iklan

iklan

Selasa, 17 Februari 2026

Daftar Wilayah Terdampak Banjir Grobogan 2026, PMI Evakuasi 79 Warga

 


PMI Kabupaten Grobogan Tanggap Darurat Banjir, 9.736 KK Terdampak

GROBOGAN – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Minggu (16/2/2026) dini hari sekitar pukul 02.10 WIB. Peristiwa ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (15/2/2026) pukul 21.00 WIB hingga Minggu (16/2/2026) pukul 05.00 WIB.

Selain curah hujan tinggi, kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang menyebabkan debit air meningkat drastis hingga meluap. Sejumlah tanggul dilaporkan jebol sehingga air merendam permukiman warga dan fasilitas umum.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir melalui Surat Keputusan Bupati Grobogan Tahun 2026 guna mempercepat penanganan darurat dan mobilisasi sumber daya lintas sektor.

Berdasarkan data terbaru per Selasa (18/2/2026), banjir berdampak pada 11 kecamatan dan 45 desa dengan total 9.736 kepala keluarga (KK) terdampak. Kerusakan yang tercatat meliputi satu unit rumah rusak berat, tujuh titik tanggul jebol, serta lahan pertanian terdampak seluas kurang lebih 230 hektare.


Selain itu, genangan air juga merendam enam Sekolah Dasar Negeri (SDN), tiga fasilitas kesehatan, dan 18 tempat ibadah.

Adapun wilayah yang hingga kini masih tergenang antara lain Kecamatan Purwodadi (Desa Cingkrong, Karanganyar, dan Kuripan), Kecamatan Tegowanu (Desa Mangunsari dan Tajemsari), Kecamatan Godong (Desa Tinanding), serta Kecamatan Tawangharjo. Sementara itu, Kecamatan Kedungjati, Karangrayung, Geyer, serta sebagian wilayah Kecamatan Toroh dan Penawangan dilaporkan berangsur surut.

Respons Cepat PMI

Sejak hari pertama kejadian, PMI Kabupaten Grobogan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta relawan bergerak melakukan penanganan darurat.

Pada Senin (16/2/2026) pukul 06.00–11.00 WIB, PMI bersama BPBD mengevakuasi warga terdampak di Perumahan Permata Hijau dan Perumahan Griya Citra Dewata. Sebanyak 79 jiwa, termasuk delapan lanjut usia (lansia) dan anak-anak, berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Ketua PMI Kabupaten Grobogan menyatakan bahwa seluruh personel dan relawan dikerahkan untuk memastikan keselamatan warga terdampak.

“Sejak dini hari kami langsung bergerak melakukan asesmen dan evakuasi. Fokus utama kami adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan pasien dengan kebutuhan medis khusus. Kami juga memastikan distribusi logistik dan layanan kesehatan berjalan optimal,” ujarnya.

Tim ambulans PMI juga memberikan layanan kegawatdaruratan bagi pasien rawat jalan cuci darah dari kawasan Simpang Lima Purwodadi yang dirujuk ke RS Permata Bunda. Selain itu, petugas menangani korban terpeleset akibat banjir di Desa Ngraji serta mengevakuasi warga yang terjebak saat pulang dari pasar di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi.

Distribusi Logistik dan Pembersihan Fasilitas

Pada Selasa (17/2/2026), PMI mendistribusikan bantuan logistik ke sejumlah dapur umum dan wilayah terdampak, antara lain Desa Manggarmas (Kecamatan Godong), Desa Karanganyar, Kelurahan Purwodadi, Kelurahan Kuripan, Desa Cingkrong, Kelurahan Kalongan, serta Desa Getasrejo.

Bantuan yang disalurkan meliputi beras, mi instan, minyak goreng, telur, selimut, serta kebutuhan pokok lainnya guna mendukung kebutuhan warga terdampak dan operasional dapur umum.

Memasuki hari ketiga, Rabu (18/2/2026), PMI bersama BPBD, Pramuka Peduli, TNI/Polri, dan relawan melaksanakan kerja bakti pembersihan fasilitas umum terdampak banjir, seperti tempat ibadah dan sekolah dasar.

Bupati Grobogan dalam keterangannya menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk percepatan pemulihan.

“Status tanggap darurat telah kami tetapkan agar koordinasi lintas instansi lebih efektif dan bantuan dapat segera tersalurkan. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” katanya.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan melakukan pendataan lanjutan untuk perbaikan tanggul, pemulihan lahan pertanian, serta bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

PMI Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi hingga kondisi benar-benar pulih.

 

0 comments:

Posting Komentar