This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

iklan

iklan

Kamis, 19 Februari 2026

PMI Kabupaten Klaten Salurkan Paket Sembako dan Hygiene Kit untuk Korban Banjir Grobogan

 


PMI Kabupaten Klaten Salurkan Paket Sembako dan Hygiene Kit untuk Korban Banjir Grobogan

GROBOGAN – Dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Grobogan terus berdatangan. Ketua PMI Kabupaten Klaten, Drs. H. Purwanto AC, M.Si., menyerahkan langsung bantuan kepada PMI Kabupaten Grobogan pada Rabu (18/2/2026).

Dalam penyerahan tersebut, Purwanto didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi, SDM, PSD dan Infokom Wahyu Sugiharjo, S.Pd., MM., serta Wakil Sekretaris Sumariyata, S.Pd., M.Si. Bantuan diterima oleh Drs. Maryono HI selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pembinaan (Wakabid ORG dan PB) PMI Kabupaten Grobogan di Markas PMI setempat.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan hygiene kit (perlengkapan kebersihan). Bantuan tersebut akan segera didistribusikan kepada warga terdampak banjir melalui posko pelayanan dan dapur umum PMI.


Ketua PMI Kabupaten Klaten menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antar-PMI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Grobogan yang sedang menghadapi musibah banjir. Solidaritas kemanusiaan harus terus kita jaga dan perkuat,” ujarnya.

Sementara itu, Drs. Maryono HI mengapresiasi dukungan yang diberikan PMI Kabupaten Klaten.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Dukungan ini sangat berarti dalam menunjang pelayanan kemanusiaan dan percepatan pemulihan bagi warga terdampak,” katanya.


PMI Kabupaten Grobogan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam upaya penanganan dan pemulihan pascabanjir, serta memastikan seluruh bantuan yang diterima dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

PMI Kabupaten Pemalang Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Grobogan

 


PMI Kabupaten Pemalang Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Grobogan

GROBOGAN – Dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Grobogan terus mengalir. Pengurus PMI Kabupaten Pemalang, Agus Sulaiman, S.Pd., didampingi Staf Markas Amir Hamzah, SM., menyerahkan bantuan logistik kepada PMI Kabupaten Grobogan pada Kamis (19/2/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan di Markas PMI Kabupaten Grobogan dan diterima langsung oleh Drs. Maryono HI selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pembinaan (Wakabid ORG dan PB).


Bantuan yang disalurkan berupa beras 100 kilogram, mi instan 10 dus, serta minyak goreng dua dus. Logistik tersebut akan segera didistribusikan kepada warga terdampak melalui dapur umum dan posko pelayanan PMI.

Agus Sulaiman mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas dan kepedulian antar-PMI dalam merespons bencana yang terjadi di Grobogan.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang saat ini masih dalam masa pemulihan pascabanjir. Semoga sinergi dan solidaritas kemanusiaan ini terus terjalin,” ujarnya.

Sementara itu, Drs. Maryono HI menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PMI Kabupaten Pemalang.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Dukungan ini sangat berarti dalam mendukung operasional pelayanan kemanusiaan serta distribusi logistik bagi warga terdampak,” katanya.

PMI Kabupaten Grobogan hingga kini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat proses pemulihan pascabanjir serta memastikan bantuan yang diterima tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

PMI Karanganyar Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Grobogan

 


PMI Karanganyar Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Grobogan

GROBOGAN – Solidaritas kemanusiaan terus mengalir bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Grobogan. Kepala Markas PMI Kabupaten Karanganyar, Bagus Darmadi, SH., MM., didampingi Staf Penanggulangan Bencana Hendro Aji Widyantoro, menyerahkan langsung bantuan logistik kepada PMI Kabupaten Grobogan pada Kamis (19/2/2026).

Bantuan diterima oleh Drs. Maryono HI selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pembinaan (Wakabid ORG dan PB) PMI Kabupaten Grobogan. Penyerahan bantuan berlangsung di Markas PMI Kabupaten Grobogan sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan darurat banjir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.


Adapun bantuan yang disalurkan berupa beras 100 kilogram, mi instan 12 dus, gula pasir 25 kilogram, telur 30 kilogram, minyak goreng 50 kemasan, serta tempe sebanyak 400 potong. Bantuan tersebut akan segera didistribusikan ke dapur umum dan warga terdampak banjir.

Kepala Markas PMI Kabupaten Karanganyar, Bagus Darmadi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas antar-PMI dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir. Solidaritas kemanusiaan adalah kekuatan utama PMI, dan kami akan terus mendukung upaya penanganan yang dilakukan PMI Grobogan,” ujarnya.

