This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Rabu, 07 Januari 2026

PMI Kabupaten Grobogan Gelar Latihan Gabungan SIBAT Tahun 2025

 


PMI Kabupaten Grobogan Gelar Latihan Gabungan SIBAT Tahun 2025

Grobogan – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan menyelenggarakan Latihan Gabungan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Latgab SIBAT) Tahun 2025 yang dilaksanakan pada 18–20 Desember 2025. Kegiatan ini dibuka secara resmi pada Kamis, 18 Desember 2025 dan diikuti oleh 60 peserta SIBAT dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Grobogan.

Ketua PMI Kabupaten Grobogan, Dr. Ir. Moh. Sumarsono, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Latgab SIBAT merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Hal ini mengingat kondisi kebencanaan di Indonesia yang belakangan terjadi secara beruntun dan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap korban jiwa maupun harta benda.


“Peran SIBAT sangat kompleks, mulai dari pra bencana, saat bencana, hingga pasca bencana. Oleh karena itu dibutuhkan relawan yang terlatih, handal, dan siap diterjunkan di lapangan,” ujar Ketua PMI Kabupaten Grobogan.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Kabupaten Grobogan menjelaskan bahwa saat terjadi bencana, anggota SIBAT memiliki peran penting dalam membantu proses evakuasi, mendukung penanganan kedaruratan, melakukan asesmen kebutuhan, serta membantu distribusi bantuan kemanusiaan. Untuk mendukung peran tersebut, PMI secara berkelanjutan melakukan pembinaan melalui rekrutmen, pelatihan dasar, pembinaan teknis dan manajerial, serta pendampingan dan evaluasi kegiatan SIBAT.

PMI Kabupaten Grobogan juga berperan dalam memfasilitasi penguatan kapasitas SIBAT, menyediakan materi dan sarana pendukung, mendorong pembentukan kelembagaan di tingkat desa dan kelurahan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan mitra terkait.


Lebih lanjut disampaikan bahwa pengelolaan SIBAT masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan latihan dan simulasi, pemahaman peran SIBAT yang belum merata, pemanfaatan teknologi informasi yang belum optimal, koordinasi antar pihak yang perlu diperkuat, serta keterbatasan pendanaan. Melalui Latgab SIBAT ini, diharapkan tantangan tersebut dapat diatasi secara bertahap.

Kegiatan Latgab SIBAT PMI Kabupaten Grobogan Tahun 2025 ini diharapkan mampu meningkatkan eksistensi dan peran SIBAT di tengah masyarakat, sehingga para relawan dapat berkiprah sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.

BPBD Grobogan Jadi Narasumber High Angle Rescue Technique pada Simulasi Tanggap Darurat Bencana PMI Kabupaten Grobogan

 


BPBD Grobogan Jadi Narasumber High Angle Rescue Technique pada Simulasi Tanggap Darurat Bencana PMI Kabupaten Grobogan

Grobogan – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan menyelenggarakan Simulasi Tanggap Darurat Bencana pada Jumat, 19 Desember 2025, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan relawan PMI dalam menghadapi potensi bencana.

Dalam kegiatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi High Angle Rescue Technique (HART), yaitu teknik penyelamatan korban pada medan sulit dan kondisi berketinggian. Materi disampaikan melalui pembekalan teori dan praktik lapangan guna meningkatkan pemahaman serta keterampilan teknis peserta.


Melalui simulasi ini, peserta dibekali kemampuan dasar dalam melakukan evakuasi korban secara aman, cepat, dan tepat, dengan tetap mengutamakan keselamatan penolong maupun korban. Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam penanganan tanggap darurat bencana di Kabupaten Grobogan.


PMI Kabupaten Grobogan mengapresiasi dukungan dan peran BPBD Kabupaten Grobogan sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Diharapkan, melalui simulasi tanggap darurat bencana ini, kapasitas, kesiapsiagaan, dan profesionalisme relawan PMI semakin meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan kemanusiaan yang optimal kepada masyarakat.

PMI Kabupaten Grobogan Gelar Uji Tanda Kecakapan PMR Wira

 


PMI Kabupaten Grobogan Gelar Uji Tanda Kecakapan PMR Wira

Purwodadi – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan menyelenggarakan Uji Tanda Kecakapan (UTK) Palang Merah Remaja (PMR) Wira pada 27–30 Desember 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh 67 peserta PMR Wira yang berasal dari 15 sekolah tingkat SMA/SMK dan MA se-Kabupaten Grobogan. Uji tanda kecakapan difokuskan pada materi Pertolongan Pertama sebagai salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai oleh anggota PMR Wira.

