This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Selasa, 23 Juni 2026

Latihan Gabungan PMR, Tiga Sekolah Tingkatkan Keterampilan Perawatan Keluarga

 


Latihan Gabungan PMR Tiga Sekolah Tingkatkan Keterampilan Perawatan Keluarga

47 Anggota PMR dari SMA N 1 Gubug, MAN 2 Grobogan, dan SMK Yasiha Gubug Ikuti Pelatihan Praktik Penggantian Sprei Pasien Bersama PMI Kabupaten Grobogan

GUBUG — Semangat belajar dan jiwa kemanusiaan tampak menyala dalam kegiatan latihan gabungan Palang Merah Remaja (PMR) yang mempertemukan anggota PMR dari SMA Negeri 1 Gubug, MAN 2 Grobogan, dan SMK Yasiha Gubug. Kegiatan yang digelar di SMA Negeri 1 Gubug pada Minggu, 21 Juni 2026 ini diikuti oleh 47 peserta dan difokuskan pada peningkatan keterampilan Perawatan Keluarga, khususnya praktik mengganti sprei tanpa pasien dan mengganti sprei dengan pasien di tempat tidur.

Latihan gabungan ini menjadi ruang pembelajaran bersama bagi anggota PMR lintas sekolah untuk memperkuat pemahaman, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam pelayanan kemanusiaan. Selain sebagai sarana pengembangan kapasitas anggota PMR, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat kolaborasi, serta membangun solidaritas antarremaja relawan di wilayah Kecamatan Gubug dan sekitarnya.

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh pemateri dari PMI Kabupaten Grobogan, yakni Ari Arwani dan Ahmad Kasan Manuri. Dalam sesi materi, keduanya menjelaskan pentingnya keterampilan perawatan keluarga sebagai bagian dari pendidikan dasar kepalangmerahan yang harus dimiliki anggota PMR. Peserta dibekali pemahaman bahwa menjaga kebersihan tempat tidur pasien bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga kesehatan, mencegah infeksi, dan memberikan pelayanan yang manusiawi kepada orang yang sedang sakit.


Para pemateri memaparkan prosedur penggantian sprei secara runtut dan sesuai standar kesehatan, mulai dari persiapan alat dan bahan, kebersihan tangan, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga teknik penggantian sprei yang aman dan nyaman bagi pasien. Materi tidak hanya diberikan secara teoritis, tetapi juga diperkuat dengan demonstrasi langsung agar peserta dapat memahami setiap langkah secara lebih jelas dan aplikatif.

Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah membedakan teknik mengganti sprei tanpa pasien dan mengganti sprei dengan pasien di tempat tidur. Pada praktik penggantian sprei dengan pasien, peserta diajarkan bagaimana menjaga kenyamanan pasien, memperhatikan posisi tubuh pasien, menjaga privasi, serta tetap menerapkan prinsip keselamatan dan kebersihan selama proses berlangsung. Materi ini menjadi pengalaman penting bagi anggota PMR karena mendekatkan mereka pada situasi pelayanan yang nyata di lapangan.

Setelah sesi demonstrasi, seluruh peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung keterampilan yang telah dipelajari. Praktik dilakukan secara bergantian dengan pendampingan pemateri, dimulai dari menyiapkan alat, melakukan prosedur cuci tangan, menggunakan APD, hingga melaksanakan penggantian sprei sesuai urutan yang benar. Selama sesi praktik berlangsung, suasana pelatihan tampak aktif, interaktif, dan penuh semangat. Peserta tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan saling membantu dalam memahami teknik yang diajarkan.

Antusiasme peserta terlihat dari kesungguhan mereka saat mencoba setiap tahapan praktik. Beberapa peserta mengaku baru pertama kali mempelajari teknik penggantian sprei pasien secara langsung, sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain menambah wawasan, latihan ini juga melatih ketelitian, kesabaran, empati, dan kerja sama—nilai-nilai yang sangat penting dalam gerakan kepalangmerahan.

Melalui kegiatan latihan gabungan ini, diharapkan anggota PMR dari ketiga sekolah tidak hanya memahami teori pertolongan pertama dan perawatan keluarga, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun saat memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa PMR bukan sekadar organisasi ekstrakurikuler, melainkan wadah pembinaan generasi muda yang peduli, terampil, tangguh, dan siap hadir membantu sesama.

