This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Minggu, 20 September 2015

250 PMR DAN KSR RAYAKAN HUT PMI KE 70








Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan memperingati hari jadin PMI yang ke-70 di Markas PMI Kabupaten Grobogan. Dalam acara tersebut, hadir pula Kepala Markas  sekaligus Ketua Sekretaris PMI Kabupaten Grobogan.
Pria yang karib disapa Djasman itu mengatakan, PMI sejalan dengan sejarah berdirinya bangsa. Apalagi hari terbentuknya hanya berbeda 1 bulan dari HUT RI.
"Pengabdian Palang Merah Indonesia sudah kita laksanakan selama 70 tahun. Tiap pengabdian merupakan amal ibadah kita semua dan merupakan bakti kita pada kemanusiaan dan bangsa," kata Djasma  di lokasi, Grobogan, Sabtu (19/9/2015).
"Kita sadari PMI sejalan dengan berdirinya bangsa ini. Beda sebulan dari proklamasi dan PMI dibentuk," tambah dia.
Pria berkumis itu mengatakan, peran PMI kini telah bergeser tak cuma di medan perang saja. "Upaya preventif juga bagian dari kita. Upaya kemanusiaan dari waktu ke waktu berubah. Awal PMI selalu selamatkan masalah kemanusiaan jika ada konflik perang saja," ucap Djasman.
Dalam acara ini juga ditampilkan Pemutan Film  sejarah dan Materi Kesja dan Bincang – bincang dengan relawan selama mengadi di PMI  .

Djasman menuturkan, acara peringatan yang digelar Markas PMI Kabupaten Grobogan  ini bertujuan mengenalkan 230 Anggota PMR Wira kelas X yang belum pernah berkunjung Kemarkas PMI Kabupaten Grobogan,  terima kasih sudah datang," tandas Djasman  (Marten)

Minggu, 06 September 2015

PMR Ajarkan PHBS Saat Upacara Bendera

PMR ajarkan cuci tangan dengan benar ke seluruh warga sekolah setelah upacara bendera hari senin
dengan menggunakan media botol minuman mineral,sabun dan handuk 

    Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 1 Geyer Kabupaten Grobogan berikan pendidikan pola hidup sehat kepada Warga Sekolah Setelah Upacara bendera Hari senin, Senin 7 september 2015. Hal tersebut bertujuan melatih warga sekolah untuk selalu menjaga kesehatan badan maupun lingkungan.
        Kegiatan yang diikuti oleh Bapak ,Ibu guru dan ratusan murid SMA N 1 Geyer dari kelas X hingga kelas XII Kegiatan tersebut dimulai dengan pemberian materi tentang pola hidup sehat dan dilanjutkan dengan praktik mencuci tangan yang baik dan benar sebagai aplikasi penerapan pola hidup sehat.
     Nunung Hesti Setyaningsih, salah satu anggota PMR Wira SMA Negeri 1 Geyer mengatakan bahwa sebagai anggota PMR dan siswa – siswi SMA N 1 Geyer harus dapat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupannya. “sudah sepatutnya Sebgai Naggota PMR untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh warga sekolah tentang pola hidup sehat,” katanya.
      Nunung menjelaskan bahwa pola hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri. “Menerapkan pola hidup sehat seharusnya dimulai dari kesadaran diri sendiri untuk selalu menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan atau setelah bekerja, tidak merokok dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang yang dapat merusak tubuh,” jelasnya.
        Dia berharap seluruh anggota PMR dan warga sekolah untuk dapat menerapkan budaya cuci tangan yang telah disosialisasikan oleh PMR SMA N 1 Geyer Setelah Upacara Bendera. “Semoga Anggota PMR dan Seluruh Warga sekolah dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan sehingga tujuan dari pembelajaran ini dapat tercapai,” harapnya
      Yoyok Adi Hermawan, pembina PMR Wira SMA N 1 Geyer mengatakan banyak anak yang sudah mengerti tata cara menjaga pola hidup sehat, namun hanya sedikit yang dapat menerapkannya. “Pada saat praktik mencuci tangan sudah banyak siswa yang bisa, namun kebanyakan mereka belum sepenuhnya mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
        lanjut Yoyok, Sosialisasi Cuci Tangan Stelah Upacara Bendera tersebut, merupakan salah satu Progam Kerja PMR dan sebagai pokok pembahasan dalam materi PMR. “Di PMR diajarkan banyak materi seperti pertolongan pertama, pertolongan keluarga, siaga bencana, donor darah dan pola hidup sehat juga salah satunya.” Lanjutnya. (marten)

Senin, 31 Agustus 2015



Purwodadi - Bantuan untuk mengatasi kekeringan kembali dilakukan PMI Kabupaten Grobogan. Bantuan yang diberikan ini berasal dari CSR beberapa perusahaan di Kabupaten Grobogan untuk membantu yang kesulitan Air bersih.