Sementara itu, Drs. Maryono HI menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PMI Kabupaten Karanganyar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan dari PMI Kabupaten Karanganyar. Bantuan ini sangat berarti untuk menunjang operasional dapur umum serta memenuhi kebutuhan warga terdampak,” katanya.

PMI Kabupaten Grobogan saat ini masih terus melakukan penanganan pascabanjir, mulai dari distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga pembersihan fasilitas umum. Sinergi dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.

Rabu, 18 Februari 2026

PMI Bersama BPBD dan Relawan Bersihkan Fasilitas Pendidikan Pascabanjir di Purwodadi

 


PMI Bersama BPBD dan Relawan Bersihkan Fasilitas Pendidikan Pascabanjir di Purwodadi         

GROBOGAN – Upaya percepatan pemulihan pascabanjir terus dilakukan di Kabupaten Grobogan. Pada Rabu (18/2/2026), PMI Kabupaten Grobogan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan komunitas relawan melaksanakan kerja bakti pembersihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir di wilayah Purwodadi.

Kegiatan pembersihan dilakukan di SLB Purwodadi, SMA PGRI Purwodadi, serta SMA Negeri 1 Purwodadi. Ketiga sekolah tersebut sebelumnya sempat tergenang air akibat meluapnya sungai dan intensitas hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir.

Petugas gabungan membersihkan lumpur yang mengendap di ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, dilakukan penyemprotan dan pembersihan area untuk memastikan lingkungan sekolah kembali higienis dan aman digunakan.

Ketua PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PMI dalam mendukung percepatan pemulihan sektor pendidikan pascabencana.


“Kami ingin memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman. Sekolah adalah prioritas karena menyangkut masa depan generasi muda. Melalui kolaborasi bersama BPBD dan relawan, kami berharap proses belajar mengajar bisa segera berjalan normal,” ujarnya.

Kepala sekolah setempat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh PMI dan seluruh unsur relawan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu percepatan pembersihan sehingga sekolah dapat segera digunakan kembali.


Kegiatan kerja bakti ini melibatkan personel PMI, BPBD, relawan komunitas, serta partisipasi guru dan warga sekitar. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan fasilitas umum yang terdampak banjir di wilayah Purwodadi dan sekitarnya.

PMI Kabupaten Grobogan menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam upaya pemulihan pascabencana, khususnya pada sektor pendidikan dan fasilitas umum.

Selasa, 17 Februari 2026

Daftar Wilayah Terdampak Banjir Grobogan 2026, PMI Evakuasi 79 Warga

 


PMI Kabupaten Grobogan Tanggap Darurat Banjir, 9.736 KK Terdampak

GROBOGAN – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Minggu (16/2/2026) dini hari sekitar pukul 02.10 WIB. Peristiwa ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (15/2/2026) pukul 21.00 WIB hingga Minggu (16/2/2026) pukul 05.00 WIB.

Selain curah hujan tinggi, kiriman air dari hulu Sungai Glugu dan Sungai Tuntang menyebabkan debit air meningkat drastis hingga meluap. Sejumlah tanggul dilaporkan jebol sehingga air merendam permukiman warga dan fasilitas umum.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir melalui Surat Keputusan Bupati Grobogan Tahun 2026 guna mempercepat penanganan darurat dan mobilisasi sumber daya lintas sektor.

Berdasarkan data terbaru per Selasa (18/2/2026), banjir berdampak pada 11 kecamatan dan 45 desa dengan total 9.736 kepala keluarga (KK) terdampak. Kerusakan yang tercatat meliputi satu unit rumah rusak berat, tujuh titik tanggul jebol, serta lahan pertanian terdampak seluas kurang lebih 230 hektare.


Selain itu, genangan air juga merendam enam Sekolah Dasar Negeri (SDN), tiga fasilitas kesehatan, dan 18 tempat ibadah.

Adapun wilayah yang hingga kini masih tergenang antara lain Kecamatan Purwodadi (Desa Cingkrong, Karanganyar, dan Kuripan), Kecamatan Tegowanu (Desa Mangunsari dan Tajemsari), Kecamatan Godong (Desa Tinanding), serta Kecamatan Tawangharjo. Sementara itu, Kecamatan Kedungjati, Karangrayung, Geyer, serta sebagian wilayah Kecamatan Toroh dan Penawangan dilaporkan berangsur surut.

