This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Kamis, 23 Juli 2026

PMI Grobogan Sosialisasikan PMR Mula kepada 84 Siswa SD Negeri 4 Purwodadi



PMI Grobogan Sosialisasikan PMR Mula kepada 84 Siswa SD Negeri 4 Purwodadi

Purwodadi, 23 Juli 2026 – Dalam rangka memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan dan menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan melaksanakan kegiatan sosialisasi Palang Merah Remaja (PMR) Mula di SD Negeri 4 Purwodadi, Rabu (23/7/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 93 siswa kelas 4 tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan PMR kepada peserta didik sekaligus mendorong terbentuknya kegiatan ekstrakurikuler PMR di lingkungan sekolah.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana penuh semangat dan kegembiraan. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga diajak untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran yang interaktif. Metode tersebut sesuai dengan konsep sosialisasi PMR Mula PMI Kabupaten Grobogan yang mengutamakan cerita interaktif, tanya jawab, demonstrasi, permainan peran, dan yel-yel.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan PMR sebagai wadah bagi anak-anak untuk belajar menolong sesama, membangun kepedulian, serta menumbuhkan karakter kemanusiaan. Para siswa juga dikenalkan dengan nilai-nilai dasar kepalangmerahan, termasuk pentingnya prinsip kemanusiaan dan kesukarelaan.

Selain itu, peserta mendapatkan pengenalan alat-alat pertolongan pertama dan mengikuti kegiatan praktik serta simulasi. Anak-anak tampak antusias mengikuti pembelajaran yang dikemas secara aktif dan menyenangkan. Kegiatan tersebut juga diisi dengan simulasi kebencanaan di halaman sekolah sehingga siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung.


Kepala SD Negeri 4 Purwodadi, Fera Andriana Wijayanti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI Kabupaten Grobogan atas ilmu dan edukasi yang diberikan kepada para siswa.

"Terima kasih atas ilmu yang telah diberikan. Semoga kegiatan ini menjadi bekal bagi anak-anak dan kami siap untuk melaksanakan ekstrakurikuler PMR di sekolah."

Menurut Fera, para siswa terlihat sangat senang mengikuti kegiatan karena metode pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi lebih banyak mengajak anak-anak untuk melakukan aksi dan praktik secara langsung.

Sementara itu, Hari Wibowo, selaku pemateri dari PMI Kabupaten Grobogan, mengapresiasi semangat para siswa selama mengikuti kegiatan.


"Anak-anak sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan. Mereka kami ajak mengenal alat-alat pertolongan pertama serta mengikuti simulasi kebencanaan. Dengan metode praktik dan bermain seperti ini, anak-anak lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses pembelajaran," ujarnya.

Sosialisasi PMR Mula ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun minat siswa untuk bergabung dalam kegiatan PMR di sekolah. Selain belajar keterampilan dasar pertolongan pertama dan hidup sehat, PMR juga menjadi sarana untuk menanamkan karakter empati, kepedulian sosial, keberanian menolong, serta semangat persahabatan sejak usia dini.

Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Grobogan terus mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, tangguh, peduli, dan memiliki jiwa kemanusiaan. Sejalan dengan tujuan sosialisasi PMR Mula, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat siswa untuk bergabung dalam PMR sekaligus menjadi bagian dari pembentukan karakter positif di lingkungan sekolah.

Selamat Hari Anak Nasional.
Anak Hebat, Indonesia Kuat. Bersama PMI, tumbuhkan kepedulian dan semangat kemanusiaan sejak dini.



PMI Kabupaten Grobogan Salurkan 105.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

 


PMI Kabupaten Grobogan menyalurkan 105.000 liter air bersih kepada 2.675 warga dari 545 KK di 15 desa pada 8 kecamatan selama 10–22 Juli 2026.

Grobogan, 22 Juli 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Melalui kegiatan distribusi air bersih selama periode 10–22 Juli 2026, PMI Kabupaten Grobogan telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.

Berdasarkan rekapitulasi kegiatan, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 105.000 liter. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat di berbagai desa yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Grobogan.

Dalam pelaksanaannya, distribusi air bersih menjangkau wilayah Purwodadi, Toroh, Geyer, Kedungjati, Kradenan, Grobogan, Karangrayung, dan Ngaringan. Selain menyasar permukiman warga, PMI juga menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter untuk kebutuhan Lapas Kelas IIB Purwodadi.

