This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Minggu, 26 Juli 2026

PMI Grobogan Kenalkan PMR Mula dan Pertolongan Pertama kepada 150 Siswa MI Jabalul Khoir Purwodadi

 

PMI Grobogan Kenalkan PMR Mula dan Pertolongan Pertama kepada 150 Siswa MI Jabalul Khoir Purwodadi

PURWODADI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian terhadap sesama, serta kesiapsiagaan sejak usia dini. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Palang Merah Remaja (PMR) Mula yang dilaksanakan di MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir Purwodadi, Sabtu, 25 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh 150 peserta didik, terdiri atas 63 siswa laki-laki dan 87 siswa perempuan. PMI Kabupaten Grobogan hadir sebagai fasilitator dan narasumber untuk memberikan edukasi kepalangmerahan kepada para peserta didik.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan Palang Merah Remaja (PMR) kepada peserta didik sejak usia dini sekaligus memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai kemanusiaan, sikap peduli dan tolong-menolong, perilaku hidup bersih dan sehat, kesiapsiagaan bencana, serta pengetahuan dasar pertolongan pertama.

Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan dengan metode yang interaktif dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik usia sekolah dasar. Selain penyampaian materi melalui presentasi, peserta juga mengikuti sesi tanya jawab, simulasi bencana, serta praktik dasar pertolongan pertama.


Melalui sesi tanya jawab, para siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan narasumber. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai kondisi yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana sikap yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat.

Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi bencana sebagai bentuk pembelajaran praktis. Dalam simulasi tersebut, peserta dikenalkan dengan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi darurat dengan tetap memperhatikan keselamatan diri dan orang lain.

Selain kesiapsiagaan bencana, peserta juga mendapatkan materi praktik dasar pertolongan pertama. Praktik tersebut mencakup penanganan sederhana pada luka ringan serta tindakan awal yang dapat dilakukan ketika menghadapi seseorang yang mengalami pingsan, termasuk kondisi yang mungkin terjadi saat kegiatan sekolah seperti upacara.

Kepala MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir, Dr. Budi Utomo, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang diberikan oleh PMI Kabupaten Grobogan.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki manfaat penting dalam memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta didik mengenai kepalangmerahan dan kemanusiaan. Selain itu, edukasi tentang pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana juga dinilai penting untuk membangun kesadaran siswa agar mampu bersikap tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga dapat menumbuhkan karakter peduli terhadap sesama dan membangun kesadaran untuk selalu menjaga kesehatan serta keselamatan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Dr. Budi Utomo.

Ia juga berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan pembinaan PMR Mula di lingkungan madrasah secara berkelanjutan, sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter kemanusiaan sejak dini.

Sementara itu, selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Antusiasme tersebut terlihat saat peserta mengikuti penyampaian materi, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, hingga mengikuti simulasi dan praktik pertolongan pertama.

Metode pembelajaran melalui simulasi dan praktik memberikan pengalaman yang lebih nyata kepada peserta didik. Dengan demikian, materi yang diberikan diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat diingat dan diterapkan sesuai dengan kemampuan peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhir kegiatan, narasumber dari PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta membangun semangat untuk saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta juga diingatkan bahwa dalam menghadapi keadaan darurat, setiap orang perlu mengutamakan keselamatan diri terlebih dahulu dan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan serta pengetahuan yang dimiliki.

Kegiatan Sosialisasi PMR Mula kemudian ditutup dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama antara peserta didik, pihak madrasah, dan narasumber PMI Kabupaten Grobogan.

Kegiatan tersebut menghadirkan Khoirul Roziqin dan Rizka Indah Pratiwi sebagai narasumber dari PMI Kabupaten Grobogan.

Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap semakin banyak peserta didik yang mengenal kepalangmerahan sejak dini dan memiliki karakter yang peduli, sehat, tanggap, serta memiliki semangat kemanusiaan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari pembinaan PMR Mula yang berkelanjutan di MI Unggulan Masjid Besar Jabalul Khoir Purwodadi.

