This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Sabtu, 02 Mei 2015

PMR Tegowanu Bantu Korban Banjir

Ujian Nasional tingkat SMP mulai dilaksanakan Senin (4/4/2015) ini. Namun bagi siswa SMP N 1 Tegowanu yang rumahnya korban banjir di Desa Tajemsari dan Desa Karangpasar Kecamatan Tegowanu, UN tahun ini menjadi tantangan berat. Untuk mengantisipasi keterlambatan peserta UN karena banjir, 19 siswa yang rumahnya terendam ari,SMP N 1 tegowanu menyediakan tempat untuk menginap dan belajar di sekolah.
Pihak sekolah sudah menyarankan kepada para siswanya untuk menginap di sekolah atau dirumah saudaranya. Beberapa guru serta wali kelas juga menyediakan rumahnya sebagai tempat menginap para siswa.

"selain menyediakan tempat menginap SMP N 1 Tegowanu juga mengumpulkan bantuan buat korban banjir dengan di pelopori  PMR Madya SMP N 1 Tegowanu," ujar Pembina PMR SMP Negeri 1 Tegowanu, Basari, saat Via Telepon, Sabtu (2/4/2015) sore.


PMI Grobogan Assement Banjir Purwodadi



Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah sejak semalam berdampak ratusan rumah di Desa Ngraji, Nambuhan, Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi dan  Desa Sukorejo, Kecamatan Toroh terendam banjir, Sabtu (02/05/2015) pagi. Ketinggian air yang menggenangi jalan dan pemukiman bervariasi hingga mencapai 20 – 50  centimeter.
Menurut Sekcam Kecamtan Purwodadi Nurwana, banjir mulai memasuki pemukiman di desanya sejak pukul 06.00 WIB. Banjir yang melanda Kecamatan Purwodadi menerjang 3 desa ,yaitu Kelurahan Danyang , banjir terjadi di lingkungan RSS Sambak Indah dan Mekarsariyang di sebabkan oleh meluapnya saluran irigrasi. Desa Ngraji, Banjir terjadi di Dusun Ngablak,Dadabong, cabean dan Tampel, terjadi akibat meluapnya air di sungai Klampis dan Glugu sedangkan Desa Nambuhan , Banjir terjadi di wilayah Dusun Pulogendol yang disebakan meluapnya meluapnya air tanggul irigrasi.
"Sungai-sungainya telah penuh dengan sampah yang menyumbat saluran air sehingga mengakibatkan sungai meluap," terang Nurwana.

Berdasarkan Hasil Assement PMI Kabupaten Grobogan,  Sekolah MAN Purwodadi,SMK N 1 Purwodadi,SMK Pancasila dan SMP N 2 Purwodadi Upacara dalam rangka Hardiknas dibatalkan  dan banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang nekat menerobos banjir, macet di tengah genangan air. Beberapa jalur umum yang biasa mereka lalui sulit untuk dilewati akibat tingginya genangan air. Akibatnya, aktifitas warga pun mulai terganggu Ungkap ,Siswoyo Staf PB PMI Kabupaten Grobogan (Marten )

