This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Selasa, 23 Juni 2026

Regenerasi Kemanusiaan: PMR Wira Markas PMI Grobogan Sukses Gelar Reorganisasi dan Cetak Pemimpin Baru Masa Depan

 


Regenerasi Kemanusiaan: PMR Wira Markas PMI Grobogan Sukses Gelar Reorganisasi dan Cetak Pemimpin Baru Masa Depan

GROBOGAN – Penumpukan semangat kemanusiaan dan estafet kepemimpinan relawan muda di Kabupaten Grobogan resmi bergulir. Pengurus Palang Merah Remaja (PMR) Wira Unit Markas PMI Kabupaten Grobogan sukses menyelenggarakan agenda krusial Reorganisasi Pengurus Periode 2026/2027 yang berlangsung selama dua hari penuh, yakni pada Sabtu hingga Minggu, 20–21 Juni 2026.

Mengusung tema besar “Mewujudkan Kepengurusan PMR yang Aktif, Berintegritas, Humanis, dan Berjiwa Kepemimpinan dalam Semangat Kemanusiaan,” kegiatan ini menjadi momentum penting penanaman nilai tanggung jawab, loyalitas, dan proses kaderisasi bagi anggota PMR.

Sinergi Dua Lokasi dan Kolaborasi Lintas Generasi

Reorganisasi kali ini mengombinasikan dua atmosfer lokasi yang strategis, yaitu Markas PMI Kabupaten Grobogan untuk pendalaman materi forum dan pemungutan suara, serta Lapangan Belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebagai ruang terbuka hijau untuk kegiatan lapangan.

Sebanyak 37 peserta terlibat aktif dalam agenda ini, yang memadukan kolaborasi apik lintas generasi: 4 orang panitia dari kelas XII, 13 orang panitia dari kelas XI, serta 20 orang anggota baru PMR Wira yang berasal dari berbagai SMA/SMK/MA negeri maupun swasta se-Kabupaten Grobogan yang bernaung di bawah Unit Markas PMI.

Hari Pertama: Adu Gagasan, Voting Pengurus, hingga Tantangan Jelajah Malam

Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi dan pembukaan formal di Markas PMI Grobogan. Sejak siang, para peserta digembleng dengan materi padat seputar Keorganisasian, Kepemimpinan, hingga teknik penyusunan Program Kerja.

Atmosfer ketegangan positif mulai memuncak pada malam hari setelah jeda Ishoma. Memasuki agenda inti, para kandidat ketua terlebih dahulu memaparkan visi-misi mereka dalam sesi debat yang interaktif. Tak butuh waktu lama, forum langsung bergerak menuju bilik suara untuk melakukan proses voting (pemungutan suara) malam itu juga guna menentukan nakhoda baru PMR Markas.

Namun, malam tidak berhenti di situ. Setelah hak suara tersalurkan, adrenalin para peserta kembali dipacu lewat agenda Jelajah Malam. Melalui rute yang telah disiapkan, fisik, mental, dan wawasan para calon pengurus diuji melalui beberapa pos penting, mulai dari pendalaman materi Kepemimpinan, pemahaman Gerakan Palang Merah, hingga ketangkasan dalam Pertolongan Pertama (PP).

Hari Kedua: Fajar Demokrasi dan Outbound Kepemimpinan

Memasuki hari kedua, kegiatan berpindah ke Lapangan Belakang RSUD. Setelah melewati evaluasi malam sebelumnya, agenda pagi diawali dengan pengumuman dan penetapan ketua terpilih berdasarkan hasil voting semalam, yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan sisa struktur kepengurusan baru.

Sebagai penutup yang membakar semangat, seluruh peserta langsung diterjunkan dalam Outbound Kepemimpinan dan dinamika kelompok di area lapangan terbuka. Menggunakan media sederhana seperti bambu dan atribut kepalangmerahan, kekompakan, komunikasi, serta jiwa korsa relawan muda ini benar-benar diuji melalui simulasi-simulasi kerja sama tim.

