This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Senin, 06 April 2015

PMR MA YPI KLAMBU BELAJAR ILMU BARU


Kepala Sekolah MA YPI Klambu membuka acara Peltaihan
Fasilitator Dari PMI Kabupaten Grobogan memberi materi Evakuasi

Foto Bersama PMR MA YPI Klambu dan Forpis PMI Kabupaten Grobogan
Palang Merah Remaja Wira YPI Klambu  Kabupaten Grobogan   menggelar Latihan Bersama  bagi anggota PMR yang tergabung dalam anggota FORPIS PMI Kabupaten Grobogan , pada tanggal 2-3 April 2015 di Aula MTs YPI Klambu belum lama ini.
Kegiatan yang digelar selama dua hari itu mendatangkan pemateri dari PMI Kabupaten Grobogan. Mereka di gembleng dan dibekali dengan materi kepalangmerahan, seperti materi Pertologan Pertama, Evakusi, Dapur Umum dan Kepemimpinan. Sebelum acara Latihan Bersama, anggota sudah di bekali materi Pra yang telah dilaksanakan selama 3 Hari di Salatiga.
Ketua PMR YPI Klambu, Luluk  mengatakan, tujuan latihan bersama ini,adalah untuk mencetak anggota PMR yang terampil, meningkatkan kompetensi dan meningkatkan relawan yang  respon tanggap bencana.
“Dengan pembekalan materi tersebut, Anggota PMR dapat mempunyai keterampilan, kompetensi dan siap mmembantu sewaktu-waktu bila diperlukan,”katanya.
Sementara itu, Kordinator FORPIS , Deny  mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan anggota PMR YPI Klambu dan Anggota FORPIS PMI Kabupaten Grobogan  harus direspon dengan baik. Pihanya selalu mendorong serta mendukung  Anggota PMR untuk aktif di kegiatan . Karena, kegiatan ini akan dapat memberikan pengalaman yang berharga bagi setiap individu untuk mengasah soft skill yang dimiliki.
"Ilmu yang didapat dalam organisasi kemanusiaan itu, nantinya dapat diamalkan dan diterapkan di lapangan dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Simulasi Bencana Banjir
Diakhir acara, para peserta mengikuti Simulasi penanganan banjir di Waduk Klambu. Dalam simulasi, mereka mendapatkan kasus banjir bandang yang menimbulkan banyak korban. Mereka diminta dapat menangani korban tersebut sesuai prioritas pertolongan pertama.
Dilustrasikan Di Desa Klambu lancar Kecamatan Klambu, Penduduk yang bertempat tinggal di Bawah Bendungan Klambu  terjadi jebolnya bendungan yang menimbun puluhan rumah. Sebagian Rumah warga hancur dan dijumpai puluhan warga setempat hanyut dan mengalami luka-luka.
Anggota PMR  yang mengetahui kejadian itu segera melaporkan ke pihak terkait termasuk PMI Kabupaten Grobogan. Relawan PMI Kabupaten Grobogan yang berada di Posko mendaapat laporan kejadian tersebut langsung menerjunkan relawannya ke lokasi kejadian.

Dengan peralatan lengkap, mereka bahu membahu menolong korban dan dievakuasi ke RS Lapangan. Di RS Lapangan, para korban mendapat perawatan dan sebagian di rujuk ke RS terdekat. (Marten)

Sabtu, 28 Maret 2015

50 Relawan Latihan Bersama






Sejumlah  50 anggota Relawan PMI Kota Salatiga dan PMI Kabupaten Grobogan Pengikuti pelatihan Pertolongan Pertama dan outbound yang di adakan di Markas Besar PMI Kota Salatiga , pada tanggal 20–22 Maret 2015.
“ Kegiatan ini dilaksanakan untuk  ajang silahturahmi dan tukar pengalaman”  jelas Tri Sukrisdiyanto, Kamarkas  PMI Kota Salatiga di sela-sela acara Pembukaan Latihan Bersama Pertolongan Pertama dan Outbound..
          Kabag Bidang SDM dan Relawan PMI Provensi Jawa Tengah mengemukaan bahwa Relawan Harus menguasai Pertolongan Pertama, nantinya bisa di aplikasikan untuk membantu korban bila suatu saat diperlukan.”  Pelatihan bisa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para relawan Khususnya PMI Kota Salatiga dan PMI Kabupaten Grobogan untuk bisa memberikan pertolongan pertama apabila sewaktu – waktu terjadi kecelakan atau bencana.” Jelasnya
Kegiatan Pelatihan Pertolongan pertama dan Outbound di isi dengan sering materi pertolongn pertama,praktek simulasi penyelamatan korban banyak, dimana seolah – olah ada suatu sekolahan mengalami bencana ada aktifitas belajar dan gedung mengalami ambruk lalu relawan PMI melakukan pertolongan dari assessment,triage,pmeberian pertolongan,evakuasi dan rujukan dengan menggunakan ambulan,
Dwi Retno , salah satu peserta pelatihan mengungkapkan bahwa dengan di adakan latihan bersama ini , dapat menambah wawasan dan berbagai pengalaman dengan anggota lain.”saya sangat senang bisa menjadi peserta pelatiahan pertolongan dan outbound.saya berharap sepulang dari pelatihan ilmuyang saya dapat bisa bagi dengan teman – teman ,” ujar penuh bangga

Selain pelatihan pertolongan pertama ,pelatihan di tutup dengan kegiatan outbound di Bumi perkemahan Senjoyo Kabupaten Semarang.Peserta sangat antusias dan senang dalam mengikuti kegiatan.( Marten )

Kamis, 05 Maret 2015

Relawan dan PMR Gencarkan Pencegahan DBD

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan  kini terus gencar mensosialisasikan pencegahan DBD ke sejumlah tempat untuk melakukan pencegahan penyebaran DBD yang semakin meluas di Kabupaten Grobogan, yakni di Desa Genuksuran Kecamatan Purwodadi, Minggu kemarin (15/2).
Melibatkan 50 anggota relawan PMI Kabupaten Grobogan, mengunjungi setiap rumah dengan melakukan pemeriksaan jentik dan membagikan serbuk abate. “Kami masuk ke rumah – rumah warga membagi abate, memeriksa tempat penyimpanan air  dan membagikan brosur yang berisi pencegahan melalui aksi 3M Plus kepada warga,” jelas Gesit Kristiawan, Staf PMI Grobogan.
Gesit menjelaskan, 3M untuk melakukan pencegahan DBD. Pertama, menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air minimal seminggu sekali. Kedua, menutup rapat tempat-tempat penampungan air dengan memasang kasa nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur.“Ketiga, Mendaur Ulang barang-barang bekas yang dijadikan bahan kerajinan tangan supay tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk,” ujarnya.
Selain itu, dapat juga dilakukan dengan cara lain, seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, antara lain ikan cupang, sapi, kepala timah. Kedua, dengan menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk (lavender, zodia, serai, akarwangi, rosemery dan kecombarang). Ketiga, menghindari kebiasaan menggantung baju di kamar dan selalu memakai obat anti nyamuk bakar atau lotion.

Selain sosialisasi kepada warga, PMI pun akan gencar mengajak anggota  PMR Unit Sekolah dalam  pencegahan DBD. “Sekolah juga menjadi salah satu tempat sasaran kami, karena sekolah merupakan salah satu tempat yang sangat rentan menjadi sarang dan perkembang-biakan nyamuk Aides Aegevty. Untuk itu, sekolah pun harus menjadi sasaran penyadaran PHBS dan pencegahan DBD,” pungkasnya. (Marten Kl )