Rabu, 29 April 2015

PMI Grobogan Buka Posko Banjir Tegowanu









Palang Merah Indonesia ( PMI ) Kabupaten Grobogan Buka Posko Penanganan korban banjir, menyusul banjir yang kembali menggenang di Desa Karangpasar dan Di desa Tajemsari. Banjir diketahui akibat tanggul di Sungai Cabean jebol karena di wilayah hulu, yakni Gunung Ungaran terjadi hujan dengan durasi lama kemarin.
Ratusan rumah di dua Desa yaitu Desa Karangpasar dan Desa Tajemsari di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan terendam banjir. Selain itu, puluhan kepala keluarga terpaksa harus mengungsi dari rumah mereka masing-masing.
Sampai saat ini, puluhan warga terpaksa masih mengungsi di rumah tetangga, Balai Desa Karangpasar dan Bantaran Tanggul Sungai Tuntang yang aman dari banjir. Anak-anak pun terpaksa tidak masuk sekolah karena seluruh perlengkapan sekolah basah terendam banjir sehingga 2 Sekolah dasar aktifitas belajar terganggu. Selain merendam rumah, jebolnya tanggul Cabean  ini juga mengakibatkann, Ternak ikan bebek,ayam, hilang dan ratusan hektar sawah terendam banjir yang mengakibatkan tanaman jagung rusak.
“Jika banjir yang terjadi pada tanggal 24 April kemarin tinggi air cuma  setengah meter, banjir yang kedua ini sampai satu meter,” kata Djasman S.Pd Kepala Markas PMI Kabupaten Grobogan , saat mengungjungi tempat pengungsian di Balai Desa Karangpasar ,Senin (27/4) pagi
Djasman, Warga yang terkena dampak bencana mengalami gejala Kutu air,pusing,pilek dan batuk – batuk.PMI juga telah mendistribusikan 100 paket Hygine kit di Desa Karangpasar dan Desa Tajemsari, membuka posko keseahatan di Balai desa Karangpasar bersama puskesma setempat, PSP, Dapur Umum dan Membantu evakuasi Ternak, hasil panen ketempat pengungsian.
“ Sejumlah 22 personil KSR dan 15 personil PMR difungsikan dalam pelayanan kesehatan distribusi bantuan,membantu warga untung mengevakuasi ternak dan hasil panen warga serta dapur umum. PMI Kabupaten Grobogan mendistribusikan 1600 nasi bungkus selama 2 hari  untuk Desa Karangpasar dan 1500 untuk Desa Tajemsari” Ujar Djasman.


Sampai Selasa (29/2)pagi ini, air di dua desa tersebut belum juga surut. Pasalnya, air sulit surut dikarenakan  di daerah hulu masih hujan dan tanggul baru 50 % proses perbaikan (marten )

Minggu, 19 April 2015

60 anggota PMR Simulasi angin Putting beliung



Sebanyak 60 anggota PMR Wira dari 5 Sekolahan yaitu SMK N 1 Purwodadi,SMK N 2 Purwodadi,SMA N 1 Toroh,SMA N 1 Grobogan dan MAN Purwodadi , mengikuti simulasi penanggulangan bencana angin puting beliung ,Minggu pagi (19/4).
Dalam kegiatan tersebut para anggota PMR Wira dari 5 Sekolahan yang berbeda dikoordinasi dan di bagi peran sebagai siswa, Korban, anggota TIM Siaga Bencana Sekolahan,Guru kelas,Guru Olah raga,Guru Agama,Pembina dan Kepala sekolah.Para anggota PMR  yang telah di bagi peranya untuk melakukan praktik bagaimana langkah yang harus dilakukan saat menghadapi bencana angin puting beliung,dengan dipandu relawan PMI Kabupaten Grobogan.
Ketika sirine sebagai aba-aba terjadinya puting beliung dibunyikan, para anggota PMR yang di bagi dalam dua kelas pun langsung berlindung di bawah meja, yang kemudian dilanjutkan dengan berlari sambil menutupi kepala dengan tas masing-masing dan berkumpul di lapangan sekolah. Anggota PMR yang berperan sebagai  siswa juga tampak ada yang membantu menggotong seorang temannya yang pingsan. Namun tak hanya itu, para anggota PMR  juga diberikan pelatihan bagaimana memberikan pertolongan pertama pada temannya yang terluka.
Koordinator Simulasi , Wiwik dari Sekolah MAN Purwodadi menjelaskan tujuan simulasi ini adalah untuk membekali anggota PMR dengan berbagai pengetahuan tentang bencana angin puting beliung.Sekaligus untuk melatih PMR  siaga dan siap saat menghadapi bencana alam.
Sementara itu salah seorang peserta ,Riko dari SMK N 2 Purwodadi mengatakan, kenapa dipilih siaga bencana angin puting beliung, sebab pada bulan April  tahun 2014 sekolahanya pernah terkena puting beliung, yang mengakibatkan atap sekolah tersebut roboh. 

