This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Sabtu, 11 Februari 2012

PMI KABUPATEN GROBOGAN TURUN KEJALAN DENGAN MEMBAGIKAN PAMFLET DAN SOSIALISASI TENTANG TANGGAP FLU BURUNG





lklj
Bapak dan Ibu Wakil Bupati Grobogan ( H.Icek Baskoro ) beserta jajaranya yang sedang mendengarkan Anggota PMR yang sedang  bersosilisasi tentang tanggap Flu Burung di acara CarFree Day
Angota KSR dan PMR PMI Kabupaten Grobogan mengisi Kegiatan Car Free Day melaksanakan sosialisasi dan pembagian pamflet tanggap Flu Burung.
Sejak Pukul 06.00 ,kami menyerukan dan menghimbau masyarakat Kabpaten Grobogan yang sedang menikmati sepinya jalan R Suprapto Kususnya agar selalu siang mencegah dan meghadapi Bahaya Flu Burung.
kegiatan yang di ikui Oleh KSR dan PMR Markas PMI Kab.Grobogan .kegiatan sosialisasi ini diharapkan agar masyrakat berperan aktif dalam penanggulangan Flu Burung di Kabupaten Grobogan ( Komandan)







PMI hibur anak-anak pengungsi Merapi di Boyolali









Palang Merah Indonesia Kabupaten Grobogan  saat di tempat pengungsian Gunung Merapi tepatnya di tempat pengungsian yang  masih banyak yang mengalami trauma. Perlunya kebutuhan psikologi bagi anak, PMI menerjunkan Tim PSP(Psikososial Supporting Programe) di lokasi-lokasi pengungsian seperti balai desa Jemowo dan Sangup, kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali

Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan bahwa dalam penanganan bencana Merapi saat ini, PMI selaian penanganan pengungsian, dapur umum, evakuasi dan medis, juga menyiapkan tim PSP dengan sasaran anak-anak. “Trauma yang dialami anak saat ini, harus diminimalisir dampaknya,”
Tim PSP PMI Boyolali mengajak anak-anak bermain, bernyanyi dengan atraktif dan menghibur  menggunakan bola dan balon dan permainan-permainan yang menarik,balab kararung. “Anak-anak tidak sekolah, mengingat kondisi Merapi yang tidak kondusif,” jelas Drs. Susanto Bambang Hartono, Koordinator Lapangan Tanggap Darurat Merapi PMI Kab. Boyolali.
Aktifitas serupa juga dilakukan PMI di pengungsian . “Hujan abu, suara sirine dan kepanikan warga berpengaruh pada kondisi anak-anak,” , lanjutnya, aktifitas ‘bergembira’ bersama anak-anak dikoordinir oleh tim PSP
Informasi pagi ini dari Posko PB PMI Jateng menyatakan seluruh penduduk Kecamatan Selo, Kabupaten Bayolali, Jawa Tengah, telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Hal ini terkait status waspada dalam radius 20 Km dari puncak Merapi



Tekan Resiko Bencana, PMI Latih Relawan dan Simulasi Tanggap Darurat Bencana
















GROBOGAN – Palang Merah Indonesia Kabupaten grobogan dalam rangka Upaya Pengurangan Resiko  bencana alam, untuk kesekian kalinya menyelenggarakan Pelatihan  Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM) bagi Masyarakat di daerah rawan bencana. Pesertanya adalah para relawan desa yang ditunjuk oleh pemerintah Desa yang terdiri dari bermacam unsur dalam masyarakat seperti karang taruna, PKK, Kelompok Tani, Tokoh masyaratakat, tokoh agama dan dari beberapa perangkat desa. Para Relawan yang terwadah dalam nama SIBAT, Siaga Bencana Berbasis masyarakat dilatih dan dibekali dengan beberapa materi dalam bidang Penanganan Bencana.