Dengan terlaksananya latihan gabungan ini, PMI Kabupaten Grobogan bersama pembina PMR dari masing-masing sekolah berharap sinergi pembinaan PMR di wilayah Grobogan dapat terus diperkuat melalui kegiatan-kegiatan bersama yang edukatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam latihan ini diharapkan menjadi modal penting dalam mencetak relawan muda yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga sigap dalam tindakan kemanusiaan.

PMI Grobogan Serahkan Santunan Kematian untuk Keluarga PMI di Hong Kong

 

PMI Kabupaten Grobogan Salurkan Santunan Kematian untuk Keluarga Almarhumah Yasmiati, Wujud Kepedulian bagi Pekerja Migran dan Keluarga

GROBOGAN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Pada Sabtu, 20 Juni 2026, PMI Kabupaten Grobogan menyalurkan santunan kematian kepada keluarga almarhumah Yasmiati, seorang pekerja migran asal Kabupaten Grobogan yang meninggal dunia akibat insiden kebakaran apartemen di Hong Kong pada November 2025.

Penyerahan santunan dilaksanakan di kediaman keluarga almarhumah di Desa Guyangan, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Bantuan diterima langsung oleh suami almarhumah, Karnoto, sebagai bentuk dukungan kemanusiaan bagi keluarga yang sedang berduka.

Santunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PMI Kabupaten Grobogan, PMI Pusat, dan Hong Kong Red Cross (HRC). Bantuan yang disalurkan meliputi biaya pemakaman sebesar Rp21.460.000 serta bantuan dana bulan Juni sebesar Rp10.730.000. Selain bantuan finansial, keluarga almarhumah juga akan mendapatkan dukungan psikososial selama satu tahun, terhitung mulai Juni 2026 hingga Juni 2027.


Ketua PMI Kabupaten Grobogan, Dr. Ir. Moh. Sumarsono, M.Si., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian gerakan kemanusiaan kepada keluarga pekerja migran yang mengalami musibah di luar negeri. Menurutnya, kehadiran PMI bukan hanya sebatas pada saat terjadi bencana atau keadaan darurat, tetapi juga dalam mendampingi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.

“Bantuan ini bukan sekadar santunan secara materi, tetapi juga bentuk empati dan kepedulian kemanusiaan kepada keluarga almarhumah. PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan terima kasih kepada PMI Pusat dan Hong Kong Red Cross atas dukungan yang diberikan kepada keluarga almarhumah Yasmiati,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia dan keluarga mereka menjadi perhatian penting, terutama ketika mereka menghadapi musibah di negara penempatan. Menurutnya, sinergi lintas lembaga sangat dibutuhkan agar keluarga pekerja migran tetap mendapatkan pendampingan, baik dalam proses pemulangan, bantuan kemanusiaan, maupun pemulihan psikologis pascakejadian.

Bagi keluarga almarhumah, bantuan ini menjadi penguat di tengah duka yang masih dirasakan. Suami almarhumah, Karnoto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan PMI dan Hong Kong Red Cross kepada keluarganya. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti, tidak hanya untuk membantu kebutuhan keluarga, tetapi juga sebagai bukti bahwa almarhumah dan keluarganya tidak sendiri menghadapi musibah ini.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pekerja migran Indonesia adalah bagian penting dari masyarakat yang juga membutuhkan perlindungan dan perhatian, terutama saat menghadapi risiko di luar negeri. PMI Kabupaten Grobogan memandang bahwa pelayanan kemanusiaan harus menjangkau siapa pun yang membutuhkan, tanpa memandang jarak maupun latar belakang, termasuk keluarga pekerja migran yang tengah mengalami masa sulit.

Melalui penyaluran santunan ini, PMI Kabupaten Grobogan menegaskan perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang hadir tidak hanya dalam penanganan bencana dan pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam memberikan dukungan sosial, empati, dan penguatan kepada masyarakat yang terdampak musibah. Semangat kemanusiaan inilah yang terus menjadi landasan PMI dalam melayani masyarakat, sejalan dengan prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Untuk informasi lebih lanjut tentang layanan dan kegiatan PMI Grobogan, masyarakat dapat mengunjungi PMI Grobogan.