Beruntung kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Dia juga mengungkapkan kegiatan tersebut untuk mengantisipasi jika kejadian tersebut terulang kembali, para anggota PMR yang ikut latihan bersama  sudah siap menjadi pelopor di Sekolahan.       ( Marten )

Jalur Utama Grobogan Menuju Pati dan Kudus Putus



Jalur utama Grobogan menuju Pati dan Kudus putus akibat terendam banjir sedalam kurang lebih 80 cm, Minggu (19/04/2015) malam. Seluruh kendaraan dari tiga arah yakni Grobogan, Kudus dan Pati mengalami kemacetan panjang hingga 5 km. Bah kan sejumlah kendaraan roda empat yang nekat menerobos banjir akhirnya macet di tengah genangan banjir.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Grobogan, Jawa Tengah selama kurang lebih dua jam sore ini ternyata membuat sungai kecil di sepanjang jalur Grobogan menuju Pati dan Kudus meluap. Debit air yang telah over kapasitas itu kemudian meluber ke jalan raya hingga merendam ratusan rumah setempat. Hingga malam ini ketinggian air telah mencapai 80 cm.
Palang Merah Indonesia Kabupaten Grobogan Bersama BPBD Kabupaten Grobogan Melakukan Assessment di daerah yang paling besar terkena dampaknya.Di Desa Lebak Kecamatan Grobogan 331 rumah tergenang air mencapai 20-100 cm,Dusun Turi Kelurahan Putat sari 1 rumah rusak terkena air kiriman dan di Taunan Ratusan rumah masih tergenang.
Selain banjir membuat ratusan rumah tergenang ,banjir juga membuat  ratusan kendaraan dari tiga arah yang hendak melintasi jalur tersebut pun tak bisa melintas.
Para pengendara mengeluh lantaran perjalanan mereka menjadi tertunda. Seperti Dimas (22), pengendara motor ini sudah menunggu di tengah kepungan banjir selama empat jam. Dirinya tak berani nekat menerjang genangan banjir. " Nanti aja kalau sudah surut baru lewat. Wah kacau, " kata warga Grobogan ini.
Sementara Sopir Truk pengangkut Pasir, Hartono (45), menuturkan, dirinya lebih memilih tidur di jalan jika banjir tak juga surut. " Lebih baik tidur di jalan aja, daripada nekat menerobos malahan mesin rusak, " imbuhnya
Menurut warga setempat, Novi Siswa SMA N 1 Grobogan  (16 ), jalur ini memang sudah terbiasa menjadi langganan banjir jika hujan deras mengguyur. Banjir, jelas dia, berasal dari aliran air pegunungan kendeng setempat yang kemudian mengalir ke sungai kecil di sepanjang jalur Grobogan, Pati dan Kudus.
" Sudah sering banjir mas kalau hujan deras mengguyur wilayah Grobogan, " ujarnya saat membantu mobil PMI yang mogok terjebak dalam banjir.
Untuk penanganan sementara, seluruh kendaraan roda dua dari arah Grobogan yang hendak menuju Pati dan sebaliknya dialihkan ke jalur desa dengan jarak tempuh dua kali lebih jauh. Polisi juga menutup jalur dan mengarahkan seluruh kendaraan roda empat agar putar balik mengambil jalur menuju Demak dan Blora. (*)

Minggu, 12 April 2015

REGENERASI KETUA PMR MARKAS BARU








Palang Merah Remaja Markas PMI Kabupaten Grobogan melaksanakan pemilihan Ketua PMR Markas dan penyusunan program kerja tahun kepengurusan 2015/2015 pada tanggal 11/12 April 2015 di Markas PMI Kabupaten Grobogan.
Kegiatan yang digelar selama dua hari  diiukti 60 orang peserta yang terdiri PMR Wira unit yang aktif kegiatan di Markas. Tujuan digelarnya kegiatan itu adalah untuk memberikan pemahaman tentang manajemen pembinaan dan pengembangan PMR, meningkatkan kapasitas PMR serta memberi peran PMR dalam perencanaan dan pengambilan keputusan penyusunan program kerja PMI Kabupaten Grobogan.
Kepala Markas  Kabupaten Grobogan , Djasman S.Pd menyampaikan, kegiatan pokok dalam Reorganisasi Pengurus PMR Markas dan Penyusunan Program Kerja dan pemilihan ketua Baru.
 “Hasil Program kerja PMR Markas yang disusun para peserta, selanjutnya akan diusulkan kepada Pengurus PMI Kabupaten Grobogan ,” katanya, usai menutup kegiatan tadi pagi.
Djasman menambahkan, selain program kerja atau rencana kerja yang diusulkan PMR Markas, Korps Sukarelawan Palang Merah Indonesia (KSR) juga mengusulkan  rencana kerja yang telah dibuat beberapa minggu yang  lalu oleh Pengurus KSR.
“Kedua paket progam kerja tesebut  semoga pada tahun 2015 dapat terlaksana dengan baik dalam rangka membantu PMI Kabupaten Grobogan  dalam mengemban visi dan misi PMI,”imbuhnya.
Dalam pemilihan Ketua PMR Markas, Aan Andriyana terpilih dengan suara terbanyak. Setelah menjadi Ketua PMR Markas tahun 2015/2016 , ia mengharapkan dukungan rekan – rekan PMR di Kabupaten Grobogan untuk mengatikan Sekolah Siaga Bencana dan kompetensinya dalam uji kecakapan PMR, juga Youth Center PMI tingkat ranting.

