iklan

iklan

Senin, 10 Agustus 2026

 


RIA AMANDA JUNI PERMATASARI TERPILIH SEBAGAI KOORDINATOR FORPIS GROBOGAN 2026–2027

GROBOGAN – Regenerasi kepemimpinan Palang Merah Remaja (PMR) di Kabupaten Grobogan memasuki babak baru. Ria Amanda Juni Permatasari, anggota PMR dari SMA Negeri 1 Godong, terpilih sebagai Koordinator Forum Palang Merah Remaja (FORPIS) PMI Kabupaten Grobogan periode 2026–2027.

Ria terpilih dalam Konferensi Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Kabupaten Grobogan Tahun 2026 yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Markas PMI Kabupaten Grobogan, Purwodadi.

Konferensi tersebut diikuti 62 peserta yang memiliki hak suara, yang merupakan perwakilan PMR Wira dari 31 SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Grobogan. Forum tersebut menjadi ruang bagi para anggota PMR untuk menyampaikan aspirasi, mengevaluasi program, membahas pengembangan PMR, sekaligus menentukan arah kepemimpinan FORPIS untuk periode berikutnya.


Raih 45 Suara dari 62 Hak Suara

Pemilihan Koordinator FORPIS dilaksanakan melalui tahapan penjaringan calon, penyampaian visi dan misi, serta pemungutan suara secara demokratis.

Dalam proses pemungutan suara, Ria Amanda Juni Permatasari memperoleh 45 suara dari total 62 hak suara dan ditetapkan sebagai Koordinator FORPIS PMI Kabupaten Grobogan periode 2026–2027.

Hasil tersebut mendapat apresiasi dari peserta konferensi. Terpilihnya Ria diharapkan mampu menjadi awal penguatan komunikasi dan kolaborasi antaranggota PMR dari berbagai sekolah di Kabupaten Grobogan.

Ria Amanda mengatakan keikutsertaannya dalam FORPIS menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman, memperluas relasi, sekaligus melatih kemampuan kepemimpinan.

Ia juga membawa harapan agar FORPIS dapat menjadi wadah yang semakin aktif dalam mengembangkan potensi remaja dan kegiatan kepalangmerahan.


“Semoga amanah dalam menjalankan tugas, menginspirasi rekan sebaya, dan membawa PMR serta FORPIS Grobogan semakin maju.”

Bagi Ria, kepercayaan yang diberikan melalui forum konferensi tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus belajar dan bekerja bersama rekan-rekan PMR.

“Percaya diri dan yakin adalah kunci dari masa depan,” menjadi pesan yang ia sampaikan sebagai semangat dalam menjalankan amanah barunya.

Diikuti 31 Sekolah se-Kabupaten Grobogan

Konferensi PMR Tahun 2026 diikuti oleh perwakilan dari 31 sekolah di Kabupaten Grobogan, yang terdiri dari madrasah aliyah, SMA, dan SMK.

Sekolah yang mengikuti konferensi tersebut meliputi:

1.   MA Al-Azhar

2.   MA Miftahut Thullab

3.   MA Nuril Huda

4.   MA Sunniyyah Selo

5.   MA Yasi Brati

6.   MA YPI Klambu

7.   MAN 1 Grobogan

8.   SMA Muhammadiyah Purwodadi

9.   SMA Negeri 1 Gabus

10.                 SMA Negeri 1 Geyer

11.                 SMA Negeri 1 Godong

12.                 SMA Negeri 1 Grobogan

13.                 SMA Negeri 1 Gubug

14.                 SMA Negeri 1 Karangrayung

15.                 SMA Negeri 1 Kradenan

16.                 SMA Negeri 1 Pulokulon

17.                 SMA Negeri 1 Toroh

18.                 SMA Negeri 1 Wirosari

19.                 SMA PGRI Kuwu

20.                 SMK Astramitra

21.                 SMK AT-Thoat Toroh

22.                 SMK Muhammadiyah Purwodadi

23.                 SMK Negeri 1 Purwodadi

24.                 SMK Negeri 1 Wirosari

25.                 SMK Negeri 2 Purwodadi

26.                 SMK Pancasila 2 Integral

27.                 SMK Pembangunan Nasional Purwodadi

28.                 SMK PGRI Kuwu

29.                 SMK Satya Bhakti Ilmu Grobogan

30.                 SMK Yasiha Gubug

31.                 SMK YATPI Godong

Keterlibatan puluhan sekolah tersebut menunjukkan luasnya jejaring pembinaan PMR di Kabupaten Grobogan sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat program kepalangmerahan di kalangan remaja.


Tidak Berhenti di Ruang Konferensi

Konferensi PMR tidak hanya berorientasi pada pemilihan Koordinator FORPIS. Para peserta juga mengikuti berbagai agenda, mulai dari evaluasi program PMR tahun 2025–2026, penyampaian aspirasi, persidangan organisasi, penyusunan rekomendasi, hingga pembahasan program PMR berkelanjutan.

PMI Kabupaten Grobogan mendorong agar hasil konferensi dapat dibawa kembali oleh peserta ke sekolah masing-masing dan dikembangkan menjadi kegiatan nyata.

Dengan terpilihnya Ria Amanda Juni Permatasari, FORPIS Kabupaten Grobogan diharapkan semakin mampu menjadi wadah komunikasi, koordinasi, pengembangan kepemimpinan, dan kreativitas remaja, sekaligus memperkuat keterlibatan PMR dalam kegiatan kemanusiaan.

Dari Konferensi Menuju Aksi di Masyarakat

Semangat kepemimpinan remaja tersebut kemudian dilanjutkan melalui keterlibatan anggota PMR dalam kegiatan edukasi masyarakat di Car Free Day (CFD) Purwodadi.

Dalam kegiatan bertema “Kemarau Siaga: Hemat Air, Cegah Kebakaran”, PMI bersama PMR mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekeringan dan kebakaran pada musim kemarau.

Edukasi dilakukan secara interaktif dengan mengajak masyarakat memahami penggunaan air secara bijak serta langkah-langkah pencegahan kebakaran. PMR juga menggunakan permainan “Pilih Aman atau Bahaya?” agar pesan kesiapsiagaan lebih mudah diterima anak-anak dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan PMR tidak berhenti pada kegiatan internal organisasi. Remaja juga diberi ruang untuk tampil, berkomunikasi, mengedukasi, dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Konferensi PMR Grobogan 2026 akhirnya bukan sekadar forum memilih pemimpin baru, tetapi menjadi momentum memperkuat regenerasi, membangun jejaring antarsekolah, dan menyiapkan generasi muda untuk terus hadir dalam gerakan kemanusiaan.

0 comments:

Posting Komentar