaga nama baik sekolah, PMR, dan PMI.
Peserta wajib menjunjung tinggi sportivitas.
Peserta wajib menjaga ketertiban selama kegiatan.
Peserta wajib menghormati Dewan Juri dan panitia.
D. PEMBINA PENDAMPING
Pembina Pendamping:
bertanggung jawab terhadap peserta selama kegiatan;
mengikuti informasi resmi panitia;
memastikan peserta memahami ketentuan;
mendampingi peserta di luar area perlombaan;
tidak diperbolehkan memberikan bantuan selama perlombaan apabila dilarang;
tidak diperbolehkan memberikan jawaban atau kode;
wajib mengikuti pengarahan panitia;
menjadi penghubung antara sekolah dengan panitia.
BAB IV
MATA LOMBA
Olimpiade terdiri atas tiga mata lomba:
A. PMR MADYA
Pertolongan Pertama (PP)
Perawatan Keluarga (PK)
Donor Darah/Edukasi Donor Darah (DDS)
B. PMR WIRA
Pertolongan Pertama (PP)
Perawatan Keluarga (PK)
Donor Darah/Edukasi Donor Darah (DDS)
C. PESERTA MASING-MASING LOMBA
Satu peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu mata lomba.
BAB V
PENDAFTARAN DAN KONTRIBUSI
A. PENDAFTARAN
Pendaftaran dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan panitia.
Batas akhir pendaftaran:
Minggu, 4 Desember 2026 pukul 23.59 WIB.
B. DATA PENDAFTARAN
Data yang disampaikan meliputi:
nama sekolah/unit;
alamat sekolah;
nama Pembina Pendamping;
nomor WhatsApp Pembina;
nama peserta;
tempat dan tanggal lahir;
jenis kelamin;
kelas;
tingkat PMR;
mata lomba;
nomor identitas/kartu pelajar apabila tersedia; dan
dokumen administrasi lain yang ditetapkan panitia.
C. KONTRIBUSI PESERTA
Setiap sekolah/unit yang mengikuti kegiatan dikenakan kontribusi sebesar:
Rp300.000,-
(Tiga Ratus Ribu Rupiah)
PER SEKOLAH/KONTINGEN
Kontribusi tersebut merupakan kontribusi satu kontingen secara keseluruhan, bukan dihitung berdasarkan jumlah peserta/orang.
Penegasan:
Rp300.000,- adalah kontribusi untuk 1 (satu) sekolah/kontingen, bukan Rp300.000,- per peserta.
Setiap kontingen terdiri atas:
1 Pembina Pendamping;
2 peserta PP;
2 peserta PK;
1 peserta DDS.
Jumlah = 6 orang/kontingen.
BAB VI
FASILITAS PESERTA
Dengan kontribusi sebesar Rp300.000,- per sekolah/kontingen, peserta memperoleh fasilitas:
A. PIAGAM
Piagam diberikan kepada peserta sesuai ketentuan panitia sebagai bukti keikutsertaan dalam kegiatan.
B. ID CARD
Setiap anggota kontingen memperoleh ID Card sesuai data pendaftaran.
Jumlah: 6 ID Card/kontingen.
C. MAKAN SIANG
Makan siang diberikan kepada anggota kontingen yang telah didaftarkan dan diverifikasi.
Jumlah: 6 orang/kontingen.
D. KESEMPATAN MENGIKUTI SELURUH MATA LOMBA
Dengan satu kali kontribusi, kontingen dapat mengikuti:
PP;
PK; dan
DDS.
E. PIALA/PENGHARGAAN
Kontingen berkesempatan memperoleh piala sesuai hasil perlombaan.
Piala tidak diberikan otomatis kepada seluruh kontingen, tetapi diberikan berdasarkan hasil penilaian.
BAB VII
VERIFIKASI PESERTA
A. VERIFIKASI
Panitia melakukan:
pemeriksaan data peserta;
pemeriksaan kelengkapan administrasi;
pemeriksaan kesesuaian peserta;
pemeriksaan mata lomba;
pemeriksaan pembayaran kontribusi;
penetapan data peserta.
B. JADWAL VERIFIKASI
Catatan: Jadwal di atas telah diselaraskan dengan tanggal pelaksanaan 30 Januari 2026 dan Technical Meeting 9 Januari 2026. Apabila terdapat penyesuaian, akan diinformasikan melalui kanal resmi panitia.