          “ Terimakasih kepercayaan rekan – rekan, saya berharap dukungaanya untuk lebih mengaktifkan PMR Markas ,agar nantinya dapat mencetak anggota PMR yang mampu menjadi Fasilitator remaja ,” Harapanya. ( Marten )

Senin, 06 April 2015

PMR MA YPI KLAMBU BELAJAR ILMU BARU


Kepala Sekolah MA YPI Klambu membuka acara Peltaihan
Fasilitator Dari PMI Kabupaten Grobogan memberi materi Evakuasi

Foto Bersama PMR MA YPI Klambu dan Forpis PMI Kabupaten Grobogan
Palang Merah Remaja Wira YPI Klambu  Kabupaten Grobogan   menggelar Latihan Bersama  bagi anggota PMR yang tergabung dalam anggota FORPIS PMI Kabupaten Grobogan , pada tanggal 2-3 April 2015 di Aula MTs YPI Klambu belum lama ini.
Kegiatan yang digelar selama dua hari itu mendatangkan pemateri dari PMI Kabupaten Grobogan. Mereka di gembleng dan dibekali dengan materi kepalangmerahan, seperti materi Pertologan Pertama, Evakusi, Dapur Umum dan Kepemimpinan. Sebelum acara Latihan Bersama, anggota sudah di bekali materi Pra yang telah dilaksanakan selama 3 Hari di Salatiga.
Ketua PMR YPI Klambu, Luluk  mengatakan, tujuan latihan bersama ini,adalah untuk mencetak anggota PMR yang terampil, meningkatkan kompetensi dan meningkatkan relawan yang  respon tanggap bencana.
“Dengan pembekalan materi tersebut, Anggota PMR dapat mempunyai keterampilan, kompetensi dan siap mmembantu sewaktu-waktu bila diperlukan,”katanya.
Sementara itu, Kordinator FORPIS , Deny  mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan anggota PMR YPI Klambu dan Anggota FORPIS PMI Kabupaten Grobogan  harus direspon dengan baik. Pihanya selalu mendorong serta mendukung  Anggota PMR untuk aktif di kegiatan . Karena, kegiatan ini akan dapat memberikan pengalaman yang berharga bagi setiap individu untuk mengasah soft skill yang dimiliki.
"Ilmu yang didapat dalam organisasi kemanusiaan itu, nantinya dapat diamalkan dan diterapkan di lapangan dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Simulasi Bencana Banjir
Diakhir acara, para peserta mengikuti Simulasi penanganan banjir di Waduk Klambu. Dalam simulasi, mereka mendapatkan kasus banjir bandang yang menimbulkan banyak korban. Mereka diminta dapat menangani korban tersebut sesuai prioritas pertolongan pertama.
Dilustrasikan Di Desa Klambu lancar Kecamatan Klambu, Penduduk yang bertempat tinggal di Bawah Bendungan Klambu  terjadi jebolnya bendungan yang menimbun puluhan rumah. Sebagian Rumah warga hancur dan dijumpai puluhan warga setempat hanyut dan mengalami luka-luka.
Anggota PMR  yang mengetahui kejadian itu segera melaporkan ke pihak terkait termasuk PMI Kabupaten Grobogan. Relawan PMI Kabupaten Grobogan yang berada di Posko mendaapat laporan kejadian tersebut langsung menerjunkan relawannya ke lokasi kejadian.