Pelaksanaan Uji Tanda Kecakapan dilakukan melalui dua metode penilaian, yaitu tes tertulis berupa soal pilihan ganda serta ujian praktik keterampilan Pertolongan Pertama. Metode ini bertujuan untuk mengukur pemahaman teori sekaligus kemampuan praktik peserta dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Ketua PMI Kabupaten Grobogan, H. Sumarsono, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan PMR Wira sebagai calon relawan PMI di masa depan.


“Melalui Uji Tanda Kecakapan ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap anggota PMR Wira memiliki keterampilan pertolongan pertama yang mumpuni, sikap tanggap, serta kepedulian kemanusiaan yang tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan Uji Tanda Kecakapan ini juga menjadi sarana evaluasi dan pengakuan kompetensi anggota PMR Wira sesuai dengan standar pembinaan Palang Merah Indonesia.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PMI Kabupaten Grobogan berharap dapat terus mencetak generasi muda yang terampil, berkarakter, dan siap berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan di wilayah Kabupaten Grobogan.

Sabtu, 13 Desember 2025

PMI Kabupaten Grobogan Peringati Hari AIDS Sedunia 2025 dengan Seminar, Donor Darah, dan Lomba Poster PMR Wira

 


Purwodadi, 29 November 2025 — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan memperingati Hari AIDS Sedunia Tahun 2025 dengan menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan kemanusiaan di Markas PMI Kabupaten Grobogan, Sabtu (29/11). Kegiatan ini mengusung tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”.

Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini diikuti oleh sekitar 240 peserta, yang terdiri dari anggota PMR Wira se-Kabupaten Grobogan, relawan PMI, masyarakat umum, staf Markas PMI, staf Unit Donor Darah (UDD), serta panitia pelaksana.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Markas PMI Kabupaten Grobogan, Djasman, S.Pd, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran PMI dan generasi muda dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap HIV dan AIDS, sekaligus menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV).

Seminar Edukatif dan Donor Darah Massal

Rangkaian acara diawali dengan Seminar Hari AIDS Sedunia yang disampaikan oleh Direktur UDD PMI Kabupaten Grobogan, dr. Titik Wahyuningsih, M.Kes. Seminar berlangsung interaktif, membahas pemahaman dasar HIV/AIDS, upaya pencegahan, serta pentingnya deteksi dini dan layanan kesehatan yang berkelanjutan.

Selain seminar, PMI Kabupaten Grobogan juga menyelenggarakan donor darah massal yang terbuka untuk masyarakat dan relawan. Kegiatan ini dilayani langsung oleh tim UDD PMI Kabupaten Grobogan dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta sebagai wujud nyata kepedulian kemanusiaan.

Sosialisasi Masyarakat oleh PMR Wira

Sebagai bentuk penerapan langsung materi seminar, peserta PMR Wira dibagi ke dalam 10 kelompok untuk melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar Markas PMI. Dalam kegiatan ini, peserta membagikan brosur edukatif dan pin Hari AIDS Sedunia 2025, sekaligus memberikan penjelasan singkat mengenai pencegahan HIV/AIDS dan pentingnya menghindari stigma terhadap ODHA.

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus penguatan peran remaja sebagai agen perubahan dalam penyebaran informasi kesehatan di masyarakat.

Lomba Desain Poster PMR Wira

Untuk menumbuhkan kreativitas remaja, PMI Kabupaten Grobogan juga menggelar Lomba Desain Poster Manual yang diikuti oleh PMR Wira dari berbagai sekolah. Karya dinilai berdasarkan kesesuaian tema, kreativitas, komposisi warna, serta teknik dan kerapian.

Adapun pemenang lomba adalah:

  • Juara 1: Naila Nur Sa’diyah (SMK N 1 Wirosari)
  • Juara 2: Mukharomah (SMAN 1 Karangrayung)
  • Juara 3: Bintang Naura Faradisa (SMAN 1 Wirosari)

Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dilakukan oleh Pengurus PMI Kabupaten Grobogan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia.