Sebagai tindak lanjut, PMI Kabupaten Grobogan mendorong dilaksanakannya evaluasi pemahaman peserta, pelatihan lanjutan, serta pembinaan PMR Mula di lingkungan madrasah. Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, nilai-nilai kemanusiaan dan kepalangmerahan diharapkan dapat tumbuh dan menjadi bagian dari karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

 

Jumat, 24 Juli 2026

 


PMI Grobogan Kenalkan PMR Mula kepada 360 Siswa SD Negeri 16 Purwodadi

PURWODADI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan terus mendorong pengenalan nilai-nilai kemanusiaan dan kepalangmerahan kepada generasi muda sejak usia dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Palang Merah Remaja (PMR) Mula yang digelar di SD Negeri 16 Purwodadi, Kamis (25/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 360 siswa, terdiri atas 146 siswa laki-laki dan 214 siswa perempuan. Sosialisasi menghadirkan dua narasumber dari PMI Kabupaten Grobogan, yakni Ramadhan Setya Putra Nugraha dan Rania Zada Anindya.


Kegiatan dibuka dengan pengenalan tentang Palang Merah Remaja (PMR) serta nilai-nilai dasar kepalangmerahan dan kemanusiaan. Para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pentingnya memiliki pengetahuan dasar tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui presentasi, sesi tanya jawab, dan simulasi bencana. Metode tersebut dipilih agar materi lebih mudah dipahami oleh peserta didik sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan aplikatif.

Dalam sesi tanya jawab, para siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan narasumber. Sementara itu, melalui simulasi bencana, peserta dikenalkan dengan langkah-langkah sederhana yang tepat dan aman ketika menghadapi situasi darurat sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti materi, mengajukan pertanyaan, serta berpartisipasi dalam simulasi yang diberikan oleh narasumber.

Kepala SD Negeri 16 Purwodadi, Sawijo, S.Pd., menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Grobogan tersebut. Kegiatan ini dinilai penting untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada siswa mengenai kepalangmerahan, kemanusiaan, pola hidup sehat, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat sejak dini.

PMI Kabupaten Grobogan berharap kegiatan sosialisasi tersebut tidak berhenti pada pengenalan materi saja, tetapi dapat dilanjutkan dengan pembinaan dan pelatihan PMR Mula secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Melalui pembinaan tersebut, peserta didik diharapkan mampu menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memiliki pengetahuan dasar dalam menghadapi situasi darurat dengan tetap mengutamakan keselamatan diri.

Pada akhir kegiatan, narasumber juga berpesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan, memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta membantu orang lain sesuai dengan kemampuan dan tetap memperhatikan keselamatan diri.


Rangkaian kegiatan Sosialisasi PMR Mula kemudian ditutup secara simbolis. Selanjutnya, PMI Kabupaten Grobogan mendorong adanya evaluasi pemahaman peserta, pelatihan lanjutan, dan pembinaan PMR Mula sebagai tindak lanjut kegiatan di SD Negeri 16 Purwodadi.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen PMI Kabupaten Grobogan dalam memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendidikan kepalangmerahan dan kemanusiaan, sekaligus menanamkan nilai kepedulian dan kesiapsiagaan sejak usia sekolah dasar

Kamis, 23 Juli 2026

PMI Grobogan Sosialisasikan PMR Mula kepada 84 Siswa SD Negeri 4 Purwodadi



PMI Grobogan Sosialisasikan PMR Mula kepada 84 Siswa SD Negeri 4 Purwodadi

Purwodadi, 23 Juli 2026 – Dalam rangka memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan dan menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan melaksanakan kegiatan sosialisasi Palang Merah Remaja (PMR) Mula di SD Negeri 4 Purwodadi, Rabu (23/7/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 93 siswa kelas 4 tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan PMR kepada peserta didik sekaligus mendorong terbentuknya kegiatan ekstrakurikuler PMR di lingkungan sekolah.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana penuh semangat dan kegembiraan. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga diajak untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pembelajaran yang interaktif. Metode tersebut sesuai dengan konsep sosialisasi PMR Mula PMI Kabupaten Grobogan yang mengutamakan cerita interaktif, tanya jawab, demonstrasi, permainan peran, dan yel-yel.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan PMR sebagai wadah bagi anak-anak untuk belajar menolong sesama, membangun kepedulian, serta menumbuhkan karakter kemanusiaan. Para siswa juga dikenalkan dengan nilai-nilai dasar kepalangmerahan, termasuk pentingnya prinsip kemanusiaan dan kesukarelaan.