Pemetaan BKRK (Bahaya, Kerentanan, Resiko dan Kapasitas) para peserta (SIBAT) mendapatkan materi pemetaan Bahaya Kerentaanan Resiko Kapasitas (BKRK). Kemudian dilanjutkan dengan praktek lapangan yaitu pemetaaan desa dengan dukungan alat GPS (Global Posiitioning System) yang merupakan alat pembuat lintasan atau tracking maupun penanda lokasi (marking) yang berbasiskan satelit.
Dwi Priyono, salah satu fasilitator pemetaan mengatakan, peta BKRK adalah Peta dua atau tiga dimensi yang menunjukan situasi dan kondisi rill masyarakat dan kewilayahannya yang didalamnya memuat data/informasi tentang  jenis bahaya/ancaman, kerentanan, risiko  dan kapasitas masyarakat.”Para peserta melakukan observasi langung dengan masyarakat untuk mendapatkan data tentang bahaya, kerentanan dan kapasitas yang ada di desa tersebut,”ungkapnya.

Selain melakukan observasi, peserta juga terjun langsung kelapangan untuk mendapatkan data-data berkaitan dengan BKRK yaitu dengan melakukan Marking menandai lokasi rawan/bahaya, kerentanan dan kapasitas masyarakat. Selain itu juga melakukan Trackng, membuat lintasan batas wilayah, lintasan jalan raya, jalan desa, gang, lorong, sungai dan jalur evakuasi. “Data hasil dilapangan selanjutnya dianalisa dan dibuat Peta BKRK yang akan menjadi pedoman masyarakat untuk mnyusun dan merencanakan kesiapsiagaan bencana dan tanggap darurat bencana,”terangnya.

Salah satu peserta pelatihan, Tatang mengatakan, secara umum dengan adanya Pelatihan KBBM tersebut, ilmu dan wawasanya bertambah, apalagi ada materi Peta BKRK dengan menggunakan alat GPS (Global positioning System) yang baru dilihatnya kali ini.“Alat GPS ini sangat mmbatu kami dalam mmbuat peta BKRK, datanya akurat  95%,”ungkapnya.


acara pelatihan di tutup dengan simulasi Tanggap Darurat Bencana
Marten K 07



MELUKIS TONG SAMPAH DENGAN TEMA PRB






Palang Merah Remaja ( PMR ) Madya Unit SMP N 5 Purwodadi mengadakan Perlombaan menggambar Tong sampah Dengan materi 7 K.kegiatan yang di adakan di Halaman Parkir SMP N 5 Purwodadi diharapkan dapat menumbuhkan rasa Peduli terhadap lingkungan dan Pentingnya Buang sampah pada tempatnya.kegiatan yang di ikuti oleh seluruh siswa SMP N 5 Purwodadi dengan sistem Peser berasal dari perwakilan Kelas.

PMI BANTU PERLENGKAPAN PP






Bantuan perlengkapan peralatan PP, semoga bermanfaat dalam kegiatan PMR dan Upaya pengurangan Risiko Bencana di sekolah yang berada di daerah rawan bencana,Korlap Provensi Jawa Tengah Bapak Nasir  saat menyerahkan Bantuan peraltan PMR bagi sekolah progam Sekolah Siaga Bencana (SSB) yang bekerjasama dengan GRC( Palang Merah Jerman ), di SMAN 1 Godong.
Penyerahan bantuan Peralatan PMR tersebut merupakan sebagai tindak lanjut pelaksanaan Program sekolah Siaga Bencana PMI.Peralatan yang di berikan berupa Tandu,Tas PP ,obat - obatan,Pemdam Kebakaran, Rompi PMR dan perlatan PP lainya.
Ada 6 sekolahan di Kabupaten Grobogan yang menjadi Program SSB yakni SMA N 1 Gubug.SMA N 1 Godong, SMP N 1 Tegowanu,SMP N 5 Purwodadi, SDN 4 Purwodadi dan SDN 3 Cingkrong,  Ke enam sekolah ini kedepan diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lain dalam pengembangan Program Sekolah Siaga Bencana.Dengan adanya tambahan alat-alat tersebut dapat memotivasi anggota PMR untuk berlatih dan dengan lebih semangat dan berguna tidak hanya untuk  Unit PMR namun juga warga sekolah lainya.