 

Senin, 18 Mei 2026

AYO GABUNG PMR

 


“MENJADI GENERASI PEMIMPIN KEMANUSIAAN”

Penguatan Peran PMR Wira melalui PMR Markas / Youth Center

PMI Kabupaten Grobogan


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era modern saat ini, remaja tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan bekerja dalam tim.

Palang Merah Remaja (PMR) hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda untuk menjadi remaja yang:

  • Peduli sesama
  • Tanggap terhadap situasi darurat
  • Memiliki jiwa kemanusiaan
  • Berjiwa kepemimpinan

PMR bukan hanya organisasi sekolah. PMR adalah tempat belajar menjadi pemimpin masa depan.

Melalui PMR Markas / Youth Center PMI Kabupaten Grobogan, anggota PMR Wira diberi ruang untuk:

  • Mengembangkan kepemimpinan
  • Mengasah kemampuan organisasi
  • Menjadi pelopor aksi kemanusiaan
  • Berjejaring lintas sekolah

Karena itu, menjadi Pengurus PMR Markas bukan sekadar jabatan, tetapi sebuah kehormatan dan tanggung jawab kemanusiaan.


BAB II

KONSEP DASAR PMR

A. Jenjang PMR

  • PMR Mula Peer Leadership
  • PMR Madya Peer Support
  • PMR Wira Peer Educator

Sebagai PMR Wira (15–17 tahun), kita memiliki peran sebagai Peer Educator, yaitu pendidik sebaya.

Artinya:
Kita bukan lagi hanya peserta kegiatan, tetapi penggerak perubahan.


BAB III

MENGAPA HARUS MENJADI PENGURUS PMR MARKAS?

1. Tempat Belajar Kepemimpinan Nyata

Di PMR Markas, kamu belajar:

  • Memimpin rapat
  • Mengatur program kerja
  • Mengelola kegiatan besar
  • Mengambil keputusan

Ini adalah pengalaman yang tidak semua remaja dapatkan.


2. Upgrade Skill dan Mental

Menjadi pengurus berarti:

  • Belajar public speaking
  • Belajar manajemen kegiatan
  • Belajar problem solving
  • Belajar bekerja dalam tekanan

Ini adalah bekal untuk masa depan kuliah dan dunia kerja.


3. Networking Lebih Luas

PMR Markas mempertemukan:

  • PMR dari berbagai sekolah
  • Relawan PMI
  • KSR
  • TSR
  • SIBAT

Kamu membangun jaringan yang akan sangat berguna di masa depan.


4. Sertifikat & Pengalaman Bernilai Tinggi

Pengalaman sebagai pengurus PMI:

  • Bernilai untuk SNBP / SNBT
  • Bernilai untuk beasiswa
  • Bernilai untuk seleksi organisasi kampus

5. Membentuk Karakter Kemanusiaan

Di PMR kamu belajar:

  • Empati
  • Solidaritas
  • Tanggung jawab
  • Disiplin
  • Kepedulian sosial

Inilah nilai yang membuatmu berbeda dari remaja lain.


BAB IV

PERAN PENGURUS PMR MARKAS

Ketua

Pemimpin utama organisasi remaja tingkat kabupaten.

Seksi Bakti Masyarakat

Pelopor kegiatan sosial dan aksi kemanusiaan.

Seksi Keterampilan & Kesehatan

Penggerak pelatihan dan peningkatan kapasitas.

Seksi Persahabatan & Kepemimpinan

Penggerak Jumbara, kemah, dan penguatan karakter.

Seksi Umum

Pendukung administrasi dan koordinasi kegiatan.


BAB V

TANTANGAN & PELUANG

Menjadi pengurus bukan berarti tanpa tantangan.

Akan ada:

  • Perbedaan pendapat
  • Tekanan waktu
  • Kegiatan yang padat

Namun di situlah kamu belajar menjadi dewasa dan profesional.


BAB VI

VISI BESAR PMR MARKAS 2026–2027

Mewujudkan PMR Markas sebagai pusat pengembangan kepemimpinan remaja kemanusiaan yang aktif, inovatif, dan inspiratif di Kabupaten Grobogan.


BAB VII

PENUTUP

Menjadi pengurus PMR Markas bukan tentang siapa yang paling hebat.

Tetapi tentang siapa yang paling siap berkomitmen.

PMR bukan hanya organisasi.
PMR adalah sekolah kepemimpinan.
PMR adalah tempat belajar menjadi manusia yang bermanfaat.