Komitmen PMI dalam Kampanye Kesehatan

Melalui peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 ini, PMI Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya dalam mendukung kampanye nasional penanggulangan HIV/AIDS, khususnya melalui edukasi remaja, penguatan peran relawan, serta keterlibatan aktif masyarakat.

PMI Kabupaten Grobogan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai HIV/AIDS, memperkuat kepedulian sosial, serta mendorong keberlanjutan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.

link PIAGAM PESERTA HAS 2025

Senin, 24 November 2025

PMI Grobogan Bentuk Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat di 12 Desa

 

Grobogan, Jawa Tengah — Untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan meluncurkan dua program integral: pelatihan kesiapsiagaan bencana di tingkat desa dan pembentukan tim tanggap bencana berbasis masyarakat (SIBAT) di beberapa desa di wilayah Kabupaten Grobogan.

Pelatihan pertama digelar di Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh pada tanggal 10–12 November 2025 bertempat di Balai Desa Sindurejo. Kegiatan diikuti oleh sekitar 20 peserta yang terdiri dari perangkat desa, kader kesehatan dan perwakilan organisasi lokal.


Menurut Ketua Bidang Organisasi dan Penanggulangan Bencana PMI Grobogan, Maryono, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi ancaman bencana serta permasalahan kesehatan di tingkat desa. “Perubahan iklim yang semakin ekstrem menuntut kita semua untuk siap siaga. Melalui pelatihan ini, warga dibekali pengetahuan tentang pengurangan risiko bencana dan penanganan masalah kesehatan di lingkungan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan PMI Grobogan, Gesit Kristyawan, mengatakan bahwa materi pelatihan mencakup Kepalangmerahan, Kajian Risiko Bencana, Sistem Peringatan Dini, Pertolongan Pertama, Pemadaman Api Ringan hingga Pencegahan Penyakit Menular. “Kami ingin masyarakat mampu bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi keadaan darurat, baik bencana maupun kejadian luar biasa (KLB),” tambahnya.

Dari pelatihan tersebut, terbentuklah tim SIBAT Desa Sindurejo sebagai garda terdepan merespons situasi darurat di wilayahnya. Pada akhir kegiatan, secara musyawarah dipilih Maya Dewi sebagai Komandan SIBAT Desa Sindurejo. “Terima kasih atas kepercayaan ini. Mari kita bersama-sama menjalankan tugas dengan semangat kemanusiaan untuk mengurangi risiko bencana dan menjaga kesehatan masyarakat desa kita,” kata Maya penuh semangat.

Tak hanya di Sindurejo, program pemberdayaan ini diperluas ke 12 desa binaan. Maryono menyebutkan bahwa hingga tanggal 22 November 2025, sudah terbentuk Tim SIBAT di desa-desa: Godong, Sindurejo, Tegowanu, Gubug, Manggarmas, Purwodadi, Cingkrong, Putat, Kronggen, Sumberagung, Ngembak, dan Wates.

Di Desa Godong, kecamatan Godong, pelatihan untuk pembentukan Tim SIBAT dilaksanakan pada tanggal 16–20 November 2025. Menurut Maryono, pembentukan tim ini merupakan strategi pemberdayaan masyarakat guna memperkuat kapasitas lokal dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB). “Kegiatan ini merupakan salah satu upaya PMI Grobogan untuk memperkuat masyarakat di wilayah rawan,” ujarnya. Kepala Desa Godong, Zenal Arifin, menyambut gembira pelatihan tersebut, dan menegaskan bahwa proses ini tak akan berhenti hingga mewujudkan masyarakat yang aman dan tangguh bencana.

Dengan terbentuknya Tim SIBAT di tingkat desa, PMI Grobogan berharap respons terhadap bencana alam, kecelakaan, dan kejadian luar biasa dapat menjadi lebih cepat dan efektif. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku aktif dalam mitigasi dan tanggap darurat. Desa-desa binaan diharapkan menjadi contoh desa tangguh yang siap menghadapi berbagai ancaman, sejalan dengan visi PMI untuk menciptakan masyarakat yang aman, siaga, dan peduli lingkungan sekitar.

PMI Grobogan dan SMK Negeri 2 Purwodadi Gelar Seminar Pencegahan Narkoba, Kekerasan, dan Bullying

 

Purwodadi — Dalam upaya meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap bahaya narkoba serta tindakan kekerasan di lingkungan sekolah, SMK Negeri 2 Purwodadi menyelenggarakan rangkaian seminar edukatif bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Lantai 2 SMK Negeri 2 Purwodadi selama tiga hari pada 10–12 November 2025.