Dari keseluruhan distribusi tersebut, tercatat sebanyak 2.675 penerima manfaat, terdiri dari 1.085 laki-laki dan 1.290 perempuan, dengan jumlah 545 kepala keluarga (KK) yang menerima manfaat bantuan air bersih.

Ketua PMI Kabupaten Grobogan, Sumarsono, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan distribusi air bersih merupakan wujud nyata komitmen PMI untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar air bersih.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. PMI Kabupaten Grobogan akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan kemanusiaan PMI. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat serta meringankan beban warga yang terdampak kekeringan,” ujar Sumarsono, M.Si.

Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan oleh petugas PMI Kabupaten Grobogan dengan dukungan armada kendaraan tangki DYNA. Dalam pelaksanaan di lapangan, tim PMI memastikan proses distribusi air bersih dapat berjalan dengan baik dan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Grobogan, Gesit Kristyawan, mengatakan bahwa proses distribusi dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa dan pihak terkait agar bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.


“Distribusi bantuan air bersih ini merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan PMI Kabupaten Grobogan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Kami bersama tim di lapangan berupaya memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan distribusi air bersih ini,” ungkap Gesit Kristyawan.

Salah seorang warga penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasih kepada PMI Kabupaten Grobogan yang telah hadir dan memberikan bantuan air bersih. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada PMI yang sudah memberikan bantuan air bersih kepada warga. Bantuan ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga PMI selalu diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutur salah seorang warga penerima manfaat.

Dalam pelaksanaan distribusi air bersih, PMI Kabupaten Grobogan menugaskan Gesit Kristyawan, Staf PMI Kabupaten Grobogan, dan Hernanda Tutuh Wijarnako, KSR PMI Kabupaten Grobogan. Kedua personel tersebut turut memastikan proses distribusi air bersih di lapangan berjalan dengan lancar.

Distribusi air bersih merupakan salah satu bentuk pelayanan kemanusiaan PMI dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses air bersih. PMI Kabupaten Grobogan akan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan dukungan kemanusiaan sesuai kebutuhan masyarakat.

PMI Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk terus hadir dan bergerak bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat maupun kebutuhan kemanusiaan.

PMI Kabupaten Grobogan – Sigap, Tanggap, dan Peduli Kemanusiaan

 

Sabtu, 18 Juli 2026

Bangun Generasi Bebas Narkoba, PMI Grobogan Edukasi Siswa Baru SMKN 2 Purwodadi

 


PMI Kabupaten Grobogan Edukasi Bahaya NAPZA kepada Siswa Baru SMK Negeri 2 Purwodadi

Grobogan, 14 Juli 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan berpartisipasi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK Negeri 2 Purwodadi dengan memberikan edukasi mengenai bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) kepada peserta didik baru. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan SMK Negeri 2 Purwodadi pada Selasa (14/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Informasi kegiatan mengacu pada surat permohonan narasumber dari pihak sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Ari Arwani, narasumber dari PMI Kabupaten Grobogan, menyampaikan pentingnya membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA. Menurutnya, remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh lingkungan sehingga perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis-jenis NAPZA, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan fisik dan mental, konsekuensi hukum, serta pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif. Selain itu, peserta juga diajak memahami bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari diri sendiri melalui pola hidup sehat, kedisiplinan, serta keberanian mengatakan tidak terhadap ajakan yang merugikan.

Ari Arwani juga mengajak para siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dengan membangun budaya saling mengingatkan dan peduli terhadap teman sebaya.

"Masa depan kalian sangat berharga. Jangan biarkan narkoba merusak cita-cita dan impian. Jadilah generasi yang sehat, berprestasi, serta berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan NAPZA," pesannya di hadapan peserta MPLS.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti materi dengan antusias. Sesi diskusi dan tanya jawab dimanfaatkan peserta untuk menggali informasi mengenai berbagai modus penyalahgunaan narkoba yang sering menyasar kalangan remaja serta langkah-langkah pencegahannya.


Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap para peserta didik baru memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya NAPZA sehingga mampu menjaga diri, membangun karakter positif, serta menjadi pelopor hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari komitmen PMI Kabupaten Grobogan dalam mendukung pembinaan generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter melalui program-program edukasi kesehatan dan kemanusiaan di satuan pendidikan.

