PMI
GROBOGAN BEKALI 80 SISWA SMP NEGERI 1 PULOKULON MELALUI DIKLAT PMR, TANAMKAN
JIWA KEMANUSIAAN SEJAK DINI
GROBOGAN – Palang Merah
Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan terus memperkuat pembinaan generasi muda
melalui pendidikan dan pelatihan kepalangmerahan di lingkungan sekolah. Kali
ini, PMI Kabupaten Grobogan mendukung pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan
Palang Merah Remaja (Diklat PMR) di SMP Negeri 1 Pulokulon, Kabupaten Grobogan,
Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula SMP
Negeri 1 Pulokulon tersebut diikuti oleh 80 peserta, terdiri atas 8 siswa
laki-laki dan 72 siswa perempuan. Diklat ini bertujuan membekali peserta dengan
pengetahuan dasar kepalangmerahan, meningkatkan kepedulian sosial, serta
menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak usia sekolah.
PMI Kabupaten Grobogan menugaskan dua
personel dari bidang SDM dan Relawan, yakni Hari Wibowo, S.H. (Kasi SDM dan
Relawan) dan Marten Krisando Legowo (Staf SDM dan Relawan), sebagai narasumber
dalam kegiatan tersebut.
Kepala Sekolah
Tekankan Empati, Kepedulian Sosial, dan Tanggung Jawab
Dalam sambutannya saat pembukaan
kegiatan, Kepala SMP Negeri 1 Pulokulon, Djoko Susilo, S.Pd., menekankan
pentingnya menjadi anggota PMR bukan sekadar untuk mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai sarana membentuk karakter dan menumbuhkan
jiwa kemanusiaan.
Ia berharap para peserta mampu
mengembangkan rasa empati, kepedulian sosial yang tinggi, kedisiplinan,
tanggung jawab, serta kecintaan terhadap sesama.
“Sebagai anggota PMR, siswa diharapkan
memiliki rasa empati dan kepedulian sosial yang tinggi, disiplin, bertanggung
jawab, serta memiliki rasa cinta terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, peserta
diharapkan mendapatkan pengetahuan tentang kepalangmerahan dan PMR. Semoga ilmu
yang diperoleh dapat bermanfaat serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,”
demikian pesan Kepala SMP Negeri 1 Pulokulon dalam pembukaan kegiatan.
Menurutnya, pembinaan PMR menjadi salah
satu langkah penting dalam membangun karakter peserta didik agar tidak hanya
unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemauan
untuk membantu orang lain.
PMI Grobogan Berikan
Materi Kepalangmerahan dan Pertolongan Pertama
Selama kegiatan berlangsung, para
peserta mendapatkan materi tentang kepalangmerahan dan Palang Merah Remaja
(PMR), dengan penekanan khusus pada materi Ayo Siaga Bencana (ASB) dan
Pertolongan Pertama (PP).
Materi Ayo Siaga Bencana diberikan
untuk mengenalkan pentingnya kesiapsiagaan, pemahaman terhadap risiko bencana,
serta peran generasi muda dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan
sekolah dan masyarakat.
Sementara itu, materi Pertolongan
Pertama membekali peserta dengan pengetahuan dasar mengenai tindakan awal yang
tepat ketika menghadapi kondisi darurat atau seseorang yang membutuhkan
pertolongan, sesuai dengan kemampuan dan prinsip keselamatan penolong.
Melalui penyampaian materi tersebut,
peserta diharapkan memahami peran anggota PMR sebagai remaja yang peduli,
tanggap, dan mampu memberikan dukungan awal kepada sesama dengan tetap
memperhatikan keselamatan diri dan orang yang ditolong.
Keterlibatan personel PMI Kabupaten
Grobogan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan
PMR di sekolah sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai
nilai-nilai kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana.
Penyerahan Bed PMR,
Penanda Keanggotaan PMR
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan,
peserta mendapatkan bed PMR setelah mengikuti materi pelatihan. Pemberian bed
tersebut menjadi penanda keanggotaan PMR sekaligus simbol dimulainya perjalanan
peserta dalam mengenal dan mengamalkan nilai-nilai kepalangmerahan.
Keanggotaan PMR diharapkan tidak
berhenti pada penggunaan atribut semata, tetapi diwujudkan melalui sikap dan
perilaku sehari-hari, seperti saling menghormati, membantu teman yang
membutuhkan, menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kedisiplinan, serta
berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Dengan mengikuti Diklat PMR, para
peserta diharapkan semakin memahami tugas dan peran anggota PMR sebagai bagian
dari pembinaan generasi muda yang berkarakter, peduli, dan berjiwa relawan.
Perkuat Sinergi PMI
dan Sekolah
Kegiatan Diklat PMR di SMP Negeri 1
Pulokulon menjadi salah satu bentuk sinergi antara PMI dan lembaga pendidikan
dalam menanamkan nilai kemanusiaan kepada generasi muda.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan,
PMR diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan karakter, pengetahuan, dan
keterampilan siswa, sekaligus menumbuhkan semangat kerelawanan sejak dini.
PMI Kabupaten Grobogan terus mendorong
sekolah untuk mengembangkan kegiatan PMR sebagai bagian dari pendidikan
karakter, penguatan kepedulian sosial, dan peningkatan kesiapsiagaan di
lingkungan pendidikan.
Diharapkan, 80 peserta Diklat PMR SMP
Negeri 1 Pulokulon dapat menjadi generasi muda yang tidak hanya memahami
kepalangmerahan, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan
dalam kehidupan sehari-hari.
PMI Kabupaten Grobogan — Bergerak
Bersama untuk Kemanusiaan.









0 comments:
Posting Komentar