Materi yang diangkat mencakup Seminar Anti Kekerasan di Lingkungan Sekolah, Seminar Anti Bullying, serta Seminar Anti Narkoba. Narasumber dari PMI Kabupaten Grobogan memaparkan berbagai informasi penting mengenai bentuk-bentuk perilaku kekerasan dan perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi kesehatan mental dan sosial siswa, serta mekanisme pelaporan yang dapat dilakukan apabila terjadi tindakan tersebut di lingkungan sekolah.


Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mendalam terkait jenis-jenis narkoba, risiko penyalahgunaan zat berbahaya, hingga strategi pencegahan yang dapat diterapkan untuk menjaga diri dari pengaruh negatif pergaulan.

Kegiatan ini diikuti perwakilan siswa dari setiap kelas yang terlibat aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami peran penting mereka sebagai generasi muda untuk turut menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.


Kepala SMK Negeri 2 Purwodadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihak sekolah berkomitmen membangun karakter peserta didik melalui edukasi berkelanjutan serta kerja sama lintas lembaga. “Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa semakin sadar akan pentingnya menjauhi narkoba dan saling menghargai antar sesama sehingga tercipta budaya sekolah yang positif,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya rangkaian seminar tersebut, sekolah berharap para siswa mampu menjadi agen informasi serta penggerak perubahan dalam upaya pencegahan kekerasan, bullying, dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

 


Senin, 17 November 2025

Pelatihan Pertolongan Pertama di SMPN 2 Toroh: PMI Grobogan Hadirkan Fasilitator untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan PMR

 

Kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama (PP) di SMPN 2 Toroh berlangsung pada Senin (17/11) dengan menghadirkan fasilitator dari PMI Kabupaten Grobogan. Dua fasilitator yang ditugaskan, yakni Yuni Mustikasari dan Mugi Sinung Yuwono, memberikan pembekalan kepada pembina dan anggota Palang Merah Remaja (PMR) mengenai cara memberikan pertolongan pertama dalam berbagai situasi darurat.

Dalam penyampaian materinya, para fasilitator menjelaskan bahwa tujuan utama pertolongan pertama adalah memberikan bantuan sementara kepada korban sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Mereka menekankan bahwa PP merupakan keterampilan dasar yang penting untuk menyelamatkan nyawa, mencegah kondisi korban memburuk, serta membantu mempercepat proses pemulihan. Semua penjelasan disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh peserta pelatihan.

Selain itu, fasilitator juga memaparkan beberapa aspek penting yang harus diperhatikan sebelum memberikan pertolongan. Di antaranya adalah memastikan keselamatan penolong dan lingkungan sekitar, mengenali kondisi awal korban, serta menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. Keselamatan diri menjadi prioritas utama agar proses pertolongan dapat dilakukan secara aman dan efektif.

Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan pada langkah-langkah dasar pertolongan pertama, termasuk penanganan pingsan, luka, hingga perdarahan. Fasilitator memberikan contoh keadaan nyata beserta teknik penanganannya. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan untuk memperdalam pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan.

Kegiatan pelatihan berlangsung lancar dan interaktif. Para pembina dan anggota PMR SMPN 2 Toroh tampak serius mengikuti penjelasan serta mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru mengenai cara melakukan pertolongan pertama secara benar, cepat, dan aman dalam menghadapi situasi darurat. (hms)

 

Rabu, 12 November 2025

KSR PMI Unit Universitas An Nuur Berpartisipasi Aktif dalam Simulasi Tanggap Darurat Bencana di Grobogan

 


GROBOGAN, 25–26 Oktober 2025 — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan sukses menyelenggarakan Simulasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) selama dua hari di Markas PMI Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini melibatkan sejumlah Korps Sukarela (KSR) PMI dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga, termasuk KSR PMI Unit Universitas An Nuur (UNAN) yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, keterampilan teknis, dan kemampuan koordinasi relawan dalam menghadapi situasi bencana, sekaligus memperkuat sinergi antarunit KSR di wilayah Grobogan.

Pembukaan Resmi: Menumbuhkan Kesiapsiagaan dan Semangat Kemanusiaan

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris PMI Kabupaten Grobogan, Bapak Djasman, S.Pd, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan relawan menghadapi kondisi darurat.