Dengan peralatan lengkap, mereka bahu membahu menolong korban dan dievakuasi ke RS Lapangan. Di RS Lapangan, para korban mendapat perawatan dan sebagian di rujuk ke RS terdekat. (Marten)

Sabtu, 28 Maret 2015

50 Relawan Latihan Bersama






Sejumlah  50 anggota Relawan PMI Kota Salatiga dan PMI Kabupaten Grobogan Pengikuti pelatihan Pertolongan Pertama dan outbound yang di adakan di Markas Besar PMI Kota Salatiga , pada tanggal 20–22 Maret 2015.
“ Kegiatan ini dilaksanakan untuk  ajang silahturahmi dan tukar pengalaman”  jelas Tri Sukrisdiyanto, Kamarkas  PMI Kota Salatiga di sela-sela acara Pembukaan Latihan Bersama Pertolongan Pertama dan Outbound..
          Kabag Bidang SDM dan Relawan PMI Provensi Jawa Tengah mengemukaan bahwa Relawan Harus menguasai Pertolongan Pertama, nantinya bisa di aplikasikan untuk membantu korban bila suatu saat diperlukan.”  Pelatihan bisa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para relawan Khususnya PMI Kota Salatiga dan PMI Kabupaten Grobogan untuk bisa memberikan pertolongan pertama apabila sewaktu – waktu terjadi kecelakan atau bencana.” Jelasnya
Kegiatan Pelatihan Pertolongan pertama dan Outbound di isi dengan sering materi pertolongn pertama,praktek simulasi penyelamatan korban banyak, dimana seolah – olah ada suatu sekolahan mengalami bencana ada aktifitas belajar dan gedung mengalami ambruk lalu relawan PMI melakukan pertolongan dari assessment,triage,pmeberian pertolongan,evakuasi dan rujukan dengan menggunakan ambulan,
Dwi Retno , salah satu peserta pelatihan mengungkapkan bahwa dengan di adakan latihan bersama ini , dapat menambah wawasan dan berbagai pengalaman dengan anggota lain.”saya sangat senang bisa menjadi peserta pelatiahan pertolongan dan outbound.saya berharap sepulang dari pelatihan ilmuyang saya dapat bisa bagi dengan teman – teman ,” ujar penuh bangga

Selain pelatihan pertolongan pertama ,pelatihan di tutup dengan kegiatan outbound di Bumi perkemahan Senjoyo Kabupaten Semarang.Peserta sangat antusias dan senang dalam mengikuti kegiatan.( Marten )

Kamis, 05 Maret 2015

Relawan dan PMR Gencarkan Pencegahan DBD

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan  kini terus gencar mensosialisasikan pencegahan DBD ke sejumlah tempat untuk melakukan pencegahan penyebaran DBD yang semakin meluas di Kabupaten Grobogan, yakni di Desa Genuksuran Kecamatan Purwodadi, Minggu kemarin (15/2).
Melibatkan 50 anggota relawan PMI Kabupaten Grobogan, mengunjungi setiap rumah dengan melakukan pemeriksaan jentik dan membagikan serbuk abate. “Kami masuk ke rumah – rumah warga membagi abate, memeriksa tempat penyimpanan air  dan membagikan brosur yang berisi pencegahan melalui aksi 3M Plus kepada warga,” jelas Gesit Kristiawan, Staf PMI Grobogan.
Gesit menjelaskan, 3M untuk melakukan pencegahan DBD. Pertama, menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air minimal seminggu sekali. Kedua, menutup rapat tempat-tempat penampungan air dengan memasang kasa nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur.“Ketiga, Mendaur Ulang barang-barang bekas yang dijadikan bahan kerajinan tangan supay tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk,” ujarnya.
Selain itu, dapat juga dilakukan dengan cara lain, seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, antara lain ikan cupang, sapi, kepala timah. Kedua, dengan menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk (lavender, zodia, serai, akarwangi, rosemery dan kecombarang). Ketiga, menghindari kebiasaan menggantung baju di kamar dan selalu memakai obat anti nyamuk bakar atau lotion.

