Latihan
Gabungan PMR Tiga Sekolah Tingkatkan Keterampilan Perawatan Keluarga
47 Anggota PMR dari
SMA N 1 Gubug, MAN 2 Grobogan, dan SMK Yasiha Gubug Ikuti Pelatihan Praktik
Penggantian Sprei Pasien Bersama PMI Kabupaten Grobogan
GUBUG — Semangat belajar dan jiwa
kemanusiaan tampak menyala dalam kegiatan latihan gabungan Palang Merah
Remaja (PMR) yang mempertemukan anggota PMR dari SMA Negeri 1 Gubug, MAN
2 Grobogan, dan SMK Yasiha Gubug. Kegiatan yang digelar di SMA Negeri 1
Gubug pada Minggu, 21 Juni 2026 ini diikuti oleh 47 peserta
dan difokuskan pada peningkatan keterampilan Perawatan Keluarga,
khususnya praktik mengganti sprei tanpa pasien dan mengganti sprei
dengan pasien di tempat tidur.
Latihan gabungan ini menjadi ruang
pembelajaran bersama bagi anggota PMR lintas sekolah untuk memperkuat
pemahaman, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam pelayanan kemanusiaan. Selain
sebagai sarana pengembangan kapasitas anggota PMR, kegiatan ini juga menjadi
ajang mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kolaborasi, serta membangun
solidaritas antarremaja relawan di wilayah Kecamatan Gubug dan sekitarnya.
Materi pelatihan disampaikan langsung
oleh pemateri dari PMI Kabupaten Grobogan, yakni Ari Arwani dan Ahmad
Kasan Manuri. Dalam sesi materi, keduanya menjelaskan pentingnya
keterampilan perawatan keluarga sebagai bagian dari pendidikan dasar
kepalangmerahan yang harus dimiliki anggota PMR. Peserta dibekali pemahaman
bahwa menjaga kebersihan tempat tidur pasien bukan hanya soal kenyamanan,
tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kesehatan, mencegah infeksi, dan
memberikan pelayanan yang manusiawi kepada orang yang sedang sakit.
Para pemateri memaparkan prosedur
penggantian sprei secara runtut dan sesuai standar kesehatan, mulai dari
persiapan alat dan bahan, kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri
(APD), hingga teknik penggantian sprei yang aman dan nyaman bagi pasien. Materi
tidak hanya diberikan secara teoritis, tetapi juga diperkuat dengan demonstrasi
langsung agar peserta dapat memahami setiap langkah secara lebih jelas dan
aplikatif.
Salah satu fokus utama dalam pelatihan
ini adalah membedakan teknik mengganti sprei tanpa pasien dan mengganti
sprei dengan pasien di tempat tidur. Pada praktik penggantian sprei dengan
pasien, peserta diajarkan bagaimana menjaga kenyamanan pasien, memperhatikan
posisi tubuh pasien, menjaga privasi, serta tetap menerapkan prinsip
keselamatan dan kebersihan selama proses berlangsung. Materi ini menjadi
pengalaman penting bagi anggota PMR karena mendekatkan mereka pada situasi
pelayanan yang nyata di lapangan.
Setelah sesi demonstrasi, seluruh peserta
diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung keterampilan yang telah
dipelajari. Praktik dilakukan secara bergantian dengan pendampingan pemateri,
dimulai dari menyiapkan alat, melakukan prosedur cuci tangan, menggunakan APD,
hingga melaksanakan penggantian sprei sesuai urutan yang benar. Selama sesi
praktik berlangsung, suasana pelatihan tampak aktif, interaktif, dan penuh
semangat. Peserta tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga aktif bertanya,
berdiskusi, dan saling membantu dalam memahami teknik yang diajarkan.
Antusiasme peserta terlihat dari
kesungguhan mereka saat mencoba setiap tahapan praktik. Beberapa peserta
mengaku baru pertama kali mempelajari teknik penggantian sprei pasien secara
langsung, sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain
menambah wawasan, latihan ini juga melatih ketelitian, kesabaran, empati, dan
kerja sama—nilai-nilai yang sangat penting dalam gerakan kepalangmerahan.
Melalui kegiatan latihan gabungan ini,
diharapkan anggota PMR dari ketiga sekolah tidak hanya memahami teori
pertolongan pertama dan perawatan keluarga, tetapi juga mampu menerapkan
keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah,
maupun saat memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Kegiatan ini
sekaligus menjadi bukti bahwa PMR bukan sekadar organisasi ekstrakurikuler,
melainkan wadah pembinaan generasi muda yang peduli, terampil, tangguh, dan
siap hadir membantu sesama.
Dengan terlaksananya latihan gabungan
ini, PMI Kabupaten Grobogan bersama pembina PMR dari masing-masing sekolah
berharap sinergi pembinaan PMR di wilayah Grobogan dapat terus diperkuat
melalui kegiatan-kegiatan bersama yang edukatif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam latihan ini diharapkan menjadi modal
penting dalam mencetak relawan muda yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan,
tetapi juga sigap dalam tindakan kemanusiaan.









0 comments:
Posting Komentar