Langkah Baru Menuju PMR yang Progresif

Kegiatan reorganisasi ini akhirnya resmi ditutup dengan evaluasi menyeluruh dan aksi bersih-bersih lingkungan pada Minggu sore. Melalui rilis resminya, panitia berharap agar pengurus yang baru terbentuk dapat menjadi motor penggerak yang membawa PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan semakin solid, disiplin, progresif, dan terus berdampak nyata dalam semangat kemanusiaan.

Selamat bertugas untuk Pengurus PMR Wira Markas PMI Kabupaten Grobogan Periode 2026/2027! Siamo Tutti Fratelli!

Aliffya Ayunugraheningtias Terpilih sebagai Ketua PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan Periode 2026/2027

 


Aliffya Ayunugraheningtias Terpilih sebagai Ketua PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan Periode 2026/2027

Purwodadi, 20 Juni 2026 — Palang Merah Remaja (PMR) Markas PMI Kabupaten Grobogan telah melaksanakan kegiatan Pemilihan Ketua PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan Periode 2026/2027 pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Markas PMI Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi sekaligus sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi anggota PMR.

Pemilihan ketua PMR berlangsung dengan tertib, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari penyampaian visi dan misi calon ketua, penyampaian gagasan program kerja, hingga proses pemungutan suara.

Berdasarkan hasil pemungutan suara, Aliffya Ayunugraheningtias dari SMA Negeri 1 Wirosari berhasil meraih 18 suara dan ditetapkan sebagai Ketua PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan Periode 2026/2027. Sementara itu, Annisa Sugi Rahmawati dari SMK Negeri 1 Purwodadi memperoleh 10 suara dan menempati posisi kedua.


Terpilihnya Aliffya Ayunugraheningtias menjadi harapan baru bagi keberlanjutan organisasi PMR Markas PMI Kabupaten Grobogan. Dengan semangat muda, jiwa kepemimpinan, dan komitmen kemanusiaan, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa PMR semakin aktif, inovatif, serta berkontribusi nyata dalam berbagai kegiatan sosial dan kepalangmerahan.

Kegiatan pemilihan ini tidak hanya menjadi momentum pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, tanggung jawab, dan sportivitas anggota PMR. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan sikap saling mendukung demi terwujudnya regenerasi organisasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Grobogan kembali menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda melalui PMR sebagai wadah pembentukan relawan muda yang peduli, tangguh, dan siap beraksi untuk kemanusiaan.



Latihan Gabungan PMR, Tiga Sekolah Tingkatkan Keterampilan Perawatan Keluarga

 


Latihan Gabungan PMR Tiga Sekolah Tingkatkan Keterampilan Perawatan Keluarga

47 Anggota PMR dari SMA N 1 Gubug, MAN 2 Grobogan, dan SMK Yasiha Gubug Ikuti Pelatihan Praktik Penggantian Sprei Pasien Bersama PMI Kabupaten Grobogan

GUBUG — Semangat belajar dan jiwa kemanusiaan tampak menyala dalam kegiatan latihan gabungan Palang Merah Remaja (PMR) yang mempertemukan anggota PMR dari SMA Negeri 1 Gubug, MAN 2 Grobogan, dan SMK Yasiha Gubug. Kegiatan yang digelar di SMA Negeri 1 Gubug pada Minggu, 21 Juni 2026 ini diikuti oleh 47 peserta dan difokuskan pada peningkatan keterampilan Perawatan Keluarga, khususnya praktik mengganti sprei tanpa pasien dan mengganti sprei dengan pasien di tempat tidur.

Latihan gabungan ini menjadi ruang pembelajaran bersama bagi anggota PMR lintas sekolah untuk memperkuat pemahaman, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam pelayanan kemanusiaan. Selain sebagai sarana pengembangan kapasitas anggota PMR, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kolaborasi, serta membangun solidaritas antarremaja relawan di wilayah Kecamatan Gubug dan sekitarnya.