Respons Cepat PMI

Sejak hari pertama kejadian, PMI Kabupaten Grobogan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta relawan bergerak melakukan penanganan darurat.

Pada Senin (16/2/2026) pukul 06.00–11.00 WIB, PMI bersama BPBD mengevakuasi warga terdampak di Perumahan Permata Hijau dan Perumahan Griya Citra Dewata. Sebanyak 79 jiwa, termasuk delapan lanjut usia (lansia) dan anak-anak, berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Ketua PMI Kabupaten Grobogan menyatakan bahwa seluruh personel dan relawan dikerahkan untuk memastikan keselamatan warga terdampak.

“Sejak dini hari kami langsung bergerak melakukan asesmen dan evakuasi. Fokus utama kami adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan pasien dengan kebutuhan medis khusus. Kami juga memastikan distribusi logistik dan layanan kesehatan berjalan optimal,” ujarnya.

Tim ambulans PMI juga memberikan layanan kegawatdaruratan bagi pasien rawat jalan cuci darah dari kawasan Simpang Lima Purwodadi yang dirujuk ke RS Permata Bunda. Selain itu, petugas menangani korban terpeleset akibat banjir di Desa Ngraji serta mengevakuasi warga yang terjebak saat pulang dari pasar di Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi.

Distribusi Logistik dan Pembersihan Fasilitas

Pada Selasa (17/2/2026), PMI mendistribusikan bantuan logistik ke sejumlah dapur umum dan wilayah terdampak, antara lain Desa Manggarmas (Kecamatan Godong), Desa Karanganyar, Kelurahan Purwodadi, Kelurahan Kuripan, Desa Cingkrong, Kelurahan Kalongan, serta Desa Getasrejo.

Bantuan yang disalurkan meliputi beras, mi instan, minyak goreng, telur, selimut, serta kebutuhan pokok lainnya guna mendukung kebutuhan warga terdampak dan operasional dapur umum.

Memasuki hari ketiga, Rabu (18/2/2026), PMI bersama BPBD, Pramuka Peduli, TNI/Polri, dan relawan melaksanakan kerja bakti pembersihan fasilitas umum terdampak banjir, seperti tempat ibadah dan sekolah dasar.

Bupati Grobogan dalam keterangannya menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk percepatan pemulihan.

“Status tanggap darurat telah kami tetapkan agar koordinasi lintas instansi lebih efektif dan bantuan dapat segera tersalurkan. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” katanya.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan melakukan pendataan lanjutan untuk perbaikan tanggul, pemulihan lahan pertanian, serta bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

PMI Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi hingga kondisi benar-benar pulih.

 

Sabtu, 14 Februari 2026

PMR Wira SMA Negeri 1 Gubug Gelar DIKLATSAR 2, Perkuat Kompetensi Pertolongan Pertama dan Kepalangmerahan

 


PMR Wira SMA Negeri 1 Gubug Gelar DIKLATSAR 2, Perkuat Kompetensi Pertolongan Pertama dan Kepalangmerahan

SMA Negeri 1 Gubug kembali menggelar kegiatan DIKLATSAR 2 PMR Wira sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan karakter relawan muda di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Grobogan untuk menyampaikan materi Kepalangmerahan dan Pertolongan Pertama sesuai kurikulum PMR Wira.

Dalam materi Kepalangmerahan, peserta dibekali pemahaman tentang sejarah dan peran Gerakan Palang Merah, prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan, serta peran PMR sebagai agen perubahan di sekolah. Nilai kemanusiaan, kesukarelaan, kemandirian, dan tanggung jawab sosial menjadi penekanan utama dalam sesi ini.


Sementara itu, pada materi Pertolongan Pertama, peserta mempelajari konsep dasar pertolongan pertama, anatomi dan faal dasar, penilaian korban, penanganan perdarahan dan syok, cedera sistem otot dan rangka, luka bakar, hingga teknik evakuasi dan pemindahan korban. Materi disampaikan secara teori dan praktik sederhana agar peserta mampu memahami langkah yang tepat saat menghadapi kasus kegawatdaruratan di sekolah.

Pemateri dari PMI Kabupaten Grobogan menyampaikan bahwa anggota PMR Wira harus mampu mengutamakan keselamatan penolong dan korban, memahami prosedur dengan benar, serta menunjukkan sikap empati dan komunikasi yang baik saat memberikan pertolongan.

Ketua panitia, Nasywa Candra Kirana, menjelaskan bahwa DIKLATSAR 2 ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan anggota PMR Wira.