PMI Kabupaten Grobogan Salurkan 10.000 Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

 


PMI Kabupaten Grobogan Salurkan 10.000 Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

Grobogan, 18 Juli 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan melalui distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Pada Sabtu (18/7/2026), PMI Kabupaten Grobogan menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga di dua desa yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

Distribusi bantuan berlangsung mulai pukul 08.10 hingga 15.15 WIB dengan menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Bantuan disalurkan ke Dusun Tegal Warung RT 06 dan RT 07 RW 02, Desa Kalisari, Kecamatan Kradenan, serta Dusun Kalak Kidul RT 03 RW 01, Desa Karanganyar, Kecamatan Karangrayung.

Sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) atau 277 jiwa menerima manfaat dari kegiatan tersebut. Rinciannya, 29 KK (136 jiwa) di Dusun Tegal Warung dan 31 KK (141 jiwa) di Dusun Kalak Kidul memperoleh bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.



Kegiatan distribusi dipimpin oleh Gesit Kristyawan selaku Staf PMI Kabupaten Grobogan bersama personel Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Grobogan, yaitu Yoga Farenza dan Hernanda Tutuh Wijarnako. Seluruh proses distribusi berlangsung dengan tertib, aman, dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Dalam pelaksanaannya, PMI Kabupaten Grobogan juga berkolaborasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) RAPI serta Pemerintah Desa Karanganyar guna memastikan bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran.

Kepala Seksi Pelayanan PMI Kabupaten Grobogan, Gesit Kristyawan, mengatakan bahwa distribusi air bersih merupakan salah satu bentuk respons PMI terhadap dampak musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Grobogan.


"PMI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan kemanusiaan, khususnya bagi warga yang terdampak kekeringan. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban mereka selama musim kemarau," ujarnya.

PMI Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di berbagai wilayah serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, relawan, dan berbagai mitra kemanusiaan agar pelayanan distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Melalui semangat "Menolong Sepenuh Hati", PMI Kabupaten Grobogan terus menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana maupun krisis kemanusiaan.

PMI Kabupaten Grobogan Tanamkan Semangat Kemanusiaan kepada Siswa Baru MTs Yasuda Putatsari melalui Pelatihan Dasar PMR

 


PMI Kabupaten Grobogan Tanamkan Semangat Kemanusiaan kepada Siswa Baru MTs Yasuda Putatsari melalui Pelatihan Dasar PMR

Grobogan, 15 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pembentukan karakter peserta didik sejak awal masa pendidikan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan memberikan materi Pelatihan Dasar Palang Merah Remaja (PMR) dan Sosialisasi Kepalangmerahan kepada siswa baru MTs Yasuda Putatsari, Kecamatan Toroh, pada Rabu (15/7/2026).


Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) ini berlangsung mulai pukul 10.30 WIB dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik baru. Melalui kegiatan tersebut, para siswa dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, kesiapsiagaan bencana, serta keterampilan dasar pertolongan pertama.

Kepala MTs Yasuda Putatsari, Dr. Wahyuningsih, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Grobogan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan pembinaan karakter bagi peserta didik baru.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk pribadi yang peduli, tanggap, dan memiliki jiwa kemanusiaan.


Materi disampaikan oleh Andika, narasumber dari PMI Kabupaten Grobogan, yang mengajak para siswa mengenal lebih dekat organisasi Palang Merah Remaja (PMR), sejarah kepalangmerahan, serta peran penting generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan.

Dalam penyampaiannya, Andika menjelaskan bahwa PMR merupakan wadah pembinaan remaja untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan semangat kesukarelawanan.

"PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi tempat belajar kepedulian, kedisiplinan, kerja sama, dan keberanian untuk menolong sesama. Semangat kemanusiaan harus mulai ditanamkan sejak usia sekolah," ungkapnya.

Selain pengenalan organisasi PMR, peserta juga memperoleh materi mengenai Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, pengenalan Tri Bakti PMR, serta pentingnya membangun budaya hidup sehat dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Agar materi lebih mudah dipahami, narasumber mengajak peserta mengikuti praktik dasar Pertolongan Pertama (PP). Siswa dikenalkan pada teknik penanganan luka ringan, pembalutan, pembidaian sederhana, penanganan mimisan, hingga tindakan awal ketika seseorang mengalami pingsan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif bertanya, menjawab pertanyaan, serta mencoba langsung setiap teknik yang diperagakan. Pendekatan pembelajaran yang komunikatif membuat peserta lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama secara sederhana.