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh pemateri dari PMI Kabupaten Grobogan, yakni Ari Arwani dan Ahmad Kasan Manuri. Dalam sesi materi, keduanya menjelaskan pentingnya keterampilan perawatan keluarga sebagai bagian dari pendidikan dasar kepalangmerahan yang harus dimiliki anggota PMR. Peserta dibekali pemahaman bahwa menjaga kebersihan tempat tidur pasien bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kesehatan, mencegah infeksi, dan memberikan pelayanan yang manusiawi kepada orang yang sedang sakit.


Para pemateri memaparkan prosedur penggantian sprei secara runtut dan sesuai standar kesehatan, mulai dari persiapan alat dan bahan, kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga teknik penggantian sprei yang aman dan nyaman bagi pasien. Materi tidak hanya diberikan secara teoritis, tetapi juga diperkuat dengan demonstrasi langsung agar peserta dapat memahami setiap langkah secara lebih jelas dan aplikatif.

Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah membedakan teknik mengganti sprei tanpa pasien dan mengganti sprei dengan pasien di tempat tidur. Pada praktik penggantian sprei dengan pasien, peserta diajarkan bagaimana menjaga kenyamanan pasien, memperhatikan posisi tubuh pasien, menjaga privasi, serta tetap menerapkan prinsip keselamatan dan kebersihan selama proses berlangsung. Materi ini menjadi pengalaman penting bagi anggota PMR karena mendekatkan mereka pada situasi pelayanan yang nyata di lapangan.

Setelah sesi demonstrasi, seluruh peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung keterampilan yang telah dipelajari. Praktik dilakukan secara bergantian dengan pendampingan pemateri, dimulai dari menyiapkan alat, melakukan prosedur cuci tangan, menggunakan APD, hingga melaksanakan penggantian sprei sesuai urutan yang benar. Selama sesi praktik berlangsung, suasana pelatihan tampak aktif, interaktif, dan penuh semangat. Peserta tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan saling membantu dalam memahami teknik yang diajarkan.

Antusiasme peserta terlihat dari kesungguhan mereka saat mencoba setiap tahapan praktik. Beberapa peserta mengaku baru pertama kali mempelajari teknik penggantian sprei pasien secara langsung, sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain menambah wawasan, latihan ini juga melatih ketelitian, kesabaran, empati, dan kerja sama—nilai-nilai yang sangat penting dalam gerakan kepalangmerahan.

Melalui kegiatan latihan gabungan ini, diharapkan anggota PMR dari ketiga sekolah tidak hanya memahami teori pertolongan pertama dan perawatan keluarga, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun saat memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa PMR bukan sekadar organisasi ekstrakurikuler, melainkan wadah pembinaan generasi muda yang peduli, terampil, tangguh, dan siap hadir membantu sesama.

Dengan terlaksananya latihan gabungan ini, PMI Kabupaten Grobogan bersama pembina PMR dari masing-masing sekolah berharap sinergi pembinaan PMR di wilayah Grobogan dapat terus diperkuat melalui kegiatan-kegiatan bersama yang edukatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam latihan ini diharapkan menjadi modal penting dalam mencetak relawan muda yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga sigap dalam tindakan kemanusiaan.

PMI Grobogan Serahkan Santunan Kematian untuk Keluarga PMI di Hong Kong

 

PMI Kabupaten Grobogan Salurkan Santunan Kematian untuk Keluarga Almarhumah Yasmiati, Wujud Kepedulian bagi Pekerja Migran dan Keluarga

GROBOGAN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Pada Sabtu, 20 Juni 2026, PMI Kabupaten Grobogan menyalurkan santunan kematian kepada keluarga almarhumah Yasmiati, seorang pekerja migran asal Kabupaten Grobogan yang meninggal dunia akibat insiden kebakaran apartemen di Hong Kong pada November 2025.

Penyerahan santunan dilaksanakan di kediaman keluarga almarhumah di Desa Guyangan, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Bantuan diterima langsung oleh suami almarhumah, Karnoto, sebagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi keluarga yang sedang berduka.

Santunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PMI Kabupaten Grobogan, PMI Pusat, dan Hong Kong Red Cross (HRC). Bantuan yang disalurkan meliputi biaya pemakaman sebesar Rp21.460.000 serta bantuan dana bulan Juni sebesar Rp10.730.000. Selain bantuan finansial, keluarga almarhumah juga akan mendapatkan dukungan psikososial selama satu tahun, terhitung mulai Juni 2026 hingga Juni 2027.


Ketua PMI Kabupaten Grobogan, Dr. Ir. Moh. Sumarsono, M.Si., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian gerakan kemanusiaan kepada keluarga pekerja migran yang mengalami musibah di luar negeri. Menurutnya, kehadiran PMI bukan hanya sebatas pada saat terjadi bencana atau keadaan darurat, tetapi juga dalam mendampingi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.

“Bantuan ini bukan sekadar santunan secara materi, tetapi juga bentuk empati dan kepedulian kemanusiaan kepada keluarga almarhumah. PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan terima kasih kepada PMI Pusat dan Hong Kong Red Cross atas dukungan yang diberikan kepada keluarga almarhumah Yasmiati,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka menjadi perhatian penting, terutama ketika mereka menghadapi musibah di negara penempatan. Menurutnya, sinergi lintas lembaga sangat dibutuhkan agar keluarga pekerja migran tetap mendapatkan pendampingan, baik dalam proses pemulangan, bantuan kemanusiaan, maupun pemulihan psikologis pascakejadian.

Bagi keluarga almarhumah, bantuan ini menjadi penguat di tengah duka yang masih dirasakan. Suami almarhumah, Karnoto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan PMI dan Hong Kong Red Cross kepada keluarganya. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti, tidak hanya untuk membantu kebutuhan keluarga, tetapi juga sebagai bukti bahwa almarhumah dan keluarganya tidak sendiri menghadapi musibah ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pekerja migran Indonesia adalah bagian penting dari masyarakat yang juga membutuhkan perlindungan dan perhatian, terutama saat menghadapi risiko di luar negeri. PMI Kabupaten Grobogan memandang bahwa pelayanan kemanusiaan harus menjangkau siapa pun yang membutuhkan, tanpa memandang jarak maupun latar belakang, termasuk keluarga pekerja migran yang tengah mengalami masa sulit.

Melalui penyaluran santunan ini, PMI Kabupaten Grobogan menegaskan perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang hadir tidak hanya dalam penanganan bencana dan pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam memberikan dukungan sosial, empati, dan penguatan kepada masyarakat yang terdampak musibah. Semangat kemanusiaan inilah yang terus menjadi landasan PMI dalam melayani masyarakat, sejalan dengan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Untuk informasi lebih lanjut tentang layanan dan kegiatan PMI Grobogan, masyarakat dapat mengunjungi PMI Grobogan.

 

Senin, 18 Mei 2026

AYO GABUNG PMR

 


“MENJADI GENERASI PEMIMPIN KEMANUSIAAN”

Penguatan Peran PMR Wira melalui PMR Markas / Youth Center

PMI Kabupaten Grobogan


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era modern saat ini, remaja tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan bekerja dalam tim.

Palang Merah Remaja (PMR) hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda untuk menjadi remaja yang:

  • Peduli sesama
  • Tanggap terhadap situasi darurat
  • Memiliki jiwa kemanusiaan
  • Berjiwa kepemimpinan

PMR bukan hanya organisasi sekolah. PMR adalah tempat belajar menjadi pemimpin masa depan.

Melalui PMR Markas / Youth Center PMI Kabupaten Grobogan, anggota PMR Wira diberi ruang untuk:

  • Mengembangkan kepemimpinan
  • Mengasah kemampuan organisasi
  • Menjadi pelopor aksi kemanusiaan
  • Berjejaring lintas sekolah

Karena itu, menjadi Pengurus PMR Markas bukan sekadar jabatan, tetapi sebuah kehormatan dan tanggung jawab kemanusiaan.


BAB II

KONSEP DASAR PMR

A. Jenjang PMR

  • PMR Mula Peer Leadership
  • PMR Madya Peer Support
  • PMR Wira Peer Educator

Sebagai PMR Wira (15–17 tahun), kita memiliki peran sebagai Peer Educator, yaitu pendidik sebaya.