 

PMI Kabupaten Grobogan Perkuat Tata Kelola Relawan Melalui Pertemuan FOREL Tahun 2026


PMI Kabupaten Grobogan
Perkuat Tata Kelola Relawan Melalui Pertemuan FOREL Tahun 2026

Grobogan, 17 Mei 2026 — Palang Merah Indonesia Kabupaten Grobogan menyelenggarakan Pertemuan Forum Relawan (FOREL) sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola relawan dan peningkatan kapasitas pelayanan kemanusiaan tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Markas PMI Kabupaten Grobogan dan diikuti oleh 62 peserta yang terdiri dari Staf Markas, Staf Unit Donor Darah (UDD), KSR Unit Markas, KSR Unit UNAN, TSR, serta SIBAT.

Pertemuan FOREL merupakan forum koordinasi strategis yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas manajemen relawan, memperkuat sistem pendataan, serta menyelaraskan program kerja relawan dengan kebijakan organisasi di tingkat kabupaten maupun nasional.

Dalam agenda utama, peserta membahas mekanisme penugasan relawan, standar kesiapsiagaan dan respon pelayanan, serta evaluasi pelaksanaan tugas sebelumnya. Selain itu, dilakukan validasi dan pemutakhiran database relawan aktif dan nonaktif guna memastikan ketersediaan data yang akurat, terintegrasi, dan siap digunakan dalam setiap situasi penugasan.

Kasi SDM dan Relawan PMI Kabupaten Grobogan, Heri Wibowo, menegaskan bahwa penguatan sistem database merupakan langkah strategis dalam mendukung profesionalisme relawan.

“Pengelolaan relawan yang tertib administrasi dan berbasis data akan meningkatkan efektivitas respon serta akuntabilitas organisasi. Relawan PMI harus siap secara kompetensi maupun sistem pendukungnya,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menghasilkan sejumlah rencana program peningkatan kapasitas relawan tahun 2026, antara lain pelaksanaan Camp Relawan, Refresh Materi seluruh bidang pelayanan, Pelatihan Driver Ambulance, Latihan Gabungan (Latgab), serta kegiatan penguatan solidaritas antarunit relawan.

Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya dalam membangun relawan yang kompeten, terorganisir, dan siap menjalankan mandat kemanusiaan sesuai Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Sebagai bagian dari sistem pembinaan berjenjang, hasil pertemuan ini akan menjadi dasar tindak lanjut penyusunan timeline kegiatan serta penguatan koordinasi lintas unit relawan di wilayah Kabupaten Grobogan.

 


FORPIS PMI Grobogan Gaspol! Siapkan Konferensi PMR Kabupaten Menuju Tingkat Jawa Tengah

 


FORPIS PMI Grobogan Gaspol! Siapkan Konferensi PMR Kabupaten Menuju Tingkat Jawa Tengah

Grobogan, 17 Mei 2026 — Forum Palang Merah Remaja (FORPIS) PMI Kabupaten Grobogan menunjukkan keseriusannya dalam membangun kader kemanusiaan dengan menggelar pertemuan konsolidasi dan persiapan Konferensi PMR Tahun 2026 di Markas PMI Kabupaten Grobogan, Minggu (17/5).

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat organisasi PMR sekaligus menyusun langkah konkret menuju Konferensi PMR Tingkat Jawa Tengah. Kegiatan diikuti oleh Ketua dan pengurus PMR SMA/SMK/MA se-Kabupaten Grobogan dengan suasana penuh semangat dan komitmen.

Koordinator FORPIS, Gifara, menegaskan bahwa FORPIS harus menjadi motor penggerak pembinaan remaja yang progresif dan berdampak nyata.

“FORPIS bukan sekadar forum koordinasi, tetapi ruang tumbuhnya kepemimpinan remaja. Kita ingin PMR Grobogan semakin solid, inovatif, dan siap menjadi garda terdepan kegiatan kemanusiaan,” tegas Gifara.


Penguatan juga datang dari Kasi SDM dan Relawan PMI Kabupaten Grobogan, Heri Wibowo, yang menekankan pentingnya kaderisasi berkelanjutan melalui PMR.

“PMR adalah fondasi relawan PMI di masa depan. Jika pembinaan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, maka kita akan memiliki relawan yang tangguh, profesional, dan berintegritas,” ujar Heri Wibowo.

