iklan

iklan

Jumat, 17 Juli 2026

351 Siswa MTs Al Hidayah Genggadai Ikuti Pelatihan PMR Bersama PMI Grobogan, Bekali Generasi Muda dengan Jiwa Kemanusiaan

 


351 Siswa MTs Al Hidayah Genggadai Ikuti Pelatihan PMR Bersama PMI Grobogan, Bekali Generasi Muda dengan Jiwa Kemanusiaan

Grobogan, 16 Juli 2026 – Sebanyak 351 siswa dan calon siswa MTs Al Hidayah Genggadai, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, mengikuti kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Palang Merah Remaja (PMR) yang diselenggarakan dalam rangka Masa Ta'aruf Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara MTs Al Hidayah Genggadai dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan sebagai upaya membentuk generasi muda yang peduli, tanggap, dan siap menjadi relawan kemanusiaan.

Kegiatan diawali dengan apel pagi dan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan berbagai materi kepalangmerahan yang disampaikan oleh tim fasilitator PMI Kabupaten Grobogan, yaitu Hari Wibowo, Marten Krisando Legowo, dan Yuni Mustika. Ketiga pemateri membawakan materi secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan.

Pada sesi pertama, peserta dikenalkan dengan sejarah lahirnya Gerakan Palang Merah, prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan, serta peran penting PMR dalam membangun karakter generasi muda yang memiliki kepedulian sosial. Materi tersebut menjadi fondasi bagi peserta untuk memahami bahwa PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah pembentukan karakter dan semangat kemanusiaan.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai kesiapsiagaan bencana yang disampaikan oleh Marten Krisando Legowo. Materi ini membahas berbagai potensi bencana yang sering terjadi di Kabupaten Grobogan, seperti banjir, angin puting beliung, dan kekeringan. Selain teori, peserta diajak mengikuti permainan edukatif dan simulasi kepemimpinan yang melatih kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta tetap tenang saat menghadapi situasi darurat. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat mengikuti simulasi yang berlangsung secara interaktif.

Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik Pertolongan Pertama (P3K) yang dipandu oleh Yuni Mustika. Peserta mempraktikkan berbagai teknik dasar, mulai dari pembalutan luka, pembidaian, penanganan mimisan, pingsan, tersedak, hingga luka bakar ringan. Demi kenyamanan peserta, sesi praktik dipindahkan ke serambi masjid karena cuaca yang cukup terik. Meskipun ruang praktik terbatas, kegiatan tetap berjalan lancar dengan pendampingan dari fasilitator PMI dan kader PMR sekolah.


Selama pelaksanaan kegiatan, panitia dan tim pemateri juga melakukan berbagai penyesuaian untuk menjaga efektivitas pembelajaran, seperti mengatur ulang lokasi kegiatan ke area yang lebih teduh, menyediakan air minum bagi peserta, serta menyusun metode pembelajaran yang lebih dinamis agar seluruh siswa tetap aktif dan bersemangat mengikuti setiap sesi. Pendekatan tersebut berhasil meningkatkan partisipasi peserta, termasuk siswa senior yang awalnya terlihat kurang antusias.

Kepala MTs Al Hidayah Genggadai, Muhamad Zubaidi, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Grobogan atas dukungan dan materi yang diberikan kepada para siswa. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk memiliki kepedulian sosial, keterampilan dasar pertolongan pertama, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pembentukan Unit PMR di MTs Al Hidayah Genggadai.


Kegiatan ditutup dengan refleksi, yel-yel penyemangat, dan doa bersama. Melalui pelatihan ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap nilai-nilai kemanusiaan dapat tertanam sejak dini sehingga para peserta mampu menjadi generasi yang peduli, tangguh, dan siap memberikan pertolongan kepada sesama ketika dibutuhkan.

0 comments:

Posting Komentar