C. PERUBAHAN DATA
Perubahan data setelah batas waktu hanya dapat dilakukan berdasarkan persetujuan panitia.
Perubahan tidak boleh digunakan untuk mengganti peserta secara bebas setelah data final ditetapkan.
BAB VIII
REGISTRASI ULANG
A. WAKTU
Registrasi ulang dilaksanakan pada hari kegiatan sebelum perlombaan dimulai.
B. KETENTUAN
Kontingen wajib:
hadir tepat waktu;
melakukan registrasi ulang;
melakukan absensi;
menerima ID Card;
menerima nomor peserta;
mengikuti briefing;
memastikan data peserta benar.
C. NOMOR PESERTA
Nomor peserta ditetapkan panitia.
Nomor digunakan dalam pemanggilan peserta.
Nomor dapat digunakan untuk menentukan urutan tampil.
Peserta wajib mengikuti urutan yang ditetapkan.
BAB IX
KETENTUAN UMUM PERLOMBAAN
A. KEWAJIBAN PESERTA
Peserta wajib:
menggunakan seragam sesuai ketentuan;
menggunakan sepatu;
membawa alat tulis;
membawa perlengkapan pribadi;
membawa obat pribadi apabila diperlukan;
menjaga ketertiban;
menjaga kebersihan;
menghormati juri;
menghormati panitia;
menghormati peserta lain;
mengikuti arahan panitia;
menjaga fasilitas;
menjaga nama baik sekolah;
menjaga nama baik PMR;
menjaga nama baik PMI; dan
menjunjung tinggi sportivitas.
B. LARANGAN
Peserta dilarang:
menyontek;
melakukan kecurangan;
menerima bantuan yang tidak diperbolehkan;
menerima arahan Pembina selama perlombaan apabila dilarang;
menggunakan alat komunikasi ketika dilarang;
mengganggu peserta lain;
memasuki area lomba tanpa izin;
merusak fasilitas;
memanipulasi data;
mengganti peserta secara tidak sah;
melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
BAB X
PERALATAN PESERTA
Peserta wajib membawa perlengkapan yang telah ditentukan.
APD untuk Lomba Pertolongan Pertama (PP) dan Perawatan Keluarga (PK) dibawa oleh masing-masing peserta.
Alat-alat Pertolongan Pertama (PP) dibawa oleh masing-masing peserta.
Peralatan harus dalam kondisi aman.
Peralatan harus dalam kondisi layak pakai.
Panitia berhak memeriksa kelengkapan peralatan peserta.
Peralatan yang tidak sesuai ketentuan dilarang digunakan.
Peserta bertanggung jawab penuh atas barang-barang pribadi masing-masing.
Peralatan yang telah disediakan oleh panitia tidak perlu dibawa oleh peserta.
Ketentuan lebih rinci mengenai perlengkapan akan disampaikan pada saat Technical Meeting.
BAB XI
PETUNJUK TEKNIS PERTOLONGAN PERTAMA
A. NAMA LOMBA
Pertolongan Pertama (PP)
B. PESERTA
Setiap kontingen mengirimkan: 2 peserta.
C. BABAK PENYISIHAN
1. PMR Madya
50 soal pilihan ganda;
waktu 60 menit.
2. PMR Wira
50 soal pilihan ganda;
waktu 60 menit.
Materi soal terdiri atas:
70% materi Pertolongan Pertama dan 30% materi kepalangmerahan/PMR.
D. KOMPOSISI MATERI
E. BOBOT NILAI PP
F. KETENTUAN TES TERTULIS
Peserta mengerjakan secara mandiri.
Peserta membawa alat tulis.
Peserta tidak diperbolehkan menggunakan alat komunikasi.
Peserta tidak diperbolehkan membuka referensi.
Peserta wajib mengikuti instruksi pengawas.
Peserta tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan peserta lain.
G. FINAL PP
Maksimal 10 tim terbaik dari masing-masing kategori dapat mengikuti babak final.
Penetapan finalis berdasarkan nilai penyisihan tertinggi.
H. PRAKTIK PP MADYA
Skenario: Korban mengalami pingsan.