Dalam pertemuan tersebut dibahas program kerja FORPIS Tahun 2026 serta persiapan Konferensi PMR Kabupaten yang akan dilaksanakan secara swadaya dan mandiri. Konferensi ini diharapkan menjadi ajang konsolidasi, evaluasi program, dan regenerasi kepemimpinan PMR di Kabupaten Grobogan.

Sejumlah kesepakatan strategis dihasilkan, termasuk pembentukan tim kecil persiapan konferensi dan penyusunan timeline kegiatan menuju tingkat provinsi.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kepalangmerahan, FORPIS PMI Kabupaten Grobogan optimistis mampu melahirkan generasi muda yang peduli, tangguh, dan siap mengabdi untuk kemanusiaan.



 

Minggu, 10 Mei 2026

23 TIM PMR WIRA MERIAHKAN OLIMPIADE PERDAMA UNAN 2026 Semarak Peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia, Cetak Relawan Muda Tangguh dan Profesional

 


Purwodadi – Semangat kemanusiaan menggema di Kampus Universitas An Nur Purwodadi pada Sabtu (9/5/2026) saat Olimpiade PMR Wira “PERDAMA UNAN 2026” sukses digelar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia yang diperingati setiap 8 Mei.

Sebanyak 23 tim dari 20 SMA/SMK/MA se-Kabupaten Grobogan ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut. Olimpiade ini diselenggarakan oleh KSR PMI Unit Universitas An Nur bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme relawan muda.

Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia diperingati setiap 8 Mei, bertepatan dengan hari kelahiran Henry Dunant (8 Mei 1828), pendiri gerakan kemanusiaan internasional. Sejak pertama kali diperingati pada 1948, momentum ini menjadi simbol penghormatan terhadap dedikasi relawan yang membantu korban konflik dan bencana di seluruh dunia.



Uji Pengetahuan dan Keterampilan Lapangan

Olimpiade PERDAMA UNAN 2026 mempertandingkan dua cabang utama, yakni Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan Lomba Pertolongan Pertama (PP).

Cabang LCC menguji wawasan kepalangmerahan, sejarah gerakan, kesehatan, serta kebencanaan. Dewan juri LCC dipimpin oleh Juli dari Palang Merah Indonesia, didampingi Happy Putra Pambudi serta tim KSR UNAN.

Sementara cabang PP menguji keterampilan praktik penanganan kasus simulasi korban. Penilaian dipimpin oleh Torik Mafud dari Palang Merah Indonesia, didampingi Marten Krisando Legowo dari Palang Merah Indonesia serta tim KSR UNAN.

Seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif, profesional, dan sesuai standar kepalangmerahan.



Dukungan Penuh Pimpinan dan PMI

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, PMI, pembina PMR, serta unsur kemahasiswaan.

Rektor Universitas An Nur Purwodadi, Dr. Rosdiana, S.K.M., M.Kes, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi.

“Olimpiade PMR ini adalah ruang pembentukan karakter. Kami ingin mahasiswa dan pelajar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kemanusiaan dan kepedulian sosial yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan PMI Kabupaten Grobogan, Herry Wibowo, menyampaikan bahwa peringatan 8 Mei menjadi pengingat akan nilai dasar gerakan kemanusiaan.

“Semangat Henry Dunant harus terus hidup di generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kita menyiapkan relawan masa depan yang siap hadir saat masyarakat membutuhkan,” tegasnya.


Kompetisi Sportif dan Penuh Antusias

Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Pada cabang LCC, Juara 1 diraih MA YPI Klambu (Tim B), disusul SMA Negeri 1 Purwodadi dan MA YPI Klambu (Tim A).

Pada cabang PP, Juara 1 diraih SMK Negeri 1 Purwodadi, Juara 2 SMK Negeri 2 Purwodadi, dan Juara 3 SMA Negeri 1 Toroh (Tim A).

Kegiatan ditutup pukul 16.00 WIB dengan penyerahan trofi dan sesi foto bersama.



Olimpiade PMR Wira PERDAMA UNAN 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda Grobogan siap melanjutkan estafet kemanusiaan global. Semangat 8 Mei tidak hanya diperingati secara simbolis, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata pembinaan relawan muda yang tangguh, cekatan, dan profesional.