RIA
AMANDA JUNI PERMATASARI TERPILIH SEBAGAI KOORDINATOR FORPIS GROBOGAN 2026–2027
GROBOGAN – Regenerasi
kepemimpinan Palang Merah Remaja (PMR) di Kabupaten Grobogan memasuki babak
baru. Ria Amanda Juni Permatasari, anggota PMR dari SMA Negeri 1
Godong, terpilih sebagai Koordinator Forum Palang Merah Remaja (FORPIS)
PMI Kabupaten Grobogan periode 2026–2027.
Ria terpilih dalam Konferensi Palang
Merah Remaja (PMR) Tingkat Kabupaten Grobogan Tahun 2026 yang berlangsung
pada 8–9 Agustus 2026 di Markas PMI Kabupaten Grobogan, Purwodadi.
Konferensi tersebut diikuti 62 peserta
yang memiliki hak suara, yang merupakan perwakilan PMR Wira dari 31 SMA,
SMK, dan MA se-Kabupaten Grobogan. Forum tersebut menjadi ruang bagi para
anggota PMR untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi program, membahas
pengembangan PMR, sekaligus menentukan arah kepemimpinan FORPIS untuk periode
berikutnya.
Raih 45 Suara dari 62
Hak Suara
Pemilihan Koordinator FORPIS
dilaksanakan melalui tahapan penjaringan calon, penyampaian visi dan misi,
serta pemungutan suara secara demokratis.
Dalam proses pemungutan suara, Ria
Amanda Juni Permatasari memperoleh 45 suara dari total 62 hak suara dan
ditetapkan sebagai Koordinator FORPIS PMI Kabupaten Grobogan periode 2026–2027.
Hasil tersebut mendapat apresiasi dari
peserta konferensi. Terpilihnya Ria diharapkan mampu menjadi awal penguatan
komunikasi dan kolaborasi antaranggota PMR dari berbagai sekolah di Kabupaten
Grobogan.
Ria Amanda mengatakan keikutsertaannya
dalam FORPIS menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman, memperluas relasi,
sekaligus melatih kemampuan kepemimpinan.
Ia juga membawa harapan agar FORPIS
dapat menjadi wadah yang semakin aktif dalam mengembangkan potensi remaja dan
kegiatan kepalangmerahan.
“Semoga amanah dalam menjalankan tugas,
menginspirasi rekan sebaya, dan membawa PMR serta FORPIS Grobogan semakin
maju.”
Bagi Ria, kepercayaan yang diberikan
melalui forum konferensi tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus belajar
dan bekerja bersama rekan-rekan PMR.
“Percaya diri dan yakin adalah kunci
dari masa depan,”
menjadi pesan yang ia sampaikan sebagai semangat dalam menjalankan amanah
barunya.
Diikuti 31 Sekolah
se-Kabupaten Grobogan
Konferensi PMR Tahun 2026 diikuti oleh
perwakilan dari 31 sekolah di Kabupaten Grobogan, yang terdiri dari
madrasah aliyah, SMA, dan SMK.
Sekolah yang mengikuti konferensi
tersebut meliputi:
1. MA Al-Azhar
2. MA Miftahut Thullab
3. MA Nuril Huda
4. MA Sunniyyah Selo
5. MA Yasi Brati
6. MA YPI Klambu
7. MAN 1 Grobogan
8. SMA Muhammadiyah
Purwodadi
9. SMA Negeri 1 Gabus
10.
SMA
Negeri 1 Geyer
11.
SMA
Negeri 1 Godong
12.
SMA
Negeri 1 Grobogan
13.
SMA
Negeri 1 Gubug
14.
SMA
Negeri 1 Karangrayung
15.
SMA
Negeri 1 Kradenan
16.
SMA
Negeri 1 Pulokulon
17.
SMA
Negeri 1 Toroh
18.
SMA
Negeri 1 Wirosari
19.
SMA
PGRI Kuwu
20.
SMK
Astramitra
21.
SMK
AT-Thoat Toroh
22.
SMK
Muhammadiyah Purwodadi
23.
SMK
Negeri 1 Purwodadi
24.
SMK
Negeri 1 Wirosari
25.
SMK
Negeri 2 Purwodadi
26.
SMK
Pancasila 2 Integral
27.
SMK
Pembangunan Nasional Purwodadi
28.
SMK
PGRI Kuwu
29.
SMK
Satya Bhakti Ilmu Grobogan
30.
SMK
Yasiha Gubug
31.
SMK
YATPI Godong
Keterlibatan puluhan sekolah tersebut
menunjukkan luasnya jejaring pembinaan PMR di Kabupaten Grobogan sekaligus
menjadi modal penting untuk memperkuat program kepalangmerahan di kalangan
remaja.
Tidak Berhenti di
Ruang Konferensi
Konferensi PMR tidak hanya berorientasi
pada pemilihan Koordinator FORPIS. Para peserta juga mengikuti berbagai agenda,
mulai dari evaluasi program PMR tahun 2025–2026, penyampaian aspirasi,
persidangan organisasi, penyusunan rekomendasi, hingga pembahasan program PMR
berkelanjutan.
PMI Kabupaten Grobogan mendorong agar
hasil konferensi dapat dibawa kembali oleh peserta ke sekolah masing-masing dan
dikembangkan menjadi kegiatan nyata.
Dengan terpilihnya Ria Amanda Juni
Permatasari, FORPIS Kabupaten Grobogan diharapkan semakin mampu menjadi wadah
komunikasi, koordinasi, pengembangan kepemimpinan, dan kreativitas remaja,
sekaligus memperkuat keterlibatan PMR dalam kegiatan kemanusiaan.
Dari Konferensi
Menuju Aksi di Masyarakat
Semangat kepemimpinan remaja tersebut
kemudian dilanjutkan melalui keterlibatan anggota PMR dalam kegiatan edukasi
masyarakat di Car Free Day (CFD) Purwodadi.
Dalam kegiatan bertema “Kemarau
Siaga: Hemat Air, Cegah Kebakaran”, PMI bersama PMR mengajak masyarakat
meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekeringan dan kebakaran pada musim
kemarau.
Edukasi dilakukan secara interaktif
dengan mengajak masyarakat memahami penggunaan air secara bijak serta
langkah-langkah pencegahan kebakaran. PMR juga menggunakan permainan “Pilih
Aman atau Bahaya?” agar pesan kesiapsiagaan lebih mudah diterima anak-anak
dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut
memperlihatkan bahwa pembinaan PMR tidak berhenti pada kegiatan internal
organisasi. Remaja juga diberi ruang untuk tampil, berkomunikasi, mengedukasi,
dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.
Konferensi PMR Grobogan 2026 akhirnya
bukan sekadar forum memilih pemimpin baru, tetapi menjadi momentum memperkuat
regenerasi, membangun jejaring antarsekolah, dan menyiapkan generasi muda untuk
terus hadir dalam gerakan kemanusiaan.










0 comments:
Posting Komentar