Sekretaris PMI Grobogan Djasman mengatakan, bantuan air bersih dari PMI Grobogan untuk membantu warga yang membutuhkan.Bencana kekeringan ini menjadi sumber mata air warga seperti sumur , sungai, waduk mengering.
"maka bantuan yang diberikan saat ini harus mendroping air bersih secara langsung,"kata Jasman di sela - sela pemberian bantuan bersama BNI di Dusun Jambangan,  Desa Nglobar, Purwodadi
Dikatakan, target pemberian bantuan droping air bersih diberikan sebanyak 100 tangki air. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian warga atas bencana kekeringan dan sangat membutuhkan air bersih untuk kehidupan sehari - hari
"sampai sekarang baru 30-an tangki yang kami salurkan. Rencana sampai 100 tangki sampai akhir tahun."terangnya 
semenetara untuk bantuan dari perusahaan yang telah diterima berasal dari RS Yakum Purwodadi,BNI KCUsemarang,PD BKK Purwodadi, dan perusahaan lai
nya.Dengan Adanya kepedulian ini. bisa membantu meringankan warga yang membutuhkan.
usahan lain gerak untuk ikut membantu."tandanya
Sem,entarang itu,Krtistino Tjahyadi pimpinan bidang penggunan BNI KCU Semarang mengatakan, bantuan yang diberikan adalah bantuan CSR perusahan untuk membantu warga yang membutuhkan.Lewat bantuan 20 tangki air bersih ini diharapkan warga terbantu dan mengatasi kekurangan air meski belum seberapa.(mun/hil)

LOMBA PMR TELADAN TINGKAT JATENG

tim juri wawancara tentang kegiatan pmr


Juri mengecek admitrasi

pmr simulasikan pertolongan pertama

juri berdiskusi dengan siswa non pmr


juri mengecek mading pmr

juri mengecek uks  
GROBOGAN - Palang Merah Remaja (PMR) Wira  MAN Purwodadi dan Palang Merah Remaja (PMR) Madya SMP N 1 Grobogan  disambangi oleh Tim dari PMI Provinsi Jawa Tengah, senin (31/8). Hal itu dilakukan dalam rangka Lomba PMR teladan yang digelar oleh PMI Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015. 
“Kedua institusi sekolah  itu mewakili PMI Kabupaten Grobogan  untuk maju dalam lomba PMR teladan tingkat Jawa Tengah tahun 2015,” ungkap Djasman S.Pd, Sekretaris PMI Kabupaten Grobogan, usai menyambut dari Tim penilai PMI Provinsi, di SMP N 1 Grobogan sore kemarin.
Tim Penilai  yang beranggotakan tiga  orang, yakni Murni, Wiwik dan Budi melakukan penilaian di awali dari MAN Purwodadi kemudian dilanjutkan penilaian di SMP N 1 Grobogan.
Unsur yang dinilai dalam lomba PMR teladan itu meliputi penilaian administrasi,  pengecekan sarana prasarana,  proses rekruitmen, pelatihan dan simulasi, publikasi,  pengakuan dan penghargaan serta evaluasi  kegiatan pmr.
“Proses Penilaian terbagi dalam tiga  model yaitu presentasi dari ketua PMR denga Tema PMR Ya Bersih, Ya Sehat, Ya Abdi, Ya Sahabat, interview dengan siswa non PMR dan guru non Pembina PMR serta kunjungan sekolah untuk melihat kondisi fisik ruang PMR maupun UKS dan lingkungan sekolah,”ujar Murni saat penilaian di lapangan.
Selama proses penilaian, Tim melibatkan secara langsung anggota PMR dan warga sekolah sebagai obyek penilaian melalui proses dialog langsung atau wawancara.
Di akhir acara, Tim melakukan evaluasi hasil  kegiatan selama penilaian.
“Secara umum, administrasi dan kegiatan PMR di kedua sekolah itu bagus, namun ada beberapa hal yang harus ditingkatkan, seperti  publikasi kegiatan baik dimedia masa maupun di jejaring sosial serta perlu meningkatkan pelatihan yang disertai simulasi bencana atau pertolongan pertama,”ungkap Budi, salah satu tim penilai lomba.
Djasman S.Pd menambahkan, kegiatan lomba yang digelar oleh PMI Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan setiap tahun berdampak positif  bagi PMR di pangkalan sekolah.