Peserta melakukan pertolongan sesuai prinsip Pertolongan Pertama, antara lain:
memastikan keamanan lokasi;
memastikan keselamatan penolong;
melakukan pemeriksaan awal;
memeriksa respons korban;
meminta bantuan;
melakukan tindakan pertolongan sesuai kondisi;
melakukan pemantauan;
melakukan komunikasi;
melakukan pelaporan.
I. PRAKTIK PP WIRA
Skenario: Korban mengalami cedera/patah tulang.
Peserta melakukan tindakan sesuai prinsip Pertolongan Pertama, antara lain:
memastikan keamanan lokasi;
memastikan keselamatan penolong;
melakukan pemeriksaan korban;
melakukan penilaian kondisi;
memberikan pertolongan sesuai kondisi;
melakukan pembidaian sesuai kebutuhan;
melakukan pemantauan;
melakukan komunikasi;
melakukan pelaporan.
J. KETENTUAN PRAKTIK
Kasus ditentukan melalui mekanisme yang ditetapkan panitia.
Korban simulasi diperankan oleh panitia/petugas.
Peserta membagi tugas sesuai kebutuhan.
Peserta wajib memperhatikan keselamatan.
Peserta wajib mengikuti skenario.
Peserta tidak diperbolehkan menerima bantuan Pembina.
Waktu maksimal 10 menit.
Waktu termasuk persiapan.
Waktu dimulai dengan aba-aba "MULAI".
Waktu berakhir dengan aba-aba "SELESAI".
K. PENILAIAN PRAKTIK
Penilaian memperhatikan:
keselamatan;
pemeriksaan korban;
ketepatan prosedur;
ketepatan teknik;
penggunaan peralatan;
komunikasi;
kerja sama;
sikap;
ketelitian;
efisiensi waktu.
L. TIE-BREAK PP
Jika nilai akhir sama:
nilai praktik lebih tinggi;
waktu praktik lebih singkat;
nilai tes tertulis lebih tinggi;
keputusan Dewan Juri.
REKOMENDASI BUKU PANDUAN
Buku utama:
Buku Pedoman Pertolongan Pertama, Palang Merah Indonesia, edisi terbaru yang berlaku.
Buku Materi PMR Madya dan PMR Wira, bidang Pertolongan Pertama.
Buku pendukung:
Modul Pelatihan Pertolongan Pertama PMI.
Buku Panduan Fasilitator Pertolongan Pertama.
Materi kepalangmerahan/PMR sesuai tingkat Madya dan Wira.
BAB XII
PETUNJUK TEKNIS PERAWATAN KELUARGA
A. NAMA LOMBA
Perawatan Keluarga (PK)
B. PESERTA
Setiap kontingen mengirimkan: 2 peserta.
C. TES TERTULIS
PMR Madya
PMR Wira
Komposisi soal:
D. KOMPOSISI MATERI
E. BOBOT NILAI PK
F. FINAL
Maksimal 10 tim terbaik dari masing-masing kategori mengikuti praktik final.
G. PRAKTIK PMR MADYA
Skenario: Mengganti seprai dengan pasien.
Penilaian memperhatikan:
persiapan;
komunikasi;
kebersihan;
teknik;
keselamatan pasien;
kenyamanan;
kerapian;
kerja sama.
H. PRAKTIK PMR WIRA
Skenario: Membantu pasien dalam Kebutuhan Eliminasi (BAB/BAK).
Penilaian memperhatikan:
privasi pasien;
komunikasi;
kebersihan;
APD;
persiapan alat;
teknik;
keselamatan;
kenyamanan;
kerapian;
penanganan alat.
I. KETENTUAN PRAKTIK
Peserta menunggu di ruang tunggu.
Peserta dipanggil berdasarkan nomor.
Peserta memasuki area setelah dipanggil.
Peserta menerima skenario.
Peserta mempersiapkan alat.
Peserta melaksanakan praktik.
Peserta menjaga privasi pasien.
Peserta memperhatikan keselamatan.
Waktu maksimal 10 menit.
Waktu termasuk persiapan.
Waktu dimulai dengan aba-aba "MULAI".
Waktu berakhir dengan aba-aba "SELESAI".
J. PENILAIAN PRAKTIK PK
K. TIE-BREAK PK
Jika nilai akhir sama:
nilai praktik lebih tinggi;
waktu praktik lebih singkat;
nilai tes tertulis lebih tinggi;
keputusan Dewan Juri.