“Latihan semacam ini bukan hanya untuk mengasah keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan semangat kemanusiaan, memperkuat koordinasi, dan membangun kerja sama antarunit relawan di lapangan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Hari Pertama: Pembekalan dan Injeksi Kasus

Kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan Dinamika Kelompok untuk membangun kekompakan antarrelawan.

Selanjutnya, para peserta mengikuti sesi pembekalan materi mengenai Manajemen Bencana dan Standard Operating Procedure (SOP) PMI, yang disampaikan oleh instruktur berpengalaman dari PMI Kabupaten Grobogan. Materi diberikan secara interaktif melalui diskusi dan simulasi singkat di lapangan.

Usai istirahat, kegiatan berlanjut dengan penyampaian materi lanjutan dan memasuki agenda utama hari pertama, yaitu Injeksi Kasus. Pada tahap ini, seluruh peserta dilibatkan dalam skenario simulasi bencana menyerupai kondisi nyata.

Tim KSR PMI Unit Universitas An Nuur bersama unit lain melakukan assessment cepat, menyusun rencana tanggap darurat, dan melaksanakan tindakan penanganan korban secara terkoordinasi. Fase ini berlangsung hingga malam hari dan menjadi ajang uji ketangguhan fisik, kemampuan berpikir cepat, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan di bawah tekanan.


Hari Kedua: Simulasi Lapangan dan Koordinasi Tim

Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan apel pagi dan persiapan lapangan. Para relawan kemudian menuju lokasi simulasi untuk melaksanakan tahapan lapangan secara langsung.

Setibanya di lokasi, tim KSR PMI Unit UNAN segera bergerak mendirikan tenda posko utama dan area penampungan darurat.

Puncak kegiatan berlangsung dalam Simulasi Lapangan Utama, di mana setiap unit relawan menjalankan peran sesuai fungsinya. Tim KSR PMI Unit UNAN dipercaya menempati beberapa pos strategis, di antaranya:

  • Evakuasi dan transportasi korban,
  • Pelaksanaan triage dan pertolongan pertama,
  • Manajemen logistik dan komunikasi di posko utama.

Simulasi berjalan dinamis dan intens, menuntut koordinasi cepat serta ketepatan prosedur di setiap tahap penanganan. Para relawan menunjukkan profesionalisme, disiplin, dan kerja sama yang solid selama kegiatan berlangsung.

Dedikasi Relawan dan Apresiasi Panitia

Secara keseluruhan, kegiatan Simulasi Tanggap Darurat Bencana berjalan lancar, tertib, dan penuh semangat. KSR PMI Unit Universitas An Nuur mendapat apresiasi dari panitia atas dedikasi, kesiapan, dan semangat tinggi yang ditunjukkan para relawannya.

Melalui kegiatan ini, relawan mendapatkan pengalaman lapangan yang sangat berharga dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus memperkuat kemampuan teknis, koordinatif, dan kepemimpinan di lapangan.

Salah satu peserta dari KSR PMI Unit UNAN menyampaikan kesan mendalam setelah mengikuti kegiatan tersebut:

“Kegiatan seperti ini menjadi wadah penting untuk membentuk relawan yang tangguh, sigap, dan profesional di bidang kemanusiaan. Kami belajar tidak hanya teknik penanganan, tetapi juga arti kerja sama dan tanggung jawab di tengah situasi sulit,” ujarnya.

Menyiapkan Relawan Tangguh untuk Masa Depan

Melalui kegiatan Simulasi TDB ini, PMI Kabupaten Grobogan bersama seluruh unit KSR berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya relawan. Diharapkan, kegiatan semacam ini mampu mencetak relawan-relawan muda yang responsif, berkompeten, dan berjiwa kemanusiaan tinggi, siap hadir kapan pun dan di mana pun masyarakat membutuhkan.

KSR PMI Unit Universitas An Nuur Grobogan Gelar Diklatsar: Membangun Relawan Muda Berintegritas dan Berjiwa Kemanusiaan

 


Grobogan, 9 November 2025 – Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas An Nuur Grobogan sukses menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) selama dua hari, pada 8–9 November 2025, di lingkungan kampus Universitas An Nuur. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Karakter Relawan Muda yang Berintegritas dan Berjiwa Palang Merah.”