Selain keterampilan pertolongan pertama, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana. Melalui berbagai contoh situasi yang sering terjadi di lingkungan sekitar, siswa diajak memahami pentingnya tetap tenang, mampu melindungi diri, serta saling membantu ketika terjadi keadaan darurat.

Kepala MTs Yasuda Putatsari berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terbentuknya Unit PMR di lingkungan madrasah sebagai wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial bagi peserta didik.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan yel-yel penyemangat yang diikuti seluruh peserta. Melalui pelatihan ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap nilai-nilai kemanusiaan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga lahir kader-kader PMR yang memiliki karakter peduli, tangguh, disiplin, serta siap memberikan pertolongan kepada sesama.

Sebagai organisasi kemanusiaan, PMI Kabupaten Grobogan terus berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui pembinaan Palang Merah Remaja sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berjiwa kemanusiaan.

Jumat, 17 Juli 2026

MI Grobogan Tanamkan Jiwa Kemanusiaan Sejak Dini Melalui Sosialisasi PMR Mula di SD Negeri 4 Nambuhan


PMI Grobogan Tanamkan Jiwa Kemanusiaan Sejak Dini Melalui Sosialisasi PMR Mula di SD Negeri 4 Nambuhan

Grobogan, 18 Juli 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan bekerja sama dengan SD Negeri 4 Nambuhan menggelar kegiatan Sosialisasi Palang Merah Remaja (PMR) Mula pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta keterampilan dasar pertolongan pertama sejak usia dini.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SD Negeri 4 Nambuhan, Agung Budi Utomo, S.Pd.I., yang menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Grobogan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan karakter melalui pendidikan kepalangmerahan menjadi bekal penting bagi peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang peduli, disiplin, dan siap membantu sesama.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Hari Wibowo, Kepala Seksi (Kasi) SDM dan Relawan PMI Kabupaten Grobogan, yang mengajak para siswa mengenal lebih dekat Palang Merah Remaja (PMR) Mula sebagai wadah pembinaan karakter kemanusiaan di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaiannya, Hari Wibowo menjelaskan bahwa PMR bukan hanya kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga sarana membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian, semangat kesukarelawanan, dan keterampilan hidup.

"Menjadi anggota PMR berarti belajar peduli kepada sesama. Kalian bisa memulai dari hal-hal sederhana, seperti membantu teman yang terluka, menjaga kebersihan lingkungan, hidup sehat, dan saling menghormati. Dari kebiasaan kecil inilah lahir jiwa kemanusiaan yang akan bermanfaat bagi banyak orang," ujar Hari Wibowo di hadapan para peserta.


Selain mengenalkan sejarah dan peran PMR, narasumber juga menyampaikan materi mengenai Tri Bakti PMR, pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengenalan dasar Pertolongan Pertama (PP). Melalui metode pembelajaran yang interaktif, diselingi permainan edukatif dan tanya jawab, para siswa diajak memahami cara memberikan pertolongan sederhana kepada teman yang mengalami luka ringan, mimisan, pingsan, maupun tersedak.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari menjawab pertanyaan, berdiskusi, hingga mencoba praktik sederhana yang dipandu langsung oleh narasumber. Suasana belajar yang menyenangkan membuat materi mudah dipahami oleh anak-anak.

Kepala SD Negeri 4 Nambuhan berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terbentuknya PMR Mula di sekolahnya. Dengan adanya PMR Mula, para siswa diharapkan dapat terus mengembangkan pengetahuan tentang kepalangmerahan, membangun karakter kepemimpinan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan yel-yel PMR yang diikuti seluruh peserta. Melalui sosialisasi ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap semakin banyak sekolah yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didik sehingga lahir generasi yang peduli, tangguh, dan siap menjadi relawan kemanusiaan di masa depan.

Dengan semangat "Menolong Sepenuh Hati", PMI Kabupaten Grobogan terus berkomitmen mendampingi sekolah-sekolah dalam membentuk karakter generasi muda melalui pembinaan Palang Merah Remaja sebagai investasi kemanusiaan untuk masa depan.