Selain sosialisasi kepada warga, PMI pun akan gencar mengajak anggota  PMR Unit Sekolah dalam  pencegahan DBD. “Sekolah juga menjadi salah satu tempat sasaran kami, karena sekolah merupakan salah satu tempat yang sangat rentan menjadi sarang dan perkembang-biakan nyamuk Aides Aegevty. Untuk itu, sekolah pun harus menjadi sasaran penyadaran PHBS dan pencegahan DBD,” pungkasnya. (Marten Kl )

Anggota Forpis Grobogan diLatih PP dan Evakuasi

Sebanyak 53 anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira dari berbagai Unit PMR SMA/SMK se-Kabupaten Grobogan mengikuti pelatihan Pertolongan Pertama dan simulasi evakuasi bencana di Sungai Lusi, Desa Ngabean, Grobogan (19/2).
Pelatihan ini sebagai salah satu syarat sebelum anggota PMR dikukuhkan sebagai anggota Forum Remaja Palang Merah Indonesia (Forpis) PMI Kabupaten Grobogan. Selama pelatihan, difasilitasi dan dibimbing oleh anggota Korps Sukarela (KSR) PMI Grobogan.
Happy Putra, anggota KSR berharap para anggota Forpis sebagai kader PMI diharapkan memiliki sikap kejujuran, kreativitas dan tekun belajar dengan tetap berpegang pada jiwa sosial. “Anggota Forpis harus mampu menjadi teladan bagi temannya,” harap Happy.
Saat simulasi anggota Forpis di tuntut untuk mengevakuasi korban bencana di air dengan tandu darurat atau dragbar. Kegiatan dimulai dengan simulasi seolah – seolah terjadi bencana, lalu anggota Forpis datang membawa bekal Tas PP, tandu  maupun bambu dan tali untuk tandu darurat. “Satu per satu anggota Forpis praktik turun ke bantaran sungai  dan menolong korban yang harus dievakuasi untuk di bawa ketempat zona aman yang telah di tentukan,” jelasnya.
Menurut Ketua Forpis Grobogan Guruh, pembekalan pertolongan pertama dan simulasi evakuasi bencana di air diharapkan menambah keterampilan anggota Forpis yang baru, mengingat daerah Grobogan selama ini sangat rawan bencana banjir maupun tanah longsor.

“Pembekalan pertolongan pertama dan evakuasi bencana, anggota Forpis yang berasal dari PMR di tiap sekolah siap membantu menolong teman maupun meringankan korban bencana alam,” harap Guruh. (marten-07)

Rabu, 11 Februari 2015

PMR GUBUG PERBARUAI PETA BKRK



Palang Merah Remaja (PMR) SMAN 1 Gubug Kabupaten Grobogan saat ini memperbarui Peta Bahaya, Kerentanan, Risiko dan Kapasitas (BKRK), jalur evakuasi dan tempat aman, pada Minggu kemarin (8/2).
Pembina PMR SMAN 1 Grobogan, Kasran, menjelaskan bahwa anggota PMR ingin menjadikan sekolahnya sebagai sekolah aman dan siaga bencana. “Semangat anggota PMR saat ini,berkeinginan untuk menjadikan SMAN 1 Gubug ini sebagai sekolah percontohan Sekolah Siaga Bencana,” jelasnya.
Farida, anggota PMR mengatakan keinginannya agar sekolahnya menjadi sekolah siaga bencana. “Kami ingin sekolah kami menjadi sekolah siaga bencana  secara mandiri,dan selalu berkordinasi dengan PMI Kabupaten Grobogan. Bagi saya bencana bukan hanya di sebabkan oleh factor alam tetapi juga oleh factor manusia. Hal sekecil pun dapat menjadi sebuah ancaman ,misalkan sampah, wabah penyakit, kebakaran dan masih banyak lagi,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, tim fasilitator Alumni  merefresh materi dan memberikan pengetahuan tentang langkah-langkah menuju sekolah siaga bencana, peta BKRK SMAN 1 Gubug. Anggota PMR diajak untuk berkeliling sekolahan,mengamati, mencatat dan melakukan diskusi tentang lingkungan sekolahnya. “Dari hasil itu bisa ditemukan Bahaya, Kerentanan, Risiko dan Kapasitas  yang ada di sekolahnya,” ujar, Ari Arwani alumni dan Anggota KSR  PMI Grobogan.
Ari menambahkan bahwa anggota PMR sudah menganalisa juga. Hasil Peta BKRK akan di sosialisasikan ke warga sekolahan dan akan dibuat berukuran besar menggantikan peta sebelumnya yang telah di buat  sebelumnya. Peta akan di pajang di tempat – tempat strategis. “Sebagai alumni saya  sangat senang dan siap mendukung program ini. SMA N 1 Gubug merupakan sekolah yang melaksanakan program Sekolah Siaga Bencana sejak tahun 2010,” terangnya. (Marten)