“Kami mengundang dua pihak dari PMI sebagai pemateri Kepalangmerahan dan Pertolongan Pertama agar materi yang diberikan sesuai standar. Kami sangat berterima kasih atas dukungan PMI Kabupaten Grobogan dalam menyukseskan kegiatan ini.”

Melalui DIKLATSAR 2 ini, diharapkan anggota PMR Wira SMA Negeri 1 Gubug semakin siap, terampil, dan berkarakter dalam menjalankan tugas kemanusiaan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

PMI Kabupaten Grobogan Berikan Materi Pertolongan Pertama dalam Simulasi Gempa di PLN UP3 Purwodadi

 


PMI Kabupaten Grobogan Berikan Materi Pertolongan Pertama dalam Simulasi Gempa di PLN UP3 Purwodadi

Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional 2026, Palang Merah Indonesia Kabupaten Grobogan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Kantor PT PLN (Persero) UP3 Purwodadi.

Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Grobogan melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan. Dalam kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Grobogan berperan sebagai narasumber materi Pertolongan Pertama sekaligus mendampingi jalannya simulasi penanganan korban pascagempa.




Pada sesi materi, peserta yang merupakan karyawan dan karyawati PLN mendapatkan pembekalan tentang prinsip dasar pertolongan pertama, penilaian kondisi korban, penanganan luka dan perdarahan, serta prosedur evakuasi yang aman. PMI juga menekankan pentingnya keselamatan penolong, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta koordinasi dalam situasi darurat.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi tanggap darurat gempa bumi. Dalam skenario tersebut, peserta mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi, proses evakuasi menuju titik kumpul, serta penanganan korban dengan pendampingan langsung dari tim PMI dan BPBD.

Keterlibatan PMI Kabupaten Grobogan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dan instansi terhadap potensi bencana. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh karyawan PLN UP3 Purwodadi semakin sigap, terampil, dan siap menghadapi situasi darurat bencana di lingkungan kerja.



PMI Kabupaten Grobogan Dukung LDK PMR Wira di SMA Negeri 1 Gabus


PMI Kabupaten Grobogan Dukung LDK PMR Wira di SMA Negeri 1 Gabus


Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Palang Merah Remaja (PMR) Wira sukses dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gabus pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Palang Merah Indonesia melalui PMI Kabupaten Grobogan dengan menghadirkan narasumber dan fasilitator berpengalaman.

Kegiatan LDK ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan, meningkatkan pengetahuan kepalangmerahan, serta melatih keterampilan pertolongan pertama bagi anggota PMR Wira. Kegiatan diikuti oleh anggota PMR dengan penuh semangat sejak pagi hari.

Acara diawali dengan pembukaan dan registrasi peserta yang dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta. Selanjutnya peserta mengikuti rangkaian kegiatan seremonial berupa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PMI, serta sambutan dari pihak sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda yang berjiwa kemanusiaan.

Pembina PMR Wira SMA Negeri 1 Gabus menyampaikan apresiasi atas dukungan PMI dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan LDK menjadi sarana penting dalam membentuk karakter siswa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, serta menanamkan nilai kepedulian sosial kepada anggota PMR. Kami berharap peserta mampu menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari maupun saat bertugas sebagai relawan kemanusiaan,” ungkap pembina PMR.


Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai kepalangmerahan dan kepemimpinan yang disampaikan oleh fasilitator PMI, yaitu Tri Wahyu Febriana, Happy Putra Pambudi, dan Marten Krisando Legowo. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat memahami nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta pentingnya kerja sama tim dalam kegiatan kerelawanan.

Salah satu pemateri, Tri Wahyu Febriana, menyampaikan bahwa PMR merupakan wadah pembinaan generasi muda agar memiliki semangat kemanusiaan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap anggota PMR mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan sekolah serta memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat,” jelasnya.

Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pertolongan pertama di lapangan. Pada sesi ini, peserta mempraktikkan langsung teknik penanganan keadaan darurat, mulai dari penanganan korban pingsan hingga evakuasi sederhana. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan outbound yang bertujuan memperkuat kekompakan, komunikasi, serta jiwa kepemimpinan peserta.


Salah satu peserta, Givara, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu baru.

“Kegiatan ini sangat seru dan menambah wawasan saya tentang pertolongan pertama serta kepemimpinan. Saya jadi lebih percaya diri dan siap membantu sesama,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi penutupan dan evaluasi sebagai bentuk refleksi pembelajaran selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan LDK ini, diharapkan anggota PMR Wira mampu menjadi generasi muda yang tangguh, berjiwa sosial, serta siap menjadi relawan kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

PMI Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan PMR sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak usia dini serta mencetak relawan masa depan yang berkualitas.