351 Siswa MTs Al Hidayah Genggadai Ikuti Pelatihan PMR Bersama PMI Grobogan, Bekali Generasi Muda dengan Jiwa Kemanusiaan

 


351 Siswa MTs Al Hidayah Genggadai Ikuti Pelatihan PMR Bersama PMI Grobogan, Bekali Generasi Muda dengan Jiwa Kemanusiaan

Grobogan, 16 Juli 2026 – Sebanyak 351 siswa dan calon siswa MTs Al Hidayah Genggadai, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, mengikuti kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Palang Merah Remaja (PMR) yang diselenggarakan dalam rangka Masa Ta'aruf Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara MTs Al Hidayah Genggadai dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan sebagai upaya membentuk generasi muda yang peduli, tanggap, dan siap menjadi relawan kemanusiaan.

Kegiatan diawali dengan apel pagi dan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan berbagai materi kepalangmerahan yang disampaikan oleh tim fasilitator PMI Kabupaten Grobogan, yaitu Hari Wibowo, Marten Krisando Legowo, dan Yuni Mustika. Ketiga pemateri membawakan materi secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan.

Pada sesi pertama, peserta dikenalkan dengan sejarah lahirnya Gerakan Palang Merah, prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan, serta peran penting PMR dalam membangun karakter generasi muda yang memiliki kepedulian sosial. Materi tersebut menjadi fondasi bagi peserta untuk memahami bahwa PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah pembentukan karakter dan semangat kemanusiaan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai kesiapsiagaan bencana yang disampaikan oleh Marten Krisando Legowo. Materi ini membahas berbagai potensi bencana yang sering terjadi di Kabupaten Grobogan, seperti banjir, angin puting beliung, dan kekeringan. Selain teori, peserta diajak mengikuti permainan edukatif dan simulasi kepemimpinan yang melatih kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta tetap tenang saat menghadapi situasi darurat. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat mengikuti simulasi yang berlangsung secara interaktif.

Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik Pertolongan Pertama (P3K) yang dipandu oleh Yuni Mustika. Peserta mempraktikkan berbagai teknik dasar, mulai dari pembalutan luka, pembidaian, penanganan mimisan, pingsan, tersedak, hingga luka bakar ringan. Demi kenyamanan peserta, sesi praktik dipindahkan ke serambi masjid karena cuaca yang cukup terik. Meskipun ruang praktik terbatas, kegiatan tetap berjalan lancar dengan pendampingan dari fasilitator PMI dan kader PMR sekolah.


Selama pelaksanaan kegiatan, panitia dan tim pemateri juga melakukan berbagai penyesuaian untuk menjaga efektivitas pembelajaran, seperti mengatur ulang lokasi kegiatan ke area yang lebih teduh, menyediakan air minum bagi peserta, serta menyusun metode pembelajaran yang lebih dinamis agar seluruh siswa tetap aktif dan bersemangat mengikuti setiap sesi. Pendekatan tersebut berhasil meningkatkan partisipasi peserta, termasuk siswa senior yang awalnya terlihat kurang antusias.

Kepala MTs Al Hidayah Genggadai, Muhamad Zubaidi, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Grobogan atas dukungan dan materi yang diberikan kepada para siswa. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk memiliki kepedulian sosial, keterampilan dasar pertolongan pertama, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pembentukan Unit PMR di MTs Al Hidayah Genggadai.


Kegiatan ditutup dengan refleksi, yel-yel penyemangat, dan doa bersama. Melalui pelatihan ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap nilai-nilai kemanusiaan dapat tertanam sejak dini sehingga para peserta mampu menjadi generasi yang peduli, tangguh, dan siap memberikan pertolongan kepada sesama ketika dibutuhkan.

Rabu, 15 Juli 2026

PMI Grobogan Gelar Pelatihan P3K di SMP Plus Mambaus Sholihin, 91 Siswa Baru Dibekali Keterampilan Penyelamatan

 

PMI Grobogan Gelar Pelatihan P3K di SMP Plus Mambaus Sholihin, 91 Siswa Baru Dibekali Keterampilan Penyelamatan

RadarGrobogan.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam edukasi kebencanaan dan pertolongan pertama. Kali ini, tim medis dan relawan PMI Grobogan menyambangi SMP Plus Mambaus Sholihin, Kradenan, untuk memberikan pembekalan keterampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti oleh 91 peserta didik baru, dengan rincian 54 siswa laki-laki dan 37 siswa perempuan. Mereka adalah generasi muda yang digadang-gadang menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, resik, dan indah, sesuai dengan tema yang diusung panitia.

