iklan

iklan

Rabu, 15 Juli 2026

PMI Grobogan Gelar Pelatihan P3K di SMP Plus Mambaus Sholihin, 91 Siswa Baru Dibekali Keterampilan Penyelamatan

 

PMI Grobogan Gelar Pelatihan P3K di SMP Plus Mambaus Sholihin, 91 Siswa Baru Dibekali Keterampilan Penyelamatan

RadarGrobogan.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam edukasi kebencanaan dan pertolongan pertama. Kali ini, tim medis dan relawan PMI Grobogan menyambangi SMP Plus Mambaus Sholihin, Kradenan, untuk memberikan pembekalan keterampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti oleh 91 peserta didik baru, dengan rincian 54 siswa laki-laki dan 37 siswa perempuan. Mereka adalah generasi muda yang digadang-gadang menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, resik, dan indah, sesuai dengan tema yang diusung panitia.

Materi dan Praktik: Dari Teori ke Aksi Nyata

Berbeda dengan sesi pelatihan pada umumnya, kegiatan kali ini mengusung metode learning by doing. Para siswa tidak hanya duduk manis mendengarkan paparan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan pertolongan pertama secara bergantian.

Ketua Tim Pemateri PMI Grobogan, Fitri Kurniawan, menjelaskan bahwa sesi dibagi menjadi dua bagian utama. Pada sesi pertama, peserta diberikan pemahaman mendasar mengenai konsep P3K, teknik membalut luka, cara menghentikan pendarahan, hingga prosedur penanganan korban pingsan. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan dikemas secara interaktif agar mudah dicerna oleh siswa baru.

"Setelah teori dirasa cukup, kami langsung masuk ke sesi praktik. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk mencoba langsung teknik membalut dan menangani kasus-kasus darurat simulasi. Ini penting agar mereka tidak hanya tahu, tapi juga terampil," ujar Fitri Kurniawan di sela-sela kegiatan.

Sesi praktik berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat serius bergantian menjadi "korban" dan "penolong". Tim PMI yang didampingi beberapa relawan turun langsung membimbing setiap kelompok, memastikan teknik yang digunakan tepat dan aman.

Harapan Sekolah: Siswa Tangguh dan Sigap

Kepala SMP Plus Mambaus Sholihin, Susi Puji Astutik, S.Pd, yang turut memantau jalannya pelatihan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMI Grobogan. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan siswa dan lingkungan sekolah.

"Kami sangat bersyukur PMI Grobogan hadir di tengah-tengah siswa kami. Mereka tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman berharga yang mungkin suatu saat akan menyelamatkan nyawa. Ini adalah bekal yang tak ternilai bagi generasi penerus bangsa," ujar Susi dengan penuh haru.

Ia menambahkan, dengan adanya pelatihan ini, sekolah berharap muncul kader-kader P3K di kalangan siswa yang dapat menjadi andalan saat terjadi kegawatdaruratan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing.

Respons Positif dari Para Peserta

Salah satu peserta, Ahmad Fauzi (14), mengaku sangat senang dan terbantu dengan pelatihan kali ini. "Awalnya saya agak takut melihat perban dan alat-alat kesehatan. Tapi setelah dipandu oleh kakak-kakak PMI, ternyata menyenangkan. Saya jadi tahu cara membalut luka yang benar," katanya dengan wajah sumringah.

Senada dengan Fauzi, Siti Aisyah (13) mengungkapkan bahwa ia kini lebih percaya diri jika sewaktu-waktu harus menolong temannya yang cedera. "Ilmu ini sangat bermanfaat. Saya berharap ada pelatihan lanjutan agar kami lebih mahir lagi," pungkasnya.

Komitmen PMI: Edukasi Berkelanjutan

Menutup kegiatan, Fitri Kurniawan menegaskan bahwa PMI Grobogan memiliki komitmen kuat untuk terus mengedukasi masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Pelatihan seperti ini akan terus digalakkan sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana dan keterampilan kemanusiaan sejak dini.

"Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti sampai di sini. Kami akan terus memantau dan mendampingi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Pelatihan lanjutan sangat kami rekomendasikan agar ilmu yang didapat tidak pudar dan terus terasah," pungkasnya.

Dengan suksesnya kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMP Plus Mambaus Sholihin tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan dan keterampilan yang mumpuni dalam menghadapi situasi darurat.

Penulis: Tim RadarGrobogan.com
Editor: Redaksi

0 comments:

Posting Komentar