REKOMENDASI BUKU PANDUAN
Buku utama:
Buku Perawatan Keluarga Edisi Ketiga Tahun 2019, Palang Merah Indonesia.
Buku Materi PMR Madya dan PMR Wira, bidang Perawatan Keluarga.
Buku pendukung:
Buku Panduan Fasilitator RSPS (Rumah Sakit Pendidikan/RSPS).
Modul Pelatihan Perawatan Keluarga PMI.
Materi kepalangmerahan/PMR sesuai tingkat Madya dan Wira.
BAB XIII
PETUNJUK TEKNIS DONOR DARAH/EDUKASI DONOR DARAH
A. NAMA LOMBA
Donor Darah/Edukasi Donor Darah (DDS)
B. PESERTA
Setiap kontingen mengirimkan: 1 peserta.
C. BENTUK LOMBA
Lomba dilaksanakan dalam bentuk: Presentasi Edukasi Donor Darah.
Tema: "DONOR DARAH"
D. TUJUAN
meningkatkan pengetahuan tentang donor darah;
meningkatkan kepedulian terhadap kebutuhan darah;
meningkatkan kemampuan edukasi;
meningkatkan kemampuan komunikasi;
mengenalkan peran PMI dalam pelayanan donor darah;
mendorong keterlibatan PMR dalam edukasi donor darah.
E. MATERI
Materi dapat mencakup:
pengertian donor darah;
manfaat donor darah;
pentingnya ketersediaan darah;
persyaratan donor darah;
proses donor darah secara umum;
peran PMI;
peran PMR;
peran masyarakat;
edukasi donor darah;
mitos dan fakta mengenai donor darah.
Informasi yang disampaikan harus benar dan tidak menyesatkan.
F. RENCANA EDUKASI
Peserta menyiapkan Rencana Edukasi Donor Darah yang sekurang-kurangnya memuat:
identitas sekolah;
nama peserta;
tema;
tujuan;
sasaran;
materi;
metode;
media;
langkah penyampaian;
evaluasi.
Rencana Edukasi diserahkan sesuai ketentuan panitia.
G. MEDIA
Media yang digunakan adalah low technology/non-elektronik.
Diperbolehkan:
poster;
flipchart;
kartu edukasi;
papan informasi;
media cetak;
alat bantu manual.
Tidak diperbolehkan:
H. WAKTU
Waktu presentasi maksimal: 8 menit
Ketentuan:
waktu dimulai setelah aba-aba/persilaan;
peserta wajib mengatur waktu sendiri;
peserta wajib berhenti setelah waktu berakhir;
kelebihan waktu dapat menjadi pertimbangan penilaian.
I. PENILAIAN DDS
J. TIE-BREAK DDS
Jika nilai sama:
nilai pengetahuan/materi;
nilai keterampilan penyampaian;
nilai komunikasi;
nilai sikap dan penampilan;
keputusan Dewan Juri.
REKOMENDASI BUKU PANDUAN
Buku utama:
Buku Pedoman Donor Darah, Palang Merah Indonesia.
Modul Edukasi Donor Darah PMI.
Materi Kampanye Donor Darah PMI.
Buku pendukung:
Materi dari Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Grobogan/Provinsi Jawa Tengah.
Buku Materi PMR Madya dan PMR Wira, bidang Donor Darah.
Leaflet, poster, atau media edukasi resmi PMI.
BAB XIV
SISTEM PENILAIAN
A. NILAI AKHIR PP
Nilai PP = 40% Tes Tertulis + 60% Praktik
B. NILAI AKHIR PK
Nilai PK = 40% Tes Tertulis + 60% Praktik
C. NILAI AKHIR DDS
Nilai DDS = 100% Nilai Presentasi
Nilai akhir setiap mata lomba menjadi dasar penentuan Piala Juara.
BAB XV
SISTEM PENENTUAN JUARA, JUARA UMUM, DAN PERINGKAT
Sistem penghargaan Olimpiade PMR Madya dan Wira PMI Kabupaten Grobogan Tahun 2026 terdiri atas:
Juara Mata Lomba;
Juara Umum PMR Madya dan PMR Wira; dan
Peringkat Keseluruhan PMR Madya dan PMR Wira.
Ketiga penghargaan tersebut memiliki dasar penilaian yang berbeda dan tidak boleh disamakan.