Materi dan Praktik: Dari Teori ke Aksi Nyata

Berbeda dengan sesi pelatihan pada umumnya, kegiatan kali ini mengusung metode learning by doing. Para siswa tidak hanya duduk manis mendengarkan paparan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan pertolongan pertama secara bergantian.

Ketua Tim Pemateri PMI Grobogan, Fitri Kurniawan, menjelaskan bahwa sesi dibagi menjadi dua bagian utama. Pada sesi pertama, peserta diberikan pemahaman mendasar mengenai konsep P3K, teknik membalut luka, cara menghentikan pendarahan, hingga prosedur penanganan korban pingsan. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan dikemas secara interaktif agar mudah dicerna oleh siswa baru.

"Setelah teori dirasa cukup, kami langsung masuk ke sesi praktik. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk mencoba langsung teknik membalut dan menangani kasus-kasus darurat simulasi. Ini penting agar mereka tidak hanya tahu, tapi juga terampil," ujar Fitri Kurniawan di sela-sela kegiatan.

Sesi praktik berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat serius bergantian menjadi "korban" dan "penolong". Tim PMI yang didampingi beberapa relawan turun langsung membimbing setiap kelompok, memastikan teknik yang digunakan tepat dan aman.

Harapan Sekolah: Siswa Tangguh dan Sigap

Kepala SMP Plus Mambaus Sholihin, Susi Puji Astutik, S.Pd, yang turut memantau jalannya pelatihan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMI Grobogan. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan siswa dan lingkungan sekolah.

"Kami sangat bersyukur PMI Grobogan hadir di tengah-tengah siswa kami. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman berharga yang mungkin suatu saat akan menyelamatkan nyawa. Ini adalah bekal yang tak ternilai bagi generasi penerus bangsa," ujar Susi dengan penuh haru.

Ia menambahkan, dengan adanya pelatihan ini, sekolah berharap muncul kader-kader P3K di kalangan siswa yang dapat menjadi andalan saat terjadi kegawatdaruratan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing.

Respons Positif dari Para Peserta

Salah satu peserta, Ahmad Fauzi (14), mengaku sangat senang dan terbantu dengan pelatihan kali ini. "Awalnya saya agak takut melihat perban dan alat-alat kesehatan. Tapi setelah dipandu oleh kakak-kakak PMI, ternyata menyenangkan. Saya jadi tahu cara membalut luka yang benar," katanya dengan wajah sumringah.

Senada dengan Fauzi, Siti Aisyah (13) mengungkapkan bahwa ia kini lebih percaya diri jika sewaktu-waktu harus menolong temannya yang cedera. "Ilmu ini sangat bermanfaat. Saya berharap ada pelatihan lanjutan agar kami lebih mahir lagi," pungkasnya.

Komitmen PMI: Edukasi Berkelanjutan

Menutup kegiatan, Fitri Kurniawan menegaskan bahwa PMI Grobogan memiliki komitmen kuat untuk terus mengedukasi masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Pelatihan seperti ini akan terus digalakkan sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana dan keterampilan kemanusiaan sejak dini.

"Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti sampai di sini. Kami akan terus memantau dan mendampingi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Pelatihan lanjutan sangat kami rekomendasikan agar ilmu yang didapat tidak pudar dan terus terasah," pungkasnya.

Dengan suksesnya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMP Plus Mambaus Sholihin tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan dan keterampilan yang mumpuni dalam menghadapi situasi darurat.

Penulis: Tim RadarGrobogan.com
Editor: Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026

Hujan Darah di Grobogan! Antusiasme Warga Melejit, Target Donor Terlampaui di Hari Kemanusiaan Sedunia

 

HEADLINE: Hujan Darah di Grobogan! Antusiasme Warga Melejit, Target Donor Terlampaui di Hari Kemanusiaan Sedunia

Oleh: Jurnalis Investigasi Harian-Grobogan.com

GROBOGAN – Bukan hujan air yang turun di Halaman Markas PMI Kabupaten Grobogan, Selasa (14/7/2026), melainkan guyuran "hujan darah" kemanusiaan yang luar biasa. Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, ribuan titik kepedulian menyatu, membuktikan bahwa nyawa sesama adalah segalanya bagi warga Grobogan.