Artinya:
Kita bukan lagi hanya peserta kegiatan, tetapi penggerak perubahan.


BAB III

MENGAPA HARUS MENJADI PENGURUS PMR MARKAS?

1. Tempat Belajar Kepemimpinan Nyata

Di PMR Markas, kamu belajar:

  • Memimpin rapat
  • Mengatur program kerja
  • Mengelola kegiatan besar
  • Mengambil keputusan

Ini adalah pengalaman yang tidak semua remaja dapatkan.


2. Upgrade Skill dan Mental

Menjadi pengurus berarti:

  • Belajar public speaking
  • Belajar manajemen kegiatan
  • Belajar problem solving
  • Belajar bekerja dalam tekanan

Ini adalah bekal untuk masa depan kuliah dan dunia kerja.


3. Networking Lebih Luas

PMR Markas mempertemukan:

  • PMR dari berbagai sekolah
  • Relawan PMI
  • KSR
  • TSR
  • SIBAT

Kamu membangun jaringan yang akan sangat berguna di masa depan.


4. Sertifikat & Pengalaman Bernilai Tinggi

Pengalaman sebagai pengurus PMI:

  • Bernilai untuk SNBP / SNBT
  • Bernilai untuk beasiswa
  • Bernilai untuk seleksi organisasi kampus

5. Membentuk Karakter Kemanusiaan

Di PMR kamu belajar:

  • Empati
  • Solidaritas
  • Tanggung jawab
  • Disiplin
  • Kepedulian sosial

Inilah nilai yang membuatmu berbeda dari remaja lain.


BAB IV

PERAN PENGURUS PMR MARKAS

Ketua

Pemimpin utama organisasi remaja tingkat kabupaten.

Seksi Bakti Masyarakat

Pelopor kegiatan sosial dan aksi kemanusiaan.

Seksi Keterampilan & Kesehatan

Penggerak pelatihan dan peningkatan kapasitas.

Seksi Persahabatan & Kepemimpinan

Penggerak Jumbara, kemah, dan penguatan karakter.

Seksi Umum

Pendukung administrasi dan koordinasi kegiatan.


BAB V

TANTANGAN & PELUANG

Menjadi pengurus bukan berarti tanpa tantangan.

Akan ada:

  • Perbedaan pendapat
  • Tekanan waktu
  • Kegiatan yang padat

Namun di situlah kamu belajar menjadi dewasa dan profesional.


BAB VI

VISI BESAR PMR MARKAS 2026–2027

Mewujudkan PMR Markas sebagai pusat pengembangan kepemimpinan remaja kemanusiaan yang aktif, inovatif, dan inspiratif di Kabupaten Grobogan.


BAB VII

PENUTUP

Menjadi pengurus PMR Markas bukan tentang siapa yang paling hebat.

Tetapi tentang siapa yang paling siap berkomitmen.

PMR bukan hanya organisasi.
PMR adalah sekolah kepemimpinan.
PMR adalah tempat belajar menjadi manusia yang bermanfaat.

 

PMI Kabupaten Grobogan Perkuat Tata Kelola Relawan Melalui Pertemuan FOREL Tahun 2026


PMI Kabupaten Grobogan
Perkuat Tata Kelola Relawan Melalui Pertemuan FOREL Tahun 2026

Grobogan, 17 Mei 2026 — Palang Merah Indonesia Kabupaten Grobogan menyelenggarakan Pertemuan Forum Relawan (FOREL) sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola relawan dan peningkatan kapasitas pelayanan kemanusiaan tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Markas PMI Kabupaten Grobogan dan diikuti oleh 62 peserta yang terdiri dari Staf Markas, Staf Unit Donor Darah (UDD), KSR Unit Markas, KSR Unit UNAN, TSR, serta SIBAT.

Pertemuan FOREL merupakan forum koordinasi strategis yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas manajemen relawan, memperkuat sistem pendataan, serta menyelaraskan program kerja relawan dengan kebijakan organisasi di tingkat kabupaten maupun nasional.