“Dampaknya, PMR di pangkalan sekolah selalu semangat untuk berlomba-lomba meningkatkan prestasi demi kemajuan PMR, apalagi modelnya yang mengikuti lomba setiap tahunnya pesertanya bergantian,”imbuhnya.(marten)

Rabu, 08 Juli 2015

PMI dan Bank Jateng Bantu 60.000 Liter Air Bersih

Kepala Markas PMI Kabupaten Grobogan Djasman S.Pd dan Pimpinan Bank Jateng Cabang Grobogan Siti Ulfa saat berkunjung dalam distribusi air Di Desa Watukaranganyar Kecamatan Purwodadi




Palang Merah Indoensia Kabupaten Grobogan  bantu air bersih diwilayah kekeringan terutama warga yang berada di Kecamatan  Kradenan, Gabus, Wirosasri, Ngaringan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Tawangharjo, Grobogan dan Geyer
Hal ini dilakukan seiring dengan kemarau panjang yang melanda daerah tersebut. Dan Berdasar informasi dari Posko PB(Penanggulangan Bencana), PMI Kabupaten Grobogan telah melakukan distribusi air bersih sebanyak 60.000,- liter kepada warga.
“Sejak tanggal 4 Juli 2015 lalu hingga 8 Juli 2015 ini, PMI telah melakukan distribusi air bersih kepada warga yang wilayahnya mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih,” ujar Djasman S.Pd Kepala Markas PMI Kabupaten Grobogan, Kamis (9/7/2015).
PMI Kabupaten Grobogan  dengan dukungan Bank Jateng Cabang Purwodadi telah mengoperasikan 1 truk tanki air bersih untuk menunjang operasional PMI Kabupaten Grobogan. “Setiap hari PMI menggunakan truk tanki berkapasitas 6.000 liter, mendistribusikan air bersih dengan dukungan Bank Jateng,” jelasnya.
Sugiman, seorang warga Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi, merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan air dari PMI ini.

"Terima kasih PMI, batuan ini dapat meringankan tanggungan saya, karena kalau beli harga sangat tinggi dan harus antri dulu sekitar empat sampai lima jam baru dapat air," ujarnya.
Sementara Pimpinan Bank Jateng Cabang Purwodadi Ibu Siti Ulfa menambahkan bahwa wilayah yang mendapatkan bantuan air bersih berdasarkan data dari warga dan Kecamatan serta Kelurahan/Desa.

“ Bank Jateng Cabang Grobogan dan PMI Kabupaten Grobogan  melakukan koordinasi telah mendistribusi bantuan air bersih. Hingga saat ini ini telah disalurkan di 10 Desa yang ada di Kabupaten Grobogan,” jelasnya.( Marten )

