iklan

iklan

Rabu, 01 Juli 2026

Kisah Inspiratif Felisa Anistia Ahme, Ketua PMR Markas Kabupaten Grobogan Periode 2025–2026

 


Berawal dari Sebuah Permintaan, Berakhir Menjadi Pengabdian

Kisah Inspiratif Felisa Anistia Ahme, Ketua PMR Markas Kabupaten Grobogan Periode 2025–2026

Grobogan – Tidak semua perjalanan kepemimpinan dimulai dari sebuah impian besar. Ada kalanya, langkah pertama justru berawal dari sebuah permintaan sederhana. Hal itulah yang dialami Felisa Anistia Ahme, siswi SMA Negeri 1 Pulokulon, yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua PMR Markas Kabupaten Grobogan Periode 2025–2026.

Lahir di Grobogan pada 3 Agustus 2008, Felisa mengaku awalnya sama sekali tidak mengenal keberadaan PMR Markas Kabupaten Grobogan. Perjalanannya dimulai ketika Ketua PMR di sekolahnya meminta dirinya menjadi salah satu perwakilan SMA Negeri 1 Pulokulon untuk bergabung di PMR Markas.

"Awalnya saya bahkan tidak tahu kalau ada PMR Markas. Saya hanya diminta menjadi perwakilan sekolah. Dari situlah perjalanan saya dimulai hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua PMR Markas Kabupaten Grobogan," ungkap Felisa.

Sejak bergabung, Felisa merasakan bahwa PMR bukan sekadar organisasi, tetapi menjadi tempat untuk belajar, berkembang, dan mengabdi kepada sesama. Berbagai pengalaman berharga ia dapatkan, mulai dari belajar kepemimpinan, membangun komunikasi, hingga bekerja sama dengan anggota PMR dari puluhan sekolah di Kabupaten Grobogan.

Salah satu kegiatan yang paling membekas di hatinya adalah Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah yang sangat efektif untuk membentuk karakter seorang relawan muda.

"LDK mengajarkan kami tentang kerja sama, melatih mental, meningkatkan fisik, sekaligus membangun rasa tanggung jawab sebagai seorang anggota PMR," tuturnya.

Menjadi pemimpin tentu bukan tanpa tantangan. Sebagai Ketua PMR Markas, Felisa harus mengoordinasikan anggota dari berbagai sekolah yang memiliki karakter, latar belakang, dan kesibukan yang berbeda-beda.

Salah satu tantangan terbesar yang ia hadapi adalah ketika kegiatan membutuhkan kontribusi dana pribadi dari peserta. Tidak semua anggota memiliki kondisi yang sama sehingga dibutuhkan komunikasi yang baik dan rasa saling memahami.

"Kalau mengatur teman-teman sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi setiap orang memiliki sifat yang berbeda. Sebagai ketua saya harus bisa menyesuaikan cara berkomunikasi dengan mereka agar semua tetap bisa berjalan bersama," jelasnya.

Di balik kesibukannya sebagai pelajar dan pengurus PMR Markas, Felisa juga memiliki keinginan besar untuk lebih banyak membantu kegiatan kemanusiaan di PMI Kabupaten Grobogan. Namun, jarak rumah menuju Markas PMI yang memerlukan waktu lebih dari 30 menit sering menjadi kendala sehingga ia tidak selalu dapat hadir setiap saat ketika dibutuhkan.

Meski demikian, semangatnya untuk terus mengabdi tidak pernah surut. Baginya, menjadi bagian dari PMR adalah sebuah kebanggaan yang memberikan banyak pengalaman hidup yang tidak bisa diperoleh di tempat lain.

"Anak PMR itu keren karena bisa membantu banyak orang. Pengalamannya juga luar biasa, apalagi kalau sudah bergabung di PMR Markas Kabupaten Grobogan. Kita belajar menjadi relawan yang peduli, bertanggung jawab, dan siap hadir untuk sesama," ujarnya.

Di akhir ceritanya, Felisa memberikan pesan kepada seluruh anggota PMR, khususnya generasi muda yang baru bergabung.

"Jangan pernah patah semangat. Teruslah aktif mengikuti kegiatan PMR karena di sinilah kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus bisa bermanfaat bagi orang lain. PMR bukan hanya organisasi, tetapi keluarga yang mengajarkan arti kemanusiaan. PMR di hati."

Kisah Felisa menjadi bukti bahwa kesempatan besar sering kali datang dari langkah kecil yang mungkin tidak pernah kita rencanakan. Dengan semangat belajar, kemauan untuk melayani, dan kepedulian terhadap sesama, seorang pelajar dari SMA Negeri 1 Pulokulon mampu tumbuh menjadi pemimpin muda yang menginspirasi. Semoga semangat pengabdian yang ditunjukkan Felisa dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota Palang Merah Remaja untuk terus berkarya, mengembangkan diri, dan menebarkan nilai-nilai kemanusiaan di mana pun berada.

 

0 comments:

Posting Komentar