Selain itu, peserta mendapatkan pengenalan alat-alat pertolongan pertama dan mengikuti kegiatan praktik serta simulasi. Anak-anak tampak antusias mengikuti pembelajaran yang dikemas secara aktif dan menyenangkan. Kegiatan tersebut juga diisi dengan simulasi kebencanaan di halaman sekolah sehingga siswa dapat belajar melalui pengalaman langsung.


Kepala SD Negeri 4 Purwodadi, Fera Andriana Wijayanti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI Kabupaten Grobogan atas ilmu dan edukasi yang diberikan kepada para siswa.

"Terima kasih atas ilmu yang telah diberikan. Semoga kegiatan ini menjadi bekal bagi anak-anak dan kami siap untuk melaksanakan ekstrakurikuler PMR di sekolah."

Menurut Fera, para siswa terlihat sangat senang mengikuti kegiatan karena metode pembelajaran yang diterapkan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi lebih banyak mengajak anak-anak untuk melakukan aksi dan praktik secara langsung.

Sementara itu, Hari Wibowo, selaku pemateri dari PMI Kabupaten Grobogan, mengapresiasi semangat para siswa selama mengikuti kegiatan.


"Anak-anak sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan. Mereka kami ajak mengenal alat-alat pertolongan pertama serta mengikuti simulasi kebencanaan. Dengan metode praktik dan bermain seperti ini, anak-anak lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati proses pembelajaran," ujarnya.

Sosialisasi PMR Mula ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun minat siswa untuk bergabung dalam kegiatan PMR di sekolah. Selain belajar keterampilan dasar pertolongan pertama dan hidup sehat, PMR juga menjadi sarana untuk menanamkan karakter empati, kepedulian sosial, keberanian menolong, serta semangat persahabatan sejak usia dini.

Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Grobogan terus mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, tangguh, peduli, dan memiliki jiwa kemanusiaan. Sejalan dengan tujuan sosialisasi PMR Mula, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan minat siswa untuk bergabung dalam PMR sekaligus menjadi bagian dari pembentukan karakter positif di lingkungan sekolah.

Selamat Hari Anak Nasional.
Anak Hebat, Indonesia Kuat. Bersama PMI, tumbuhkan kepedulian dan semangat kemanusiaan sejak dini.



PMI Kabupaten Grobogan Salurkan 105.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

 


PMI Kabupaten Grobogan menyalurkan 105.000 liter air bersih kepada 2.675 warga dari 545 KK di 15 desa pada 8 kecamatan selama 10–22 Juli 2026.

Grobogan, 22 Juli 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Melalui kegiatan distribusi air bersih selama periode 10–22 Juli 2026, PMI Kabupaten Grobogan telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang membutuhkan.

Berdasarkan rekapitulasi kegiatan, total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 105.000 liter. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat di berbagai desa yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Grobogan.

Dalam pelaksanaannya, distribusi air bersih menjangkau wilayah Purwodadi, Toroh, Geyer, Kedungjati, Kradenan, Grobogan, Karangrayung, dan Ngaringan. Selain menyasar permukiman warga, PMI juga menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter untuk kebutuhan Lapas Kelas IIB Purwodadi.

Dari keseluruhan distribusi tersebut, tercatat sebanyak 2.675 penerima manfaat, terdiri dari 1.085 laki-laki dan 1.290 perempuan, dengan jumlah 545 kepala keluarga (KK) yang menerima manfaat bantuan air bersih.

Ketua PMI Kabupaten Grobogan, Sumarsono, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan distribusi air bersih merupakan wujud nyata komitmen PMI untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar air bersih.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. PMI Kabupaten Grobogan akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan pelayanan kemanusiaan PMI. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat serta meringankan beban warga yang terdampak kekeringan,” ujar Sumarsono, M.Si.

Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan oleh petugas PMI Kabupaten Grobogan dengan dukungan armada kendaraan tangki DYNA. Dalam pelaksanaan di lapangan, tim PMI memastikan proses distribusi air bersih dapat berjalan dengan baik dan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Grobogan, Gesit Kristyawan, mengatakan bahwa proses distribusi dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa dan pihak terkait agar bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.


“Distribusi bantuan air bersih ini merupakan bagian dari pelayanan kemanusiaan PMI Kabupaten Grobogan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Kami bersama tim di lapangan berupaya memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan distribusi air bersih ini,” ungkap Gesit Kristyawan.

Salah seorang warga penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasih kepada PMI Kabupaten Grobogan yang telah hadir dan memberikan bantuan air bersih. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada PMI yang sudah memberikan bantuan air bersih kepada warga. Bantuan ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga PMI selalu diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutur salah seorang warga penerima manfaat.

Dalam pelaksanaan distribusi air bersih, PMI Kabupaten Grobogan menugaskan Gesit Kristyawan, Staf PMI Kabupaten Grobogan, dan Hernanda Tutuh Wijarnako, KSR PMI Kabupaten Grobogan. Kedua personel tersebut turut memastikan proses distribusi air bersih di lapangan berjalan dengan lancar.

Distribusi air bersih merupakan salah satu bentuk pelayanan kemanusiaan PMI dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses air bersih. PMI Kabupaten Grobogan akan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan dukungan kemanusiaan sesuai kebutuhan masyarakat.

PMI Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk terus hadir dan bergerak bersama masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat maupun kebutuhan kemanusiaan.

PMI Kabupaten Grobogan – Sigap, Tanggap, dan Peduli Kemanusiaan

 

Sabtu, 18 Juli 2026

Bangun Generasi Bebas Narkoba, PMI Grobogan Edukasi Siswa Baru SMKN 2 Purwodadi

 


PMI Kabupaten Grobogan Edukasi Bahaya NAPZA kepada Siswa Baru SMK Negeri 2 Purwodadi

Grobogan, 14 Juli 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan berpartisipasi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK Negeri 2 Purwodadi dengan memberikan edukasi mengenai bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) kepada peserta didik baru. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan SMK Negeri 2 Purwodadi pada Selasa (14/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Informasi kegiatan mengacu pada surat permohonan narasumber dari pihak sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Ari Arwani, narasumber dari PMI Kabupaten Grobogan, menyampaikan pentingnya membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan NAPZA. Menurutnya, remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh lingkungan sehingga perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis-jenis NAPZA, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan fisik dan mental, konsekuensi hukum, serta pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang positif. Selain itu, peserta juga diajak memahami bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari diri sendiri melalui pola hidup sehat, kedisiplinan, serta keberanian mengatakan tidak terhadap ajakan yang merugikan.

Ari Arwani juga mengajak para siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dengan membangun budaya saling mengingatkan dan peduli terhadap teman sebaya.

"Masa depan kalian sangat berharga. Jangan biarkan narkoba merusak cita-cita dan impian. Jadilah generasi yang sehat, berprestasi, serta berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan NAPZA," pesannya di hadapan peserta MPLS.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti materi dengan antusias. Sesi diskusi dan tanya jawab dimanfaatkan peserta untuk menggali informasi mengenai berbagai modus penyalahgunaan narkoba yang sering menyasar kalangan remaja serta langkah-langkah pencegahannya.


Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap para peserta didik baru memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya NAPZA sehingga mampu menjaga diri, membangun karakter positif, serta menjadi pelopor hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari komitmen PMI Kabupaten Grobogan dalam mendukung pembinaan generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter melalui program-program edukasi kesehatan dan kemanusiaan di satuan pendidikan.

PMI Kabupaten Grobogan Salurkan 10.000 Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

 


PMI Kabupaten Grobogan Salurkan 10.000 Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

Grobogan, 18 Juli 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan melalui distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Pada Sabtu (18/7/2026), PMI Kabupaten Grobogan menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga di dua desa yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

Distribusi bantuan berlangsung mulai pukul 08.10 hingga 15.15 WIB dengan menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Bantuan disalurkan ke Dusun Tegal Warung RT 06 dan RT 07 RW 02, Desa Kalisari, Kecamatan Kradenan, serta Dusun Kalak Kidul RT 03 RW 01, Desa Karanganyar, Kecamatan Karangrayung.

Sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) atau 277 jiwa menerima manfaat dari kegiatan tersebut. Rinciannya, 29 KK (136 jiwa) di Dusun Tegal Warung dan 31 KK (141 jiwa) di Dusun Kalak Kidul memperoleh bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.



Kegiatan distribusi dipimpin oleh Gesit Kristyawan selaku Staf PMI Kabupaten Grobogan bersama personel Korps Sukarela (KSR) PMI Kabupaten Grobogan, yaitu Yoga Farenza dan Hernanda Tutuh Wijarnako. Seluruh proses distribusi berlangsung dengan tertib, aman, dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Dalam pelaksanaannya, PMI Kabupaten Grobogan juga berkolaborasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) RAPI serta Pemerintah Desa Karanganyar guna memastikan bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran.

Kepala Seksi Pelayanan PMI Kabupaten Grobogan, Gesit Kristyawan, mengatakan bahwa distribusi air bersih merupakan salah satu bentuk respons PMI terhadap dampak musim kemarau yang menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Grobogan.


"PMI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan kemanusiaan, khususnya bagi warga yang terdampak kekeringan. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban mereka selama musim kemarau," ujarnya.

PMI Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di berbagai wilayah serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, relawan, dan berbagai mitra kemanusiaan agar pelayanan distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Melalui semangat "Menolong Sepenuh Hati", PMI Kabupaten Grobogan terus menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana maupun krisis kemanusiaan.

PMI Kabupaten Grobogan Tanamkan Semangat Kemanusiaan kepada Siswa Baru MTs Yasuda Putatsari melalui Pelatihan Dasar PMR

 


PMI Kabupaten Grobogan Tanamkan Semangat Kemanusiaan kepada Siswa Baru MTs Yasuda Putatsari melalui Pelatihan Dasar PMR

Grobogan, 15 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pembentukan karakter peserta didik sejak awal masa pendidikan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan memberikan materi Pelatihan Dasar Palang Merah Remaja (PMR) dan Sosialisasi Kepalangmerahan kepada siswa baru MTs Yasuda Putatsari, Kecamatan Toroh, pada Rabu (15/7/2026).


Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) ini berlangsung mulai pukul 10.30 WIB dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik baru. Melalui kegiatan tersebut, para siswa dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, kesiapsiagaan bencana, serta keterampilan dasar pertolongan pertama.

Kepala MTs Yasuda Putatsari, Dr. Wahyuningsih, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Grobogan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan pembinaan karakter bagi peserta didik baru.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk pribadi yang peduli, tanggap, dan memiliki jiwa kemanusiaan.


Materi disampaikan oleh Andika, narasumber dari PMI Kabupaten Grobogan, yang mengajak para siswa mengenal lebih dekat organisasi Palang Merah Remaja (PMR), sejarah kepalangmerahan, serta peran penting generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan.

Dalam penyampaiannya, Andika menjelaskan bahwa PMR merupakan wadah pembinaan remaja untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, dan semangat kesukarelawanan.

"PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi tempat belajar kepedulian, kedisiplinan, kerja sama, dan keberanian untuk menolong sesama. Semangat kemanusiaan harus mulai ditanamkan sejak usia sekolah," ungkapnya.

Selain pengenalan organisasi PMR, peserta juga memperoleh materi mengenai Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, pengenalan Tri Bakti PMR, serta pentingnya membangun budaya hidup sehat dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Agar materi lebih mudah dipahami, narasumber mengajak peserta mengikuti praktik dasar Pertolongan Pertama (PP). Siswa dikenalkan pada teknik penanganan luka ringan, pembalutan, pembidaian sederhana, penanganan mimisan, hingga tindakan awal ketika seseorang mengalami pingsan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif bertanya, menjawab pertanyaan, serta mencoba langsung setiap teknik yang diperagakan. Pendekatan pembelajaran yang komunikatif membuat peserta lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama secara sederhana.