Minggu, 05 Juli 2015

Forpis Grobogan Gelar BSB Kreatif dan Peduli





FORPIS (Forum Remaja Palang Merah Indonesia) Kabupaten Grobogan selenggarakan BSB (Buka dan Sahur Bersama) di markas PMI Kabupaten Grobogan, pada 4-5 Juli 2015.
Diikuti puluhan anggota KSR dan PMR Wira dari berbagai unit sekolah di Grobogan dan didampingi Kepala Markas PMI Grobogan ini mengambil tema “Meningkatkan solidaritas dan mempererat tali silaturahmi serta kebersamaan”.
Deni Parawali, Ketua Pelaksana BSB menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap positif anggota PMR. “BSB ini untuk meningkatkan kreatifitas dan kemandirian PMR agar lebih peduli terhadap masyarakat,” terangnya minggu (5/7).
Yang unik dari BSB ini, anggota PMR mendirikan dapur umum dan biaya mandiri dengan sistim patungan (iuran). Hasil masakannya pun tidak hanya dinikmati sendiri, namun juga dibagikan kepada masyarakat kurang mampu disekitar markas. “Setelah di data, kami berikan bantuan kepada warga dan Alhamdulillah semua beres,” tegasnya bangga.
Kreatifitas anggota PMR dalam membuat dan melaksanakan ide ini patut diacungi jempol. Di malam hari selepas tarawih, ada pentas musik Rebana yang lirik – lirik lagunya bertema Pendidikan Remaja Sebaya dan dimainkan oleh anggota Groub Rebana KSR yang bernama Lentera Hati, sebagai hiburan dan wahana kampanye .
“Melalui kegiatan buka dan saur bersama, karena bulan ramadhan, maka setelah terawih diisi kegiatan kampanye melalui pentas seni dari temen – temen pengisi acara yang jauh – jauh hari sudah berlatih,” jelas Deni, Ketua Panitia BSB PMI Grobogan.
Para relawan dan anggota PMR sangat terhibur dengan pertunjukan dari Temen- temen , pengisi acara dan Groub Rebana Lentera Hati KSR PMI Kabupaten Grobogan  yang menampilkan Lirik –lirik lagunya   dengan tema Kenakalan Remaja dan Bahaya Penyakit HIV/AIDS disekolah melalui kegiatan PMR.

Luluk Nurjanah , mengaku bangga dengan kegiatan yang diselenggarakan yuniornya ini. “Adik-adik PMR sangat kreatif. Kebersamaan di antara PMR terjalin erat dan juga kepedulian sosialnya itu sangat membanggakan," tutur Anggota KSR  yang menyempatkan datang.( marten )

Sabtu, 02 Mei 2015

PMR Tegowanu Bantu Korban Banjir

Ujian Nasional tingkat SMP mulai dilaksanakan Senin (4/4/2015) ini. Namun bagi siswa SMP N 1 Tegowanu yang rumahnya korban banjir di Desa Tajemsari dan Desa Karangpasar Kecamatan Tegowanu, UN tahun ini menjadi tantangan berat. Untuk mengantisipasi keterlambatan peserta UN karena banjir, 19 siswa yang rumahnya terendam ari,SMP N 1 tegowanu menyediakan tempat untuk menginap dan belajar di sekolah.
Pihak sekolah sudah menyarankan kepada para siswanya untuk menginap di sekolah atau dirumah saudaranya. Beberapa guru serta wali kelas juga menyediakan rumahnya sebagai tempat menginap para siswa.

"selain menyediakan tempat menginap SMP N 1 Tegowanu juga mengumpulkan bantuan buat korban banjir dengan di pelopori  PMR Madya SMP N 1 Tegowanu," ujar Pembina PMR SMP Negeri 1 Tegowanu, Basari, saat Via Telepon, Sabtu (2/4/2015) sore.


PMI Grobogan Assement Banjir Purwodadi



Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah sejak semalam berdampak ratusan rumah di Desa Ngraji, Nambuhan, Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi dan  Desa Sukorejo, Kecamatan Toroh terendam banjir, Sabtu (02/05/2015) pagi. Ketinggian air yang menggenangi jalan dan pemukiman bervariasi hingga mencapai 20 – 50  centimeter.
Menurut Sekcam Kecamtan Purwodadi Nurwana, banjir mulai memasuki pemukiman di desanya sejak pukul 06.00 WIB. Banjir yang melanda Kecamatan Purwodadi menerjang 3 desa ,yaitu Kelurahan Danyang , banjir terjadi di lingkungan RSS Sambak Indah dan Mekarsariyang di sebabkan oleh meluapnya saluran irigrasi. Desa Ngraji, Banjir terjadi di Dusun Ngablak,Dadabong, cabean dan Tampel, terjadi akibat meluapnya air di sungai Klampis dan Glugu sedangkan Desa Nambuhan , Banjir terjadi di wilayah Dusun Pulogendol yang disebakan meluapnya meluapnya air tanggul irigrasi.
"Sungai-sungainya telah penuh dengan sampah yang menyumbat saluran air sehingga mengakibatkan sungai meluap," terang Nurwana.

