iklan

iklan

Kamis, 27 Agustus 2026

PMI Grobogan Beri Edukasi NAPZA, Kesehatan Reproduksi, dan Pertolongan Pertama bagi PMR SMKN 2 Purwodadi

 


PURWODADI, 27 Agustus 2026 — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan bersama SMK Negeri 2 Purwodadi menggelar kegiatan Penyuluhan Palang Merah Remaja (PMR) selama dua hari, Rabu–Kamis (26–27 Agustus 2026). Kegiatan bertajuk “Generasi Sehat, Tangguh, dan Siaga Bencana” tersebut dilaksanakan di SMK Negeri 2 Purwodadi, Jalan M.H. Thamrin Nomor 50, Kelurahan Danyang, Purwodadi.

Kegiatan diikuti oleh guru dan anggota PMR SMK Negeri 2 Purwodadi. Penyuluhan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam bidang kesehatan remaja serta pertolongan pertama.

Kepala SMK Negeri 2 Purwodadi, Jaenur, S.Pd., M.Pd., membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama antara SMK Negeri 2 Purwodadi dan PMI Kabupaten Grobogan dalam memberikan pembekalan kepada peserta didik.

Menurut Jaenur, kegiatan PMR memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, kedisiplinan, serta kemampuan menghadapi situasi darurat.

“Kami menyambut baik kegiatan penyuluhan ini. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat menjadi bekal ketika menghadapi kondisi darurat di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” ujar Jaenur.


Edukasi NAPZA dan Kesehatan Reproduksi

Pada hari pertama, Rabu (26/8), materi difokuskan pada Pendidikan Remaja Sebaya, bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), serta kesehatan reproduksi remaja.

Materi disampaikan oleh Kasi SDM dan Relawan PMI Kabupaten Grobogan, Hari Wibowo, yang menjadi pemateri utama selama kegiatan dua hari.

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai jenis dan dampak penyalahgunaan NAPZA serta pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko. Peserta juga diajak berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi remaja, termasuk cara mengenali dan menghindari penyalahgunaan zat berbahaya dalam lingkungan pergaulan.

Marten Krisando Legowo, Staf SDM dan Relawan PMI Kabupaten Grobogan, turut mendampingi kegiatan dan memberikan penguatan materi kepada peserta.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi. Sejumlah peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan menanggapi materi yang diberikan.

Salah satu anggota PMR SMK Negeri 2 Purwodadi, Patrisia, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.


Pembina PMR Dorong Siswa Aktif dalam Kegiatan Kemanusiaan

Pembina PMR SMK Negeri 2 Purwodadi, Billy Iskandar, menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut menjadi kesempatan bagi anggota PMR untuk mendapatkan pembelajaran langsung dari PMI.

Menurut Billy, materi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun kepedulian terhadap teman dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap anak-anak PMR tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya. Mereka harus berani peduli, mampu menolong sesuai kemampuan, dan menjadi contoh positif bagi teman-temannya,” kata Billy.

Ia juga berharap kerja sama antara SMK Negeri 2 Purwodadi dan PMI Kabupaten Grobogan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan PMR secara berkelanjutan.

Hari Kedua Diisi Praktik Pertolongan Pertama

Memasuki hari kedua, Kamis (27/8), kegiatan berlanjut dengan materi Pertolongan Pertama (PP). Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan teori, tetapi juga mengikuti praktik dan simulasi penanganan korban.

Di bawah pendampingan Hari Wibowo dan tim PMI Kabupaten Grobogan, peserta mempraktikkan sejumlah keterampilan dasar pertolongan pertama, antara lain:

  • penanganan perdarahan dan luka;
  • teknik pembalutan;
  • penanganan korban dengan dugaan patah tulang; serta
  • teknik evakuasi dan pemindahan korban.

Praktik tersebut memberikan kesempatan kepada anggota PMR untuk memahami penerapan pertolongan pertama secara langsung. Peserta juga mendapatkan koreksi dan arahan dari pemateri selama proses simulasi.

Membentuk Remaja yang Sehat dan Siaga

Penyuluhan PMR di SMK Negeri 2 Purwodadi menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepalangmerahan. Pengetahuan mengenai kesehatan remaja, pencegahan penyalahgunaan NAPZA, kesehatan reproduksi, dan pertolongan pertama diharapkan dapat menjadi bekal bagi anggota PMR dalam menjalankan peran kemanusiaan di lingkungan sekolah.

PMI Kabupaten Grobogan bersama SMK Negeri 2 Purwodadi berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah sekaligus mendorong anggota PMR untuk menjadi remaja yang sehat, peduli, tangguh, dan mampu berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan.

Keberadaan PMR di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya menjadi wadah pembelajaran keterampilan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan kepedulian sosial bagi generasi muda.

0 comments:

Posting Komentar