Diklatsar menjadi agenda penting dalam proses pembinaan calon anggota baru KSR PMI, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kepalangmerahan, membentuk karakter tangguh, disiplin, serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Tahun ini, kegiatan diikuti oleh 43 peserta dari berbagai program studi semester 1 dan 3 yang telah melalui proses seleksi rekrutmen.

Pembukaan Dihadiri Pimpinan Kampus dan PMI Kabupaten Grobogan

Acara pembukaan digelar pada Sabtu, 8 November 2025, diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UNAN, Mars PMI, serta pembacaan doa bersama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Rektor II Bidang Sarana dan Prasarana Universitas An Nuur, Ibu Sri Untari, S.SiT., M.Kes., Pembina KSR PMI Unit UNAN, Ibu Ns. Christina N.W., M.H., serta Kasi Bidang SDM dan Relawan PMI Kabupaten Grobogan, Bapak Tri Wahyu Febriana, A.Md.


Dalam sambutannya, para pejabat dan narasumber menekankan pentingnya menanamkan semangat kemanusiaan, keikhlasan, dan integritas dalam diri setiap relawan muda. “Menjadi relawan bukan hanya tentang membantu, tetapi juga tentang mengabdi dengan hati dan rasa tanggung jawab kepada kemanusiaan,” pesan salah satu narasumber dalam sesi pembukaan.

Pembekalan Materi dan Simulasi Lapangan

Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan berupa teori dan praktik dasar kepalangmerahan. Pada hari pertama, peserta mengikuti empat materi utama:

  • Manajemen Bencana oleh Bapak Happy Putra Pambudi
  • Assessment oleh Bapak Marten Krisando Legowo
  • Shelter oleh Bapak Agus Tri Arfianto
  • Pertolongan Pertama oleh Bapak Ahmad Dulrokhim

Materi-materi tersebut disampaikan secara interaktif, guna menanamkan kemampuan dasar yang wajib dimiliki setiap relawan dalam menghadapi kondisi darurat maupun kegiatan pelayanan masyarakat.


Kemudian pada hari kedua, Minggu, 9 November 2025, peserta mengikuti post-test untuk mengukur pemahaman materi, dilanjutkan dengan simulasi lapangan. Dalam simulasi ini, peserta mempraktikkan berbagai skenario, antara lain Resusitasi Jantung Paru (RJP), Assessment dan Shelter, serta Manajemen Bencana dengan klasifikasi triage korban.

Kegiatan ini tidak hanya menguji kemampuan teknis peserta, tetapi juga melatih kerjasama tim, tanggung jawab, serta kepekaan sosial dalam situasi darurat.


Simbol Pengukuhan Relawan Baru

Menjelang akhir kegiatan, dilaksanakan seremoni penyiraman bunga sebagai simbol pengukuhan anggota baru KSR PMI Unit UNAN. Momen ini menjadi penanda lahirnya relawan-relawan muda yang siap mengabdikan diri bagi masyarakat.

Ketua Panitia, Rema Istikomah, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar pelatihan teknis.

“Diklatsar merupakan proses pembentukan jati diri relawan sejati. Kami berharap para peserta mampu menjadi pribadi yang siap bekerja dengan hati, mengabdi tanpa pamrih, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Palang Merah,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan KSR PMI Unit UNAN, Salsa Putri Nabila, mengungkapkan rasa bangganya atas semangat dan komitmen seluruh peserta.

“Pengukuhan ini bukan hanya tanda kelulusan, tetapi juga awal tanggung jawab kemanusiaan. Jadilah relawan yang berintegritas, berjiwa Palang Merah, dan selalu siap hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan,” pesannya.

Harapan untuk Relawan Muda UNAN

Dengan berakhirnya kegiatan Diklatsar ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi relawan muda yang kompeten, berintegritas, dan menjunjung tinggi prinsip dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

Kegiatan Diklatsar KSR PMI Unit UNAN juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan PMI Kabupaten Grobogan dalam membangun generasi muda yang peduli, tanggap, dan siap mengabdi bagi kemanusiaan.

Melalui semangat “Dari Diklatsar Menuju Pengabdian”, para relawan muda Universitas An Nuur siap melanjutkan langkah untuk memberikan manfaat bagi sesama dan menjadi bagian dari kekuatan kemanusiaan di Kabupaten Grobogan.