Berdasarkan Hasil Assement PMI Kabupaten Grobogan,  Sekolah MAN Purwodadi,SMK N 1 Purwodadi,SMK Pancasila dan SMP N 2 Purwodadi Upacara dalam rangka Hardiknas dibatalkan  dan banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang nekat menerobos banjir, macet di tengah genangan air. Beberapa jalur umum yang biasa mereka lalui sulit untuk dilewati akibat tingginya genangan air. Akibatnya, aktifitas warga pun mulai terganggu Ungkap ,Siswoyo Staf PB PMI Kabupaten Grobogan (Marten )

Rabu, 29 April 2015

PMI Grobogan Buka Posko Banjir Tegowanu









Palang Merah Indonesia ( PMI ) Kabupaten Grobogan Buka Posko Penanganan korban banjir, menyusul banjir yang kembali menggenang di Desa Karangpasar dan Di desa Tajemsari. Banjir diketahui akibat tanggul di Sungai Cabean jebol karena di wilayah hulu, yakni Gunung Ungaran terjadi hujan dengan durasi lama kemarin.
Ratusan rumah di dua Desa yaitu Desa Karangpasar dan Desa Tajemsari di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan terendam banjir. Selain itu, puluhan kepala keluarga terpaksa harus mengungsi dari rumah mereka masing-masing.
Sampai saat ini, puluhan warga terpaksa masih mengungsi di rumah tetangga, Balai Desa Karangpasar dan Bantaran Tanggul Sungai Tuntang yang aman dari banjir. Anak-anak pun terpaksa tidak masuk sekolah karena seluruh perlengkapan sekolah basah terendam banjir sehingga 2 Sekolah dasar aktifitas belajar terganggu. Selain merendam rumah, jebolnya tanggul Cabean  ini juga mengakibatkann, Ternak ikan bebek,ayam, hilang dan ratusan hektar sawah terendam banjir yang mengakibatkan tanaman jagung rusak.
“Jika banjir yang terjadi pada tanggal 24 April kemarin tinggi air cuma  setengah meter, banjir yang kedua ini sampai satu meter,” kata Djasman S.Pd Kepala Markas PMI Kabupaten Grobogan , saat mengungjungi tempat pengungsian di Balai Desa Karangpasar ,Senin (27/4) pagi
Djasman, Warga yang terkena dampak bencana mengalami gejala Kutu air,pusing,pilek dan batuk – batuk.PMI juga telah mendistribusikan 100 paket Hygine kit di Desa Karangpasar dan Desa Tajemsari, membuka posko keseahatan di Balai desa Karangpasar bersama puskesma setempat, PSP, Dapur Umum dan Membantu evakuasi Ternak, hasil panen ketempat pengungsian.
“ Sejumlah 22 personil KSR dan 15 personil PMR difungsikan dalam pelayanan kesehatan distribusi bantuan,membantu warga untung mengevakuasi ternak dan hasil panen warga serta dapur umum. PMI Kabupaten Grobogan mendistribusikan 1600 nasi bungkus selama 2 hari  untuk Desa Karangpasar dan 1500 untuk Desa Tajemsari” Ujar Djasman.


Sampai Selasa (29/2)pagi ini, air di dua desa tersebut belum juga surut. Pasalnya, air sulit surut dikarenakan  di daerah hulu masih hujan dan tanggul baru 50 % proses perbaikan (marten )

Minggu, 19 April 2015

60 anggota PMR Simulasi angin Putting beliung



Sebanyak 60 anggota PMR Wira dari 5 Sekolahan yaitu SMK N 1 Purwodadi,SMK N 2 Purwodadi,SMA N 1 Toroh,SMA N 1 Grobogan dan MAN Purwodadi , mengikuti simulasi penanggulangan bencana angin puting beliung ,Minggu pagi (19/4).
Dalam kegiatan tersebut para anggota PMR Wira dari 5 Sekolahan yang berbeda dikoordinasi dan di bagi peran sebagai siswa, Korban, anggota TIM Siaga Bencana Sekolahan,Guru kelas,Guru Olah raga,Guru Agama,Pembina dan Kepala sekolah.Para anggota PMR  yang telah di bagi peranya untuk melakukan praktik bagaimana langkah yang harus dilakukan saat menghadapi bencana angin puting beliung,dengan dipandu relawan PMI Kabupaten Grobogan.
Ketika sirine sebagai aba-aba terjadinya puting beliung dibunyikan, para anggota PMR yang di bagi dalam dua kelas pun langsung berlindung di bawah meja, yang kemudian dilanjutkan dengan berlari sambil menutupi kepala dengan tas masing-masing dan berkumpul di lapangan sekolah. Anggota PMR yang berperan sebagai  siswa juga tampak ada yang membantu menggotong seorang temannya yang pingsan. Namun tak hanya itu, para anggota PMR  juga diberikan pelatihan bagaimana memberikan pertolongan pertama pada temannya yang terluka.
Koordinator Simulasi , Wiwik dari Sekolah MAN Purwodadi menjelaskan tujuan simulasi ini adalah untuk membekali anggota PMR dengan berbagai pengetahuan tentang bencana angin puting beliung.Sekaligus untuk melatih PMR  siaga dan siap saat menghadapi bencana alam.
Sementara itu salah seorang peserta ,Riko dari SMK N 2 Purwodadi mengatakan, kenapa dipilih siaga bencana angin puting beliung, sebab pada bulan April  tahun 2014 sekolahanya pernah terkena puting beliung, yang mengakibatkan atap sekolah tersebut roboh. 