Pagi itu, area markas yang biasanya tenang berubah menjadi lautan manusia. Mereka datang dari berbagai penjuru, dari petani, buruh, pelajar, hingga pegawai negeri, sama-sama mengantre dengan tekad: menyelamatkan nyawa. Hasilnya? Spektakuler! Target yang dicanangkan panitia pecah berkeping-keping.

Melampaui Ekspektasi: 367 Relawan dan 298 Kantong Darah Siap Pakai

Awalnya, PMI Kabupaten Grobogan yang dipimpin Ketua Moh. Sumarsono hanya memasang target realistis 300 pendonor. Namun, semangat gotong royong warga Grobogan tak terbendung. Hingga acara usai, tercatat 367 orang mendaftarkan diri. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan ketat, sebanyak 298 orang dinyatakan lolos dan berhasil menyumbangkan darahnya.

"Ini bukti nyata bahwa kepedulian masyarakat Grobogan terhadap sesama tidak perlu diragukan lagi. Kami bahkan kewalahan melayani antrean yang membludak. Target terlampaui, tapi yang lebih penting, nyawa-nyawa akan terselamatkan," ujar Moh. Sumarsono dengan suara bergetar haru.

Ratusan kantong darah ini langsung diklasifikasi untuk memenuhi kebutuhan darurat rumah sakit. Rinciannya: Golongan B paling banyak dengan 99 kantong, disusul O (111 kantong), A (56 kantong), dan AB (32 kantong).

Ribuan Harapan Tertahan: Kenapa 69 Orang Gagal Donor?

Di balik euforia keberhasilan, ada cerita pilu dari 69 peserta yang harus gigit jari. Mereka tak diperbolehkan mendonorkan darahnya karena alasan medis. Bukan karena mereka tidak mau, tapi karena tubuh mereka belum siap atau kondisi kesehatan sedang tidak memungkinkan.

Faktor utama gagal donor didominasi oleh 43 orang yang memilih mundur sebelum pemeriksaan karena berbagai alasan. Sementara itu, faktor medis seperti Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) menjadi penyebab terbesar kedua, yakni menimpa 12 orang. Ada pula yang gagal karena Hemoglobin (HB) rendah (9 orang), konsumsi obat (2 orang), dan HB terlalu tinggi (2 orang).

"Screening ketat ini kami lakukan demi keselamatan pendonor dan penerima. Darah yang aman adalah darah yang berkualitas. Kami tidak ingin mengambil risiko," tegas tim medis PMI di lokasi.

Sekda Grobogan: "Setetes Darah, Sejuta Nyawa!"

Kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, di tengah kerumunan pendonor menjadi penyemangat tersendiri. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

"Donor darah bukan sekadar rutinitas. Ini adalah wujud cinta kasih yang tak ternilai. Setetes darah yang kalian sumbangkan hari ini, bisa menjadi nafas hidup bagi saudara kita yang sedang kritis di rumah sakit. Saya bangga menjadi bagian dari Grobogan yang penuh kepedulian," ujar Anang di hadapan para pendonor.

Bakso Gratis dan Evaluasi Nyaman: Sentuhan Manusiawi PMI

Di tengah keseriusan acara, panitia menyelipkan kejutan manis yang membuat para pendonor tersenyum. Usai menyumbangkan darah, mereka disuguhi sajian Bakso Hangat dan suvenir menarik. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pengalaman donor terasa lebih berkesan.

Salah satu pendonor, Sofyan, mengaku sangat puas. "Pelayanan PMI kali ini ramah dan profesional. Badan sehat, dapat bakso lagi, dapat suvenir lagi. Tapi saran saya, untuk acara berikutnya meja pendaftaran dan cek tensi darah perlu ditambah petugasnya. Antreannya agak panjang di jam sibuk," ujarnya dengan logat khas Grobogan.

Ajakan dari PMI: Jadikan Donor Darah Gaya Hidup!

Menutup kegiatan, Moh. Sumarsono kembali menegaskan bahwa donor darah jangan hanya dilakukan setahun sekali. Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat.

"Rutin donor darah setiap dua bulan sekali itu baik untuk kesehatan, membantu regenerasi sel darah, dan yang terpenting, menyelamatkan banyak nyawa. Ayo, kita budayakan donor darah di Grobogan!" pungkasnya disambut tepuk tangan meriah.

Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi ketersediaan stok darah di Kabupaten Grobogan, sekaligus bukti bahwa semangat kemanusiaan masih menyala terang di bumi Sedulur Sikep.