Selain keterampilan pertolongan pertama, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana. Melalui berbagai contoh situasi yang sering terjadi di lingkungan sekitar, siswa diajak memahami pentingnya tetap tenang, mampu melindungi diri, serta saling membantu ketika terjadi keadaan darurat.

Kepala MTs Yasuda Putatsari berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terbentuknya Unit PMR di lingkungan madrasah sebagai wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial bagi peserta didik.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan yel-yel penyemangat yang diikuti seluruh peserta. Melalui pelatihan ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap nilai-nilai kemanusiaan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga lahir kader-kader PMR yang memiliki karakter peduli, tangguh, disiplin, serta siap memberikan pertolongan kepada sesama.

Sebagai organisasi kemanusiaan, PMI Kabupaten Grobogan terus berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui pembinaan Palang Merah Remaja sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berjiwa kemanusiaan.

Jumat, 17 Juli 2026

MI Grobogan Tanamkan Jiwa Kemanusiaan Sejak Dini Melalui Sosialisasi PMR Mula di SD Negeri 4 Nambuhan


PMI Grobogan Tanamkan Jiwa Kemanusiaan Sejak Dini Melalui Sosialisasi PMR Mula di SD Negeri 4 Nambuhan

Grobogan, 18 Juli 2026 – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan bekerja sama dengan SD Negeri 4 Nambuhan menggelar kegiatan Sosialisasi Palang Merah Remaja (PMR) Mula pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta keterampilan dasar pertolongan pertama sejak usia dini.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SD Negeri 4 Nambuhan, Agung Budi Utomo, S.Pd.I., yang menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Grobogan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan karakter melalui pendidikan kepalangmerahan menjadi bekal penting bagi peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang peduli, disiplin, dan siap membantu sesama.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Hari Wibowo, Kepala Seksi (Kasi) SDM dan Relawan PMI Kabupaten Grobogan, yang mengajak para siswa mengenal lebih dekat Palang Merah Remaja (PMR) Mula sebagai wadah pembinaan karakter kemanusiaan di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaiannya, Hari Wibowo menjelaskan bahwa PMR bukan hanya kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga sarana membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian, semangat kesukarelawanan, dan keterampilan hidup.

"Menjadi anggota PMR berarti belajar peduli kepada sesama. Kalian bisa memulai dari hal-hal sederhana, seperti membantu teman yang terluka, menjaga kebersihan lingkungan, hidup sehat, dan saling menghormati. Dari kebiasaan kecil inilah lahir jiwa kemanusiaan yang akan bermanfaat bagi banyak orang," ujar Hari Wibowo di hadapan para peserta.


Selain mengenalkan sejarah dan peran PMR, narasumber juga menyampaikan materi mengenai Tri Bakti PMR, pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengenalan dasar Pertolongan Pertama (PP). Melalui metode pembelajaran yang interaktif, diselingi permainan edukatif dan tanya jawab, para siswa diajak memahami cara memberikan pertolongan sederhana kepada teman yang mengalami luka ringan, mimisan, pingsan, maupun tersedak.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari menjawab pertanyaan, berdiskusi, hingga mencoba praktik sederhana yang dipandu langsung oleh narasumber. Suasana belajar yang menyenangkan membuat materi mudah dipahami oleh anak-anak.

Kepala SD Negeri 4 Nambuhan berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terbentuknya PMR Mula di sekolahnya. Dengan adanya PMR Mula, para siswa diharapkan dapat terus mengembangkan pengetahuan tentang kepalangmerahan, membangun karakter kepemimpinan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan yel-yel PMR yang diikuti seluruh peserta. Melalui sosialisasi ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap semakin banyak sekolah yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada peserta didik sehingga lahir generasi yang peduli, tangguh, dan siap menjadi relawan kemanusiaan di masa depan.

Dengan semangat "Menolong Sepenuh Hati", PMI Kabupaten Grobogan terus berkomitmen mendampingi sekolah-sekolah dalam membentuk karakter generasi muda melalui pembinaan Palang Merah Remaja sebagai investasi kemanusiaan untuk masa depan.