Beruntung kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Dia juga mengungkapkan kegiatan tersebut untuk mengantisipasi jika kejadian tersebut terulang kembali, para anggota PMR yang ikut latihan bersama  sudah siap menjadi pelopor di Sekolahan.       ( Marten )

Jalur Utama Grobogan Menuju Pati dan Kudus Putus



Jalur utama Grobogan menuju Pati dan Kudus putus akibat terendam banjir sedalam kurang lebih 80 cm, Minggu (19/04/2015) malam. Seluruh kendaraan dari tiga arah yakni Grobogan, Kudus dan Pati mengalami kemacetan panjang hingga 5 km. Bah kan sejumlah kendaraan roda empat yang nekat menerobos banjir akhirnya macet di tengah genangan banjir.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Grobogan, Jawa Tengah selama kurang lebih dua jam sore ini ternyata membuat sungai kecil di sepanjang jalur Grobogan menuju Pati dan Kudus meluap. Debit air yang telah over kapasitas itu kemudian meluber ke jalan raya hingga merendam ratusan rumah setempat. Hingga malam ini ketinggian air telah mencapai 80 cm.
Palang Merah Indonesia Kabupaten Grobogan Bersama BPBD Kabupaten Grobogan Melakukan Assessment di daerah yang paling besar terkena dampaknya.Di Desa Lebak Kecamatan Grobogan 331 rumah tergenang air mencapai 20-100 cm,Dusun Turi Kelurahan Putat sari 1 rumah rusak terkena air kiriman dan di Taunan Ratusan rumah masih tergenang.
Selain banjir membuat ratusan rumah tergenang ,banjir juga membuat  ratusan kendaraan dari tiga arah yang hendak melintasi jalur tersebut pun tak bisa melintas.
Para pengendara mengeluh lantaran perjalanan mereka menjadi tertunda. Seperti Dimas (22), pengendara motor ini sudah menunggu di tengah kepungan banjir selama empat jam. Dirinya tak berani nekat menerjang genangan banjir. " Nanti aja kalau sudah surut baru lewat. Wah kacau, " kata warga Grobogan ini.
Sementara Sopir Truk pengangkut Pasir, Hartono (45), menuturkan, dirinya lebih memilih tidur di jalan jika banjir tak juga surut. " Lebih baik tidur di jalan aja, daripada nekat menerobos malahan mesin rusak, " imbuhnya
Menurut warga setempat, Novi Siswa SMA N 1 Grobogan  (16 ), jalur ini memang sudah terbiasa menjadi langganan banjir jika hujan deras mengguyur. Banjir, jelas dia, berasal dari aliran air pegunungan kendeng setempat yang kemudian mengalir ke sungai kecil di sepanjang jalur Grobogan, Pati dan Kudus.
" Sudah sering banjir mas kalau hujan deras mengguyur wilayah Grobogan, " ujarnya saat membantu mobil PMI yang mogok terjebak dalam banjir.
Untuk penanganan sementara, seluruh kendaraan roda dua dari arah Grobogan yang hendak menuju Pati dan sebaliknya dialihkan ke jalur desa dengan jarak tempuh dua kali lebih jauh. Polisi juga menutup jalur dan mengarahkan seluruh kendaraan roda empat agar putar balik mengambil jalur menuju Demak dan Blora. (*)