Tingkatkan Profesionalisme, PMR Wira MA Sunniyyah Selo Laksanakan UTK Mandiri 2026

 


PMR MA SUNNIYYAH SELO ADAKAN UJI TANDA KECAKAPAN MANDIRI

PMR Wira Unit MA Sunniyyah Selo mengadakan kegiatan Uji Tanda Kecakapan (UTK) Mandiri pada tanggal 13 Februari 2026 bertempat di lingkungan MA Sunniyyah Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Diklat Dasar anggota PMR Wira Tahun 2026.

Uji Tanda Kecakapan ini dilaksanakan untuk mengukur pemahaman teori serta keterampilan praktik anggota PMR Wira dalam bidang Pertolongan Pertama. Kegiatan ini menghadirkan penguji dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Grobogan sesuai dengan surat tugas yang telah diterbitkan.

Pelaksanaan UTK terdiri dari dua bentuk ujian, yaitu ujian tertulis dan ujian praktik.


Pada ujian tertulis, peserta mengerjakan 40 soal pilihan ganda dan 10 soal isian singkat yang mencakup materi Konsep Dasar Pertolongan Pertama, Penilaian Korban, Perdarahan dan Syok, Cedera, Luka Bakar, Evakuasi dan Pemindahan Korban, hingga Kegawatdaruratan Medis di Sekolah. Ujian ini bertujuan untuk mengukur pemahaman teori peserta secara komprehensif.

Selanjutnya, peserta mengikuti ujian praktik secara individu sesuai nomor undian. Dalam praktik, peserta diberikan studi kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi di lingkungan sekolah seperti mimisan, pingsan, luka dan perdarahan, serta cedera tulang. Penilaian praktik menitikberatkan pada keselamatan penolong dan korban, ketepatan prosedur, keterampilan teknis, sikap dan komunikasi, serta ketepatan waktu.

Sistem penilaian dalam UTK ini menggunakan bobot 40% untuk ujian tertulis dan 60% untuk ujian praktik, dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70. Peserta dinyatakan lulus apabila memenuhi nilai minimal serta mengikuti seluruh rangkaian ujian.

Melalui pelaksanaan Uji Tanda Kecakapan Mandiri ini, diharapkan anggota PMR Wira MA Sunniyyah Selo memiliki kompetensi yang terstandar, terampil dalam memberikan pertolongan pertama, serta siap mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

DIKSAR PMR WIRA MA SUNNIYYAH SELO TAHUN 2026

 

DIKSAR PMR WIRA MA SUNNIYYAH SELO TAHUN 2026


Palang Merah Indonesia Kabupaten Grobogan melalui fasilitatornya melaksanakan kegiatan Diklat Dasar (DIKSAR) PMR Wira Unit MA Sunniyyah Selo pada tanggal 12–13 Februari 2026 bertempat di MA Sunniyyah Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter kepalangmerahan bagi anggota PMR Wira, khususnya dalam bidang Pertolongan Pertama (PP).

Pada hari pertama, Kamis (12/02/2026), kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan upacara pembukaan. Setelah rangkaian pembukaan, peserta mengikuti dinamika kelompok untuk membangun kekompakan dan jiwa kepemimpinan.

Pada malam harinya, peserta mendapatkan pembekalan materi Pertolongan Pertama (PP) yang disampaikan oleh fasilitator dari PMI Kabupaten Grobogan. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar pertolongan pertama, penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan ringan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta prinsip keselamatan penolong.


Memasuki hari kedua, Jumat (13/02/2026), kegiatan dilanjutkan dengan Uji Tanda Kecakapan (UTK). Pada pagi hari, peserta melaksanakan ujian praktik untuk menguji keterampilan langsung dalam melakukan tindakan pertolongan pertama. Setelah itu, peserta mengikuti ujian tertulis guna mengukur pemahaman teori yang telah diberikan sebelumnya.

Kegiatan DIKSAR ini diharapkan mampu mencetak anggota PMR Wira yang sigap, terampil, dan berjiwa kemanusiaan, serta siap mengimplementasikan ilmu Pertolongan Pertama di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PMI Kabupaten Grobogan dan pihak MA Sunniyyah Selo berharap sinergi pembinaan generasi muda dalam bidang kepalangmerahan dapat terus ditingkatkan di masa mendatang

Senin, 09 Februari 2026

SELAMAT HARI JADI GROBOGAN