A. JUARA BERDASARKAN MATA LOMBA
Piala Juara Mata Lomba diberikan berdasarkan nilai akhir pada masing-masing mata lomba.
Mata lomba terdiri atas:
Pertolongan Pertama (PP);
Perawatan Keluarga (PK); dan
Donor Darah/Edukasi Donor Darah (DDS).
Penentuan dilakukan secara terpisah untuk PMR Madya dan PMR Wira.
1. PMR Madya
PP
Juara I PP PMR Madya
Juara II PP PMR Madya
Juara III PP PMR Madya
PK
Juara I PK PMR Madya
Juara II PK PMR Madya
Juara III PK PMR Madya
DDS
Juara I DDS PMR Madya
Juara II DDS PMR Madya
Juara III DDS PMR Madya
2. PMR Wira
PP
Juara I PP PMR Wira
Juara II PP PMR Wira
Juara III PP PMR Wira
PK
Juara I PK PMR Wira
Juara II PK PMR Wira
Juara III PK PMR Wira
DDS
Juara I DDS PMR Wira
Juara II DDS PMR Wira
Juara III DDS PMR Wira
B. JUARA UMUM
1. Pengertian
Juara Umum merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada kontingen yang memperoleh akumulasi poin prestasi terbaik dari seluruh mata lomba.
Juara Umum ditetapkan secara terpisah untuk:
Juara Umum PMR Madya; dan
Juara Umum PMR Wira.
Dengan demikian, terdapat dua Piala Juara Umum, yaitu:
Piala Juara Umum PMR Madya
Piala Juara Umum PMR Wira
2. Dasar Penentuan Juara Umum
Juara Umum ditentukan berdasarkan poin prestasi yang diperoleh kontingen pada masing-masing mata lomba, bukan hanya berdasarkan satu mata lomba dan bukan pula hanya berdasarkan total nilai mentah.
Poin prestasi diberikan berdasarkan hasil Juara pada setiap mata lomba sebagai berikut:
3. Rumus Juara Umum
TOTAL POIN JUARA UMUM = POIN PP + POIN PK + POIN DDS
Kontingen dengan jumlah poin tertinggi ditetapkan sebagai Juara Umum.
Contoh:
Maka Kontingen A memperoleh Piala Juara Umum karena memiliki total poin prestasi tertinggi.
C. PIALA JUARA UMUM PMR MADYA
Piala diberikan kepada kontingen PMR Madya yang memperoleh total poin prestasi tertinggi dari seluruh mata lomba: PP + PK + DDS.
Nama penghargaan: PIALA JUARA UMUM PMR MADYA
Piala ini menjadi penghargaan tertinggi untuk kategori PMR Madya.
D. PIALA JUARA UMUM PMR WIRA
Piala diberikan kepada kontingen PMR Wira yang memperoleh total poin prestasi tertinggi dari seluruh mata lomba: PP + PK + DDS.
Nama penghargaan: PIALA JUARA UMUM PMR WIRA
Piala ini menjadi penghargaan tertinggi untuk kategori PMR Wira.
E. PIALA PERINGKAT BERDASARKAN TOTAL NILAI
Piala Peringkat merupakan penghargaan yang berbeda dengan Juara Umum.
Piala Peringkat ditentukan berdasarkan total nilai akhir seluruh mata lomba.
Rumus:
TOTAL NILAI = NILAI PP + NILAI PK + NILAI DDS
Nilai total tersebut digunakan untuk menentukan:
Peringkat I;
Peringkat II;
Peringkat III.
Penentuan dilakukan secara terpisah untuk PMR Madya dan PMR Wira.
F. PIALA PERINGKAT PMR MADYA
Piala Peringkat I PMR Madya
Piala Peringkat II PMR Madya
Piala Peringkat III PMR Madya
Dasarnya adalah total nilai: PP + PK + DDS.
G. PIALA PERINGKAT PMR WIRA
Piala Peringkat I PMR Wira
Piala Peringkat II PMR Wira
Piala Peringkat III PMR Wira
Dasarnya adalah total nilai: PP + PK + DDS.
H. PERBEDAAN JUARA, JUARA UMUM, DAN PERINGKAT
Untuk menghindari kesalahan dalam penetapan penghargaan, digunakan ketentuan berikut:
Penegasan:
I. CONTOH PERBEDAAN HASIL
Misalnya:
Perhitungan Poin Juara Umum