351
Siswa MTs Al Hidayah Genggadai Ikuti Pelatihan PMR Bersama PMI Grobogan, Bekali
Generasi Muda dengan Jiwa Kemanusiaan
Grobogan, 16 Juli 2026 – Sebanyak 351
siswa dan calon siswa MTs Al Hidayah Genggadai, Kecamatan Toroh, Kabupaten
Grobogan, mengikuti kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Palang Merah Remaja
(PMR) yang diselenggarakan dalam rangka Masa Ta'aruf Madrasah (MATAMUDA) Tahun
Ajaran 2026/2027, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi
antara MTs Al Hidayah Genggadai dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten
Grobogan sebagai upaya membentuk generasi muda yang peduli, tanggap, dan siap
menjadi relawan kemanusiaan.
Kegiatan diawali dengan apel pagi dan
pembukaan resmi, dilanjutkan dengan berbagai materi kepalangmerahan yang
disampaikan oleh tim fasilitator PMI Kabupaten Grobogan, yaitu Hari Wibowo,
Marten Krisando Legowo, dan Yuni Mustika. Ketiga pemateri
membawakan materi secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memperoleh
pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan.
Pada sesi pertama, peserta dikenalkan
dengan sejarah lahirnya Gerakan Palang Merah, prinsip-prinsip dasar
kepalangmerahan, serta peran penting PMR dalam membangun karakter generasi muda
yang memiliki kepedulian sosial. Materi tersebut menjadi fondasi bagi peserta
untuk memahami bahwa PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan
wadah pembentukan karakter dan semangat kemanusiaan.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi
mengenai kesiapsiagaan bencana yang disampaikan oleh Marten Krisando Legowo.
Materi ini membahas berbagai potensi bencana yang sering terjadi di Kabupaten
Grobogan, seperti banjir, angin puting beliung, dan kekeringan. Selain teori,
peserta diajak mengikuti permainan edukatif dan simulasi kepemimpinan yang
melatih kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta tetap
tenang saat menghadapi situasi darurat. Antusiasme peserta terlihat sepanjang
kegiatan, terutama saat mengikuti simulasi yang berlangsung secara interaktif.
Materi kemudian dilanjutkan dengan
praktik Pertolongan Pertama (P3K) yang dipandu oleh Yuni Mustika. Peserta
mempraktikkan berbagai teknik dasar, mulai dari pembalutan luka, pembidaian,
penanganan mimisan, pingsan, tersedak, hingga luka bakar ringan. Demi
kenyamanan peserta, sesi praktik dipindahkan ke serambi masjid karena cuaca
yang cukup terik. Meskipun ruang praktik terbatas, kegiatan tetap berjalan
lancar dengan pendampingan dari fasilitator PMI dan kader PMR sekolah.
Selama pelaksanaan kegiatan, panitia
dan tim pemateri juga melakukan berbagai penyesuaian untuk menjaga efektivitas
pembelajaran, seperti mengatur ulang lokasi kegiatan ke area yang lebih teduh,
menyediakan air minum bagi peserta, serta menyusun metode pembelajaran yang
lebih dinamis agar seluruh siswa tetap aktif dan bersemangat mengikuti setiap
sesi. Pendekatan tersebut berhasil meningkatkan partisipasi peserta, termasuk siswa
senior yang awalnya terlihat kurang antusias.
Kepala MTs Al Hidayah Genggadai, Muhamad
Zubaidi, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Grobogan atas
dukungan dan materi yang diberikan kepada para siswa. Menurutnya, pelatihan ini
menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk memiliki kepedulian sosial,
keterampilan dasar pertolongan pertama, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi
darurat. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pembentukan
Unit PMR di MTs Al Hidayah Genggadai.
Kegiatan ditutup dengan refleksi,
yel-yel penyemangat, dan doa bersama. Melalui pelatihan ini, PMI Kabupaten
Grobogan berharap nilai-nilai kemanusiaan dapat tertanam sejak dini sehingga
para peserta mampu menjadi generasi yang peduli, tangguh, dan siap memberikan
pertolongan kepada sesama ketika dibutuhkan.









0 comments:
Posting Komentar