Dalam agenda utama, peserta membahas mekanisme penugasan relawan, standar kesiapsiagaan dan respon pelayanan, serta evaluasi pelaksanaan tugas sebelumnya. Selain itu, dilakukan validasi dan pemutakhiran database relawan aktif dan nonaktif guna memastikan ketersediaan data yang akurat, terintegrasi, dan siap digunakan dalam setiap situasi penugasan.

Kasi SDM dan Relawan PMI Kabupaten Grobogan, Heri Wibowo, menegaskan bahwa penguatan sistem database merupakan langkah strategis dalam mendukung profesionalisme relawan.

“Pengelolaan relawan yang tertib administrasi dan berbasis data akan meningkatkan efektivitas respon serta akuntabilitas organisasi. Relawan PMI harus siap secara kompetensi maupun sistem pendukungnya,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menghasilkan sejumlah rencana program peningkatan kapasitas relawan tahun 2026, antara lain pelaksanaan Camp Relawan, Refresh Materi seluruh bidang pelayanan, Pelatihan Driver Ambulance, Latihan Gabungan (Latgab), serta kegiatan penguatan solidaritas antarunit relawan.

Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya dalam membangun relawan yang kompeten, terorganisir, dan siap menjalankan mandat kemanusiaan sesuai Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Sebagai bagian dari sistem pembinaan berjenjang, hasil pertemuan ini akan menjadi dasar tindak lanjut penyusunan timeline kegiatan serta penguatan koordinasi lintas unit relawan di wilayah Kabupaten Grobogan.

 


FORPIS PMI Grobogan Gaspol! Siapkan Konferensi PMR Kabupaten Menuju Tingkat Jawa Tengah

 


FORPIS PMI Grobogan Gaspol! Siapkan Konferensi PMR Kabupaten Menuju Tingkat Jawa Tengah

Grobogan, 17 Mei 2026 — Forum Palang Merah Remaja (FORPIS) PMI Kabupaten Grobogan menunjukkan keseriusannya dalam membangun kader kemanusiaan dengan menggelar pertemuan konsolidasi dan persiapan Konferensi PMR Tahun 2026 di Markas PMI Kabupaten Grobogan, Minggu (17/5).

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat organisasi PMR sekaligus menyusun langkah konkret menuju Konferensi PMR Tingkat Jawa Tengah. Kegiatan diikuti oleh Ketua dan pengurus PMR SMA/SMK/MA se-Kabupaten Grobogan dengan suasana penuh semangat dan komitmen.

Koordinator FORPIS, Gifara, menegaskan bahwa FORPIS harus menjadi motor penggerak pembinaan remaja yang progresif dan berdampak nyata.

“FORPIS bukan sekadar forum koordinasi, tetapi ruang tumbuhnya kepemimpinan remaja. Kita ingin PMR Grobogan semakin solid, inovatif, dan siap menjadi garda terdepan kegiatan kemanusiaan,” tegas Gifara.


Penguatan juga datang dari Kasi SDM dan Relawan PMI Kabupaten Grobogan, Heri Wibowo, yang menekankan pentingnya kaderisasi berkelanjutan melalui PMR.

“PMR adalah fondasi relawan PMI di masa depan. Jika pembinaan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, maka kita akan memiliki relawan yang tangguh, profesional, dan berintegritas,” ujar Heri Wibowo.

Dalam pertemuan tersebut dibahas program kerja FORPIS Tahun 2026 serta persiapan Konferensi PMR Kabupaten yang akan dilaksanakan secara swadaya dan mandiri. Konferensi ini diharapkan menjadi ajang konsolidasi, evaluasi program, dan regenerasi kepemimpinan PMR di Kabupaten Grobogan.

Sejumlah kesepakatan strategis dihasilkan, termasuk pembentukan tim kecil persiapan konferensi dan penyusunan timeline kegiatan menuju tingkat provinsi.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kepalangmerahan, FORPIS PMI Kabupaten Grobogan optimistis mampu melahirkan generasi muda yang peduli, tangguh, dan siap